Kelembutan

KELEMBUTAN

bukan lemah
bukan cenggeng
Kelembutan adalah cinta
Kelembutan menyembuhkan,
Kecemasan
Kemarahan
Sakit hati
Terlalu sibuk
Over work
Duka
Rasa takut
Kewalahan

Girls,
Please tanyakan ini pada dirimu hari ini,
Apa tindakan yang paling penuh kasih untuk diriku hari ini?

Ini salah satu nasihat yang paling berharga yang diberikan seseorang untuk saya,
Dan sekarang, saya sharing untuk kalian semua.

Ketika kamu merasa cemas, sakit, marah, kewalahan..
Semua rasa itu sebenarnya melatih kita 🙂
Melatih kita untuk berkalibrasi
Melatih kita untuk memilih Cinta, memilih untuk kembali ke hati,
Memilih KELEMBUTAN

I’m not talking about ini misal marah adalah respon objektif atas sesuatu hal yang seharusnya..
Atau tindakan yang berkesadaran, do that, dan pilih kelembutan setelahnya.

Dibalik itu semua,
Seberapa banyak dari kita butuh untuk menjadi lebih lembut, pun untuk merespon segala hal secara objektif dan berkesadaran?

Ketika kamu merasa……. (isi dengan rasa negatif)
Tanyakan, (Apa yang saya rasakan, dan apa yang ingin saya rasakan)
Kemudian, pilih kegiatan, hal, pikiran yang paling terkasih untukmu hari ini.

So girls,
Please share dengan saya,
Apa tindakan yang paling penuh kasih, yang akan kamu berikan pada dirimu di hari ini?

Hidup Dengan Lebih Sedikit Barang

TIDAK BISAKAH UNTUK KEBANYAKAN DARI KITA BISA HIDUP DENGAN LEBIH SEDIKIT BARANG?

Saya menghargai untuk siapapun yang diberkahi dengan privilege (hak istimewa) seperti
Lahir berada
Memiliki usaha yang sukses
Terpenuhi semua kebutuhan dan keinginannya
Any, anything in that sense.

It’s a blessing to have all of that, some of that, any of that.

Tapi bisakah untuk kebanyakan dari kita, bisa hidup dengan lebih sedikit barang?

I’m not talking about for earth sustainability only.
Kita semua pasti sudah tahu, seberapa bumi ini butuh untuk kita lebih sederhana

Saya utamanya berbicara untuk hidup dengan lebih sedikit barang agar bisa memberikan lebih banyak ruang di hati untuk hal-hal lainnya yang lebih berharga di kehidupan ini.
Daripada hidup dengan lebih banyak barang, dan lebih lagi dan lebih lagi,
Kita tahu, sadar atau tidak, burn out kita, kewalahan kita punya kaitan dengan kepemilikan terlalu banyak barang di kehidupan kita (it drains our energy, takes up our heart space, and steal our mental capacity to deal with stuff).

Ada banyak hal yang bisa kita isi untuk mengganti ruang barang yang kita lepaskan
Ruang untuk Allah SWT (name your God)
Ruang untuk mereka yang kita cintai
Ruang untuk berbagi
Ruang untuk nourishing our body with love food
Ruang untuk our devotion, dan semua nilai luhur lainnya yang ingin kita isi ke hati kita

Jadi,
Bisakah kita yang punya keistimewaan sudah memenuhi semua kebutuhan dasar di kehidupan ini, untuk hidup dengan lebih sedikit barang?

Ps: Ini Kamar Yasmeen yg berbagi tempat dgn home Office Saya. Saya agak kesulitan jika diminta hidup dengan lebih sedikit barang, If we take out our furniture dari rumah, saya, kami sekeluarga bakal nggak punya tempat untuk duduk, untuk tidur atau untuk menyimpan pakaian, tapi seriusan, selain furnitur, saya juga masih punya stuffs yang bisa saya kurangi 😁

2 Sisi Bermain Jadi Korban

PILIH CARI SOLUSI FROM PAIN ATAU PILIH MENDERITA dengan playing VICTIM mode on?

Uhhh…
Sharing satu ini bakal menggangu sebagian dari kita..
Cringe
Tug on your gut

It’s okay..
Kita semua InshaAllah bakal berjalan ke kita yang lebih sehat, lebih sering bahagia dan lebih dekat ke cita-cita kita.

Wait,
Hati saya mau lompat!

Okay, dari mana saya harus sharing,
Ini punya banyak wajah, dan ada dari tulisan ini yang bakal punya 2 mata pedang, tricky to say.

