Mengapa Deodoranmu Tidak Bekerja

Seperti wajah dan rambut, ketiak juga itu gampang-gampang susah dapat jodoh produk yang cocok.

Karena untuk dapat produk yang bekerja di area ketiakmu itu bukan cuma pilih berdasarkan:

Kondisi kulit sensitif
Aroma ketiak memikat atau tidak memikat

Masih ada banyak faktor lainnya..
Dann..

Sambil mikir produk berdasarkan body chemistrymu,

Pikirin juga.. apa produk itu sehat atau tidak,

Karena itu juga bakal menentukan hasil aroma yang keluar sensual or not.

Tahukah kamu bawa Keringat adalah proses tubuh yang vital, dan kualitas bau keringat kita mungkin merupakan indikator kesehatan kita?

Masalah tubuh kita itu solusinya bukan dari produk saja!
Ingin aroma tubuh yang tidak bikin orang lain lari?
Pakai Deodoran alami seperti dari GMS

Sangat penting juga untuk memperhatikan kesehatan tubuh bukan pakai produk saja.
Ginjal, hati, dan usus dirancang untuk menghilangkan racun dan produk limbah dari tubuh. Pencernaan yang lamban, hidrasi yang kurang serta gangguan fungsi ginjal atau hati menyebabkan limbah dalam tubuh yang dilepaskan lewat keringat, memberikannya bau yang tidak sedap.

Langkah pertama untuk mengeluarkan keringat berbau harum:
menjaga sistem pencernaan tetap bersih dengan mengonsumsi makanan organik berwarna-warni termasuk probiotik dan makanan fermentasi.

Hormon yang tidak seimbang yang berasal dari masalah dengan kelenjar adrenalin juga dapat meningkatkan keringat dan bau badan. Hindari alat kontrasepsi yang menggangu kinerja hormon seperti pil KB dan batasi paparan bahan kimia yang mengganggu hormon, seperti fluoride.

Jadi daripada kita menutupi bau atau menyumbat kelenjar keringat, kita bisa mengandalkan tumbuhan untuk memikat hati, dan bukannya membahayakan, ketiak. Beberapa jenis essential oil punya afinitas untuk ketiak karena mengandung phyto-androgen, yang mirip dengan androgen yang dikeluarkan oleh ketiak kita karena itulah deodoran GMS bisa mengubah keringatmu jadi aroma sensual khasmu.



Harga Yang Sebenarnya Dari Sabun Komersial/Sintetis

Sabun Green Mommy Shop Alami, Sabun Komersial TIDAK ALAMI

Sabun dan pembersih tubuh komersial pada umumnya sintetis/tidak alami, mereka diproduksi dalam skala besar dengan bahan kimia keras, deterjen, pengawet, minyak pewangi sintetis, dan pewarna sintetis yang dapat mengiritasi kulit.

sabun alami

Sabun batangan alami kami hanya mengandung bahan-bahan yang dibutuhkan, tidak pernah termasuk di dalamnya bahan pengawet yang dibutuhkan oleh sabun komersial untuk meningkatkan masa kadaluarsa produk.

Sabun cair komersil biasanya mengandung hingga 97% air! Produk berbahan dasar air WAJIB membutuhkan bahan pengawet yang kuat!
Sabun Handmade alami kami dibuat dalam batch kecil dengan bahan-bahan yang ditemukan di alam, seperti minyak nabati murni, rempah, bunga, madu.

Sabun-sabun ini tidak mengandung lemak hewani, tidak ada minyak sintetis, tidak ada wewangian buatan, tidak ada deterjen, dan tidak ada bahan pengawet kimia.

Tidak Mengandung Deterjen

Sabun cair dan batangan komersial dibuat dari berbagai deterjen, bahan sintetis kimia, dan zat penstabil yang keras pada rambut dan kulit kepala serta menghilangkan kulit dari minyak dan kelembaban pelindung alaminya. Sabun-sabun ini sering disebut “sindet” atau sintetis deterjen. Karena sindet adalah deterjen, mereka tidak memenuhi definisi hukum dari kata “sabun.”

Jadi kemungkinan besar, rata-rata sabun komersial itu bukan sabun asli melainkan deterjen.

Dan untuk mengkompensasi cara mereka menghilangkan minyak alami dari kulit, kita pasti akan menggunakan body lotion.