Play Victim (milih berperan jadi korban) & Kenyamanannya
Kita pasti nggak ada yg mau mengaku apa pernah playing victim di kondisi nggak nyaman apapun itu, atau sedang jadi victim by choice atau memang itulah yang terjadi.

You see now, ada sisi lainnya yang sensitif disini.

Play victim bikin saya GEMES (play victim is like a stuborn child)
Saya mikirnya, Pain (kesedihan, luka, kecewa, dll) adalah hal yang wajar
Tapi menderita itu pilihan.
Dan play as a victim itu adalah salah satu cara untuk menderita.

Kenapa orang milih play victim?
Karena jadi korban itu, punya rasa yang spesial :
🤔Dikasihani entah dari diri sendiri utamanya, atau dari orang lain
🤔Dapat atensi lebih
Rasa hangat di hati karena menderita itu bikin adrenalin kicking in (that’s something)
🤔Nggak harus merasa sangat bersalah (menghindari rasa bersalah)
🤔Mindahin rasa bersalah +tanggungjawab ke orang lain/kondisi di luar diri (yg jadi penyebab kita jadi “korban”)

Membuat diri menjadi “korban” itu seperti berselimut
Tapi berselimut di antara duri dan ranjau yang bisa meledak kapan saja

Tapi,
Main/milih jadi korban itu punya sisi indahnya,
Hanya kalau kita mau mikir, menganalisa hal negatif yang kita rasakan, kemudian bikin rencana positif untuk jadi solusi.

Kan kita punya kuasa untuk memilih reaksi kita atas apapun yang terjadi (meski iya, by definition we might be the victim).

So ya..
Pain itu nggak harus bikin kita memilih jadi korban untuk kemudian membuka jalan jadi penderitaan.

Pikirkan Apa Yang Kita Lakukan, Bukan Yang Orang Lain Lakukan

PIKIRKAN APA YANG KITA LAKUKAN (BUKAN APA YANG ORANG LAIN LAKUKAN)
&
MIND OUR OWN BREATH NOT OTHERS

Ini bukan tentang egoisme
Bukan juga tentang hidup careless
It’s not about me, me, me and what I can benefit from this or that

Ini tentang perjalanan kita
perjalanan hati
perjalanan cita-cita
perjalanan apapun itu
Agar kita bisa berproses mencapainya

Mungkin KITA sering LUPA atau belum tahu apa NILAI-NILAI yang kita jadikan pedoman hidup kita, entah itu High Virtues/Nilai moral yang tinggi, gaya hidup, pilihan..

Terserah apa kata orang lain, tentang apa yang kita lakukan
Jika kita sudah berpedoman pada HIGH VIRTUES & FITRAH
(InshaAllah kita tahu itu baik adanya)
Jalan saja!

Kita tahu,
Kita ada di semua kekacauan ini, sakit ini, sedih ini,
Karena peran kita untuk membuat ini semua terjadi.
Kata suami: “because you compromised, and worsen, if you compromised too much!”

Jadi, sebenarnya kita tahu, kita harus fokus pada apa yang kita lakukan, bukan berkompromi tergantung apa kritikan orang lain.

Mungkin buat rata-rata orang,
Cara hidup saya, kami sekeluarga aneh
Orang akan mengkritik, menilai, dari apa saja.

Kita bisa terus berjalan,
Semakin dekat dengan tujuan kita, hanya jika kita tidak memusingkan apa kata orang

Integritas
Kata yang memerdekakan (itu rasa di hati saya)

Integritas membuat kita,
Terus melakukan apa yang kita percayai, termasuk ketika dilihat orang itu sesuatu yang aneh atau tidak ideal.

🌿Membuat kami sekeluarga terus saja makan #wholefoodplantbased ketika orang lainnya sharing homemade bakso

🌿Merawat kecantikan hanya dengan pure plant potion yang sederhana kala yang lain mengkoleksi korean trending skincare

🌿Tidak membeli apapun kecuali bahan makanan bulanan and basic human needs ketika yg lainnya punya daftar ingin ini dan itu di awal bulan

🌿Mempertanyakan mengapa berbisnis tanpa terlihat fancy and polished itu bisa bikin usaha tidak laku?

When you live align with your values and you are devoted through your integrity,

Kamu akan:
Lebih merasakan hidup yang lebih bermakna, hatimu akan merasakan bliss n joy, kamu berjalan lebih dekat ke cita-citamu.

Dan
Hal yang tidak terelakkan pasti terjadi, yaitu orang lain akan mulai memperhatikanmu, caramu, pilihanmu, it is how this live and change happen, that devotion through integrity is attracting others.
Girls,

Silahkan komen di di bawah tentang bagaimana kamu, kita semua bisa memberikan dampak yang positif pada diri kita sendiri dan orang lain (and all sentient being).

Reflective Journaling

REFLECTIVE JOURNALING

Journaling bersama saya yuk?

Bulan ini tentang Devotion (baca di postingan tentang ini)
Kita akan membaca ketidaknyamanan di kehidupan pribadi dan di hati kita ke HATI dan melihatnya dari kaca mata DEVOTION

Journaling, iya bisa Free Style..
Tapi saya merasakan, Reflective Journaling itu punya dampak yang lebih nyata dari pada journaling yang tidak berstruktur.

We do want to have shifts in our life don’t we?
We want result to shift from Our State of HEART now, to a SOUND HEART to live life a decent human being

But anyway,
Silahkan untuk free journaling (it clears our heart space and mind space) SANGAT MENYEHATKAN!

#reinventmyselfjournal

Caranya:
💕Siapkan JOURNALmu apa saja, idealnya buku yg didedikasikan (no need to be fancy and complicated).
💕Pen or pensil
💕Isi JOURNALmu dengan Reinvent Myself Journaling dengan format di bawah ini SEMINGGU SEKALI SAJA (I want it to be easy and lighter for you)

Tulis apa saja seputar: Pikiran, pergeseran, wawasan, perkembangan,
keingintahuan, perasaan, dll

1. Pikirkan tentang tema journalingmu di bulan ini. Heart Work Living Sisters ❤️ akan journalling tentang DEVOTION

2. Buat Niat

3. Menulis Refleksi:
Perbaikan Diri
Laundry List

4. Fokus
Pilih 1 hal / area kehidupan untuk difokuskan di 4 minggu ke depan
(pikirkan hal terpenting saat ini, dan bagaimana hidupmu akan jadi lebih baik jika hal tersebut diperbaiki)

5. Action

6. Review
Apa yang kamu rasakan di akhir minggu?
Apa yang ingin kamu rasakan di akhir minggu?
Apa saja yang secara positif telah berubah?
Apa yang saya pelajari?

Untuk sisters di #heartworklivinggroup kalian akan dapat journaling sheetnya di hari Jumat nanti ❤️

Breaking The Unwanted Pattern

BREAKING THE UNWANTED PATTERN
Luka, kesalahan, kegagalan

Apa yang kita lakukan berulang kali akan menghasilkan pola (perilaku yang sama)?
Tell me about it..
Saya juga bergumul dengan hal-hal yang saya keras kepala untuk:
Mengakui iya itu kesalahan saya
Mengakui iya itu kegagalan saya

Hanya jika benar-benar menginginkan perubahan itu, kemudian pola yang tidak diinginkan itu bisa putus!

Tapi seringkali,
Ego kita terlalu pintar, terlalu cantik untuk kita mau mengakui itu POLA YANG TIDAK KITA INGINKAN.
Dia pintar membungkusnya dengan pita, menjadi:
Kamu tidak salah
Lukamu itu wajar
Kegagalan adalah bagian dari pembelajaran

Maybe it’s true maybe it’s not,
Tapi coba kita lihat kembali jika itu terus menerus terjadi dan menggangu kualitas hati kita, hidup kita, orang di sekitar kita?

Apa kita yang bego ya?
Nggak mau bercermin dan mengakuinya?

Anyway,
Hari ini, ayo kita pilih untuk merubah 1 saja, caranya, ambil journal dan pensilmu, kemudian:
1. Braindump dulu semua luka, kesalahan dan kegagalan kita (kemudian pilih 1)
2. Apa yang kamu pelajari dari hal di atas?
3. Apa cara yang sudah kamu ambil untuk menghadapinya, & apa yg kamu pelajari?
Pola itu hanya bisa diputus jika cara yg kita ambil untuk menghadapinya, membuat hal itu tidak terulang kembali (or at least rarely it happens again).

Kalau sudah, jangan lupa berterima kasih, karena semua kegagalan, luka, kesalahan itu membuatmu lebih kuat, lebih bijak, lebih..dan lebih… (termasuk InshaAllah menghapus dosa kita).

Btw,
Side note, Kalau Allah SWT (name your God) ingin kita sukses, kenapa ya kita mau bergumul terus dengan pola yang tidak kita inginkan? Apa kita nggak menginginkan diri kita sukses, bahagia? Kalau kita bilang, iyalah… siapa juga nggak ingin? Tanya lagi, Do I really WANT IT?