Meskipun busa tidak ada hubungannya dengan seberapa baik sabun membersihkan kulit kita, konsumen sering menilai produk sabun pada seberapa baik sabun itu berbusa. Itulah sebabnya sebagian besar sabun cair dan sabun batang komersial menggunakan surfaktan deterjen keras atau penambah busa seperti (SLS) atau sejenis lainnya. Booster busa murah ini menghasilkan busa berbusa dalam jumlah besar.

Sodium lauryl sulfate, yang pada awalnya dirancang untuk membersihkan lantai dan dapat ditemukan pada barang-barang seperti pembersih lantai garasi, degreasers mesin, dan sabun cuci mobil, dikenal sebagai pengiritasi kulit. Jangan tertipu oleh perusahaan yang mengklaim “tidak ada SLS” pada label mereka. Mereka seringnya hanya mengganti SLS dengan salah satu kerabat dekatnya.

Detergen yang kuat dalam sabun komersial dapat mengeringkan kulit dan dapat menyebabkan kondisi kulit yang teriritasi seperti eksim dan bentukan dermatitis lainnya.

Tidak Ada Wewangian Sintetis atau Pewarna Sintetis
Sabun komersial dan bahkan beberapa sabun buatan tangan/handmade/homemade menggunakan wewangian sintetis atau minyak, pewarna dan aditif “dengan slogan/klaim identik dengan alam” lainnya yang dapat mengiritasi kulit. Ribuan bahan digunakan untuk membuat aroma sintetis. Bahan-bahan ini berbentuk bubuk atau kristal dan membutuhkan pelarut agar larut.

sabun sintetis
olive soap

Busa dari sabun kami berasal dari minyak busa alami seperti minyak kelapa, jarak, tamanu, dll.

Pelarut umum yang telah digunakan selama lebih dari 50 tahun adalah DEP (Di Ethyl Phthalate). Phthalates, yang diketahui menyebabkan cacat lahir pada hewan, digunakan untuk membuat wewangian sintetis dan juga ditambahkan ke kosmetik untuk memperpanjang umur simpan. Mereka digunakan dalam produksi plastik untuk meningkatkan daya tahan dan fleksibilitasnya.

Sabun kami beraroma dari minyak esensial botani murni dan diwarnai dengan rempah dan lempung alami, jus buah, sayuran, bunga, akar.

Kaya Pelembab
Sabun kami diformulasikan dengan banyak minyak nabati dengan extra minyak yang proses ini memiliki kualitas pelembab dan emolien yang unggul. Karena menambahkan minyak tambahan dapat mengurangi masa simpan sabun batang, sabun komersial mengorbankan sifat pelembab untuk masa simpannya bisa sangat lama. Kamu yang pernah membeli sabun GMS akan mengetahui mengapa rata-rata sabun kami tidak sekedar sabun komersial atau sabun alami di pasaran lainnya.

Reaksi kimia alami pembuatan sabun disebut saponifikasi. Setelah saponifikasi selesai, bahan-bahan di dalamnya secara kimiawi berubah menjadi sabun dan gliserin. Gliserin adalah humektan yang menarik kelembaban dari udara ke kulit dan menciptakan lapisan pelindung yang melembabkan.

Perusahaan sabun komersial menghilangkan gliserin dari sabun mereka. Gliserin yang berlebih akan mengurangi umur simpan. Juga, perusahaan-perusahaan ini dapat menjual gliserin kepada perusahaan atau menggunakannya sendiri untuk membuat lotion yang dibutuhkan kulit setelah menggunakan sabun komersial.

Jadi superfatting ditambah saponifikasi alami menciptakan sabun batangan yang kaya pelembab, minyak alami, dan gliserin alami.

Sabun Batangan Alami Itu Ramah Lingkungan
Sabun alami kami ramah lingkungan. Sabun-sabun ini biodegradable karena dibuat tanpa bahan kimia keras yang mencemari air dan tanah kita.

Banyak bahan kimia sintetis yang ditemukan dalam sabun komersial tidak secara alami terurai. Sebaliknya, mereka masuk ke saluran air dan menumpuk di ekosistem bumi ini.

Bahan kimia ini menyusup ke danau, aliran, sungai, dan sistem air kita.