Reflect to Retreat

RETREAT to REFLECT to REMEMBER (Allah SWT) often

Saya mendengar Istilah ini dari @dr.raniaawaad ❤️ salah satu professor wanita di Zaytuna Institute (one of the most heartful n brilliant women).

Kenapa foto ini?
Rumah Pohon ini,
Adalah salah satu simbol kami tuk Retreat, Reflect dan Remember

Saat suami mengutarakan keinginannya tuk membuat Rumah Pohon yg ternyata fungsinya tidak untuk anak-anak saja, tetapi juga untuk kami yang dewasa.

Terlintas di benak saya sesaat ketika saya berada di atas rumah pohon
Saya ingin berada disana untuk merenung, berefleksi, pikir saya ini adalah tempat yang ideal, berada di tengah hutan pinus kami, di ketinggian pohon, jauh dari hiruk pikuk excitementnya anak-anak yang bermain.

Pagi ini,
Suami bilang, “I think I want to meditate in the tree house”
Kata saya: “I was thinking about that too” (with smile)
Di kepalanya pasti dia bilang (“You always copy me!”)
Kata saya dalam hati: (“mungkin kita punya panggilan hati yang sama, to always pondering, reflecting and remembering Him SWT”)

Kenapanya kita butuh untuk:
Retreat (duduk, diam, berhenti, mundur dari berkegiatan sebentar, Itikaf in Islam)
Reflect (merenung, berzikir, tafakur)
Dan
Remember (mengingat Allah, hubungan kita dengan Sang Cinta, and everything in between)

Kita ngomongin hal itu kapan-kapan ya..

Anyway,
Yang ingin saya sharing pagi ini adalah,
Kita semua, punya kebutuhan untuk bermeditasi, berkontemplasi, dengan cara apapun itu
Dan kita semua sebenarnya punya cara untuk itu, kita bisa;
Menjournal
Bermeditasi
Duduk di atas sajadah dan membuat niat untuk berkontemplasi
Pergi ke kebun untuk diam sejenak merenung di sana
Masuk ke Khalwa room

Dimanapun itu,
Kita bisa melakukannya,
Dan terutama untuk my sister in deen,
Kita punya shalat 5 waktu yang dibuat Allah SWT mengkondisikan kita (karena Dia tahu kita butuh) untuk break sejenak, retreat sejenak, reflect (diharapkan) dan remember (Him SWT) untuk kesehatan jiwa, hati kita.

Hari ini,
Saya teringat dengan ruang Khalwa di Masjid kecil kami
Saya rindu untuk lebih sering berada disana lagi.

For my dearest sisters,
Apapun cara kita untuk hidup dari hati, ketahuilah, Allah tahu kita butuh untuk hidup dari hati dan Dia telah memberikan caranya.
PS: to intensify your feeling and wanting, make your special place to be very-very special and sacred 🙂

Persahabatan Antar Wanita

PERSAHABATAN ANTAR WANITA
Entah itu dengan saudara kandung atau bukan saudara

Bahasan ini bakal jadi sesuatu yang untuk sebagian dari kita nyaman,
Dan sebagian lainnya merasa terganggu.
Anyway, it’s always like that, it’s the nature of things in this life

Keinginan memiliki sahabat itu sesuatu yang mendasar
Persahabatan itu vitaminnya jiwa
Tapi, apa itu vitaminnya untuk kedua belah jiwa, atau salah satu saja?

Kita tidak akan tahu,
Hingga kita bisa jujur tentang persahabatan kita.

Jujur?
Pernahkan kita benar-benar JUJUR tentang persahabatan kita?
Jujur dalam artian, juga menyampaikan hal yang kita SIMPAN di benak kita yang mungkin sebenarnya bisa MEMPERKUAT persahabatan kita
Apa kita memiliki rasa …… terhadapnya:
Berkompetisi
Kecemburuan
Keraguan
Keengganan
Tidak Mengerti

Dan saat hang out, meet up, berpelukan itu selalu ada rasa..eghhh mengganjal di hati, yang rasanya..
(sebaiknya tidak disampaikan atau itu akan merusak persahabatan kita saja dan mungkin saya akan rugi karenanya), well maybe we think friendship is a business relationship if we have that feeling.

Atau
Kita menjustifikasi,
Kalau saya 100% jujur,
Kan dosa menyampaikan hal yang tidak baik
Is it?
Atau itu mungkin ego kita saja, untuk melindungi “image diri kita atas diri sendiri”

Kita baik hati
Pemurah
Supportive
dll
Yang kita sematkan ke gambaran atas diri kita
(well… we might think differently now, we’re not living as our true idealic (idealis) imagination of who we are).