Sabun kami terbuat dari bahan-bahan sebanyak mungkin organik. Bahan organik berarti pertanian organik dan pertanian organik lebih baik bagi lingkungan. Ini meningkatkan kualitas lingkungan kita dengan melindungi tanah dan air tanah kita dari kontaminasi dan dengan mempromosikan penggunaan sumber daya berkelanjutan dan konservasi tanah dan air.

Travel Friendly – Nyaman Untuk Dibawa Bepergian
Sabun kami mudah dibawa untuk bepergian. Sabun ini dapat berfungsi ganda sebagai sabun tubuh, sabun cukur, dan bahkan sampo yang membuatnya bagus untuk dipakai berkemah, bepergian, perjalanan bisnis, dan ke gym.

Sabun apa pun itu dia hanya akan sebagus bahan yang digunakan untuk membuatnya!

Jika kamu telah mencoba sabun buatan tangan dan tidak menyukainya, ketahuilah bahwa “Tidak Semua Sabun Handmade Diciptakan Sama!”

Kami memulai setiap resep sabun batangan kami dengan campuran khusus minyak dan mentega kacang alami yang memberi nutrisi pada kulit. Setiap minyak dipilih untuk sifat khusus yang diberikannya pada sabun.

Kami membuat setiap batang sabun menjadi unik dengan menambahkan beragam mentega kacang dan minyak nabati, minyak atsiri, jus, dan bahan tambahan sehat lainnya yang membuat kulit menjadi bersih dan sehat secara alami.

Hasil dari proses pembuatan sabun yang teliti adalah sabun yang ringan, kaya, dan pelembab yang terasa lembut di tangan, sabun seperti ini menawarkan busa tahan lama yang luar biasa, dan membuat kulit bersih, lembut, halus, dan sehat bercahaya.

Kesimpulannya – Mengapa Menggunakan Sabun Alami?
Karena alami
Buatan tangan dalam jumlah kecil dengan bahan-bahan alami dan organik berkualitas tinggi
Tidak ada deterjen sintetis
Tidak ada pewangi atau warna sintetis
Sangat melembabkan
Ramah lingkungan

Dan terakhir,
Ketika kamu membeli sabun alami buatan tangan usaha lokal, kamu mendukung bisnis kecil yang benar-benar peduli dan percaya pada produk yang mereka buat.


Ketika kita mengatakan ALAMI yang kita maksud adalah ALAMI!
Itu adalah janji kami untukmu!

My Planner

Seringkali saya ditanya teman-teman di sosial media atau di Malang (real friends yang bisa meluk saya), tentang tips organization atau ide seputar produktifitas yang nggak bikin burn out atau kewalahan/stress.

Saya kaget juga awal-awalnya dulu, kenapa ditanya tentang bagaimana saya merencanakan hari-hari saya.

Dulunya saya mau nyuekin aja ide tentang sharing planner karena selama bertahun-tahun planner saya itu super sederhana dan nggak fancy sama sekali. Karena planner saya cuma buku tulis biasa!.

Seiring waktu, saya yang selalu nyari cara untuk lebih organized seiring keluarga bertambah (nambah anak, nambah kerjaan baik GMS maupun rumah tangga termasuk berkebun dan homesteadingnya) saya jadi butuh planner yang lebih pintar, yang bisa bikin saya fokus nggak terdistraksi disepanjang hari (jelaslah namanya distraksi itu alami, tapi antara keganggu sepanjang hari dan sesekali itu yang membedakan kualitas hidup kita kan?). Please say kalian setuju dengan saya.

Oke, saya tunjukin planner terbaru saya di bulan Juni ini.

Heart Work Planner (Planner yang fokus pada prioritas tapi masih bikin kalian keep in touch dengan hatimu, saya lebay banget kan?).

Saya pernah nyoba digital planner jaman awal-awal ada Evernote, tapi sepertinya saya bukan tipe digital, “nggak lega klo nggak megang pen and paper). Evernote masih saya pakai untuk taking notes saja.

Saya jujur nggak pernah nyoba fancy planners, karena nggak ada yang cocok dengan ritme kehidupanku dan kebutuhan hati, jiwa, ragaku dan mimpiku.

Berkali-kali saya kembali menggunakan notebook sederhana saja. Tapi itu bikin saya kurang organized, dan harus berkali-kali menulis hal yang berepetisi tapi berbeda.