Kata kita…
Tapi dia bukan Sahabat dekat saya,
Bagaimana saya bisa jujur terhadapnya

Well,
Mungkin kita harus menyebutnya berbeda:
Orang yang kita kenal mungkin
Atau..
Netral saja, tidak perlu mengkurasinya dengan dalam terhadap orang tersebut, karena dia belum menjadi/bukan sahabat kita

Pernahkah terpikir,
Bagaimana persahabatan kita jadinya,
Jika kita jujur satu sama lain tentang hal-hal yang tidak ingin kita sampaikan tentangnya atau tentang hubungan kita?

Tidakkah menurutmu hubungan itu akan menjadi lebih sehat, baik, berarti?

ps: Ini juga berlaku untuk persahabatan dengan siapapun (saya terinspirasi dari persahabatan saya dengan adik, wanita-wanita yang pernah dekat dan sedang dekat dalam hidup saya, dan my best friend, aka Pak Suami (which is not sisterhood).

Cara Mudah Untuk Menyederhanakan Hidup

CARA MUDAH UNTUK MENYEDERHANAKAN HIDUP?

Pilih untuk FOKUS pada hidup yang mendedikasikan hati, diri, pikiran ke hal-hal yang paling berharga saja.


Itu lebih ringan

Meski Fokus bukan bawaan alami kita yang hidup di era yang semuanya menstimulasi kita.
Bahkan kita terstimulasi dari aspek hal yang memang sudah kita inginkan (tapi kita tidak sadar itu sebenarnya keinginan dari luar diri kita).

Contoh:
Kita ingin hidup lebih ramah lingkungan + versi yang indah
Kita belajar A-Z tentang ilmu teknis pelaksanaannya
Menghadiri kelas ini dan itu
Membuat PR-praktek agar mendapat sertifikat
Ujung-ujung sharing foto cantik via instagram, termovitasi memulai akun baru untuk sharing..

Saya capek,
Jalan2 scrolling sosmed bertemu meditasi
Cari guru, cari komunitas, beli alat, belajar, nyisihin waktu untuk meditasi, di group meditasi mendengar sharing essential oil ini dan itu untuk heart expansion, clarity, eh ternyata makanan saya juga harus disehatkan. Duh, saya lupa ngantar tugas sekolah anak..makanan saya gosong (harus buru-buru tadi karena ada zoom webinars), hmm orang rumah kok belakangan nggak suka sama masakan saya ya? (lupa karena setiap masak, tidak sepenuh hati).

Hhhh…
Cukup sudah, saya lelah, fisik, hati dan pikiran
STOP
Kita mencari…
Pasti ada solusi untuk bisa menavigasi semua ini, untuk bisa balance, untuk bisa memenuhi semua keinginan kita.

DAN
Bertemulah kita dengan trending
Cara Hidup Minimalis
Cara Hidup Sederhana
Slow Living

Aha..
Itu sepertinya jawaban dari keruwetan hidup kita meski dengan 1001 niat mulianya.

Sadar,
Itu bagian yang indah

Kita mencari lagi..
Bagaimana menyederhanakan hidup kita
Kemudian kita terjebak..
Mengganti semua furniture menjadi minimalis style
Punya peralatan dapur ala Liziqi
Mengganti warna dinding Scandinavian Color Pallate

Hey STOP!

Sekarang, kita pasti benar-benar in dilusion!
Kita lupa bahwa kita sudah lelah, kita lupa kita sebenarnya ingin hidup lebih sederhana
Disaat yang sama, kita juga sebenarnya mungkin lupa, apa sih keinginan hati kita, yang SEBENARNYA?

Kita mungkin tidak pernah mencari tahu, apa sebenarnya hal-hal yang paling berharga di kehidupan kita, yang berakar dari hati kita?
Fokus untuk menjalani sedikit hal saja itu menyakitkan.
Tapi lebih menyakitkan lagi ketika melihat hal-hal lain karena kita tidak fokus menjadi terbengkalai atau efek negatifnya menampakkan diri entah itu besar atau kecil.

No, Don’t do that.
Lebih baik untuk fokus meski itu menyakitkan,
Karena fokus itu menyakitkannya seperti dark chocolate, “bitter sweet”
Cari tahu apa hal yang paling berharga dikehidupanmu
Cari tahu apa keinginanmu, dan fokus pada hal-hal tersebut
(jangan pilih banyak keinginan, then you will beat the purpose of being focus on what matters most)