Sekitar 5-6 tahun yang lalu saya nemu Buller Journal, dan rasanya fall in love deh, karena mengkombinasikan antara banyaknya catatan harianku, to do listku yang nggak fleksibel, dan migrasi. Tapi ini juga bikin saya ngabisin banyak waktu untuk nulis migrasi bulanan, dan saya jadi on and off dengan planner ini.

planner harian

Akhirnya saya nyoba bikin printed planner sendiri.
Dan mulai saat itulah saya lebih terarah, lebih organized dan mengerjakan hal-hal yang saya senangi yaitu mengisi planner tanpa harus nulis, bisa fokus, dan bergerak maju benar-benar bergerak maju, nggak sebatas crossing check list to do list saja.

Evolusi per bulan Juni ini entah sudah Planner 10.1 sepertinya.
Di planner yang saat ini dia:
Menata hariku dari bangun sampai tidur
Menata hatiku
Menjaga jika saya terpeleset
Mengingatkanku tentang Allah dengan cara yang super sweet, jadi harus nulis soalnya.
Ngingatin Project (kali-kali lupa)
Ngingatin belajar
Ngingatin deadline
Ngingatin rencana mingguan
Bisa melihat view bulanan
Tahu ada apa InshaAllah dalam 1 tahun itu

Cukupkan planner itu buat saya?
Tidaklah…
Lha dimana saya bisa mencatatkan meeting, ide, atau pesan dari orang lain yang banyaknya se RT itu? Saya dibantu oleh asisten saya, si NOTEBOOK sederhana. Dia berfungsi untuk:
Nulis daftar belanja rumah tangga
Meeting
Pesan dari orang lain yang agak panjang kalau dimasukin ke to do list atau harus di proses dulu apa take awaynya
Ide, dan semua lainnya.

Setiap pagi, atau di malam hari sebelum tidur (seringan malam) saya mengisi Heart Work Planner, melihat notebook dan memindahnya di project folder, atau ke HW Planner. Jika ada hal yang tidak selesai hari itu, saya pindahkan ke keesokan harinya, atau saya jadwalkan kembali atau saya coret jika tidak relevan lagi untuk kemudian tidak dilakukan. Saya juga memastikan untuk mengisi review harian atau reminder harian dan mengisi apa-apa saja yang ada deadline di 1 minggu ke depan (ini temuan super penting dan bikin saya nggak kewalahan).

heart work planner

Sesederhana itu saja!

Bagaimana kalian mengatur hari-hari kalian?
Apa planner yang kalian gunakan?

Girls, kali-kali kalian tertarik dengan HW Planner yang saya gunakan, edisi kuartal ketiganya akan mulai dijual di akhir Juni nanti edisi bulan Juli – September.


Saatnya Berbagi Cinta, 1 Dekade GMS

Tahun 2020 ini GMS genap 1 dekade, kami ingin masyarakat teman-teman yang sudah menggunakan produk GMS bisa menginspirasi mereka dan tahu seberapa GMS sudah ngasih dampak positif ke masyarakat Indonesia, lewat kesehatan, kecantikan dan dampak lingkungannya.

GIRLS, Sudah waktunya untuk berbagi cintamu.

Berikan CINTA
Kami CINTA CINTA!

Ceritamu dan reviewmu menolong kami untuk menjangkau lebih banyak wanita dan keluarga Indonesia dengan produk dan kursus yang bermanfaat ke wa 082233448300.

Ada CINTA sebagai tanda apresiasi kami untuk kalian yang sharing CINTA!

Thank you, thank you. And thank you..

Silahkan lihat di slide berikutnya untuk cara mengirimkan review.

Kirimkan foto testimonimu bersama salah satu produk GMS
Jika kamu menyukai membuat review dengan foto, kami sangat berterima kasih. Testimoni kalian secara langsung menolong kami untuk mengundang orang lain untuk jadi lebih sehat, cantik alami dan sustainable juga lebih bahagia. Hanya butuh beberapa detik untuk mengambil foto dan menulis review cintamu. Sister, Kamu terlihat cantik. Go for it. LOVE xo

Cara mengirimkan:
1. Berfoto selfie dengan produk GMS/kursus GMS
2. 1 produk/kursus per foto
3. Ukuran foto Minimum 1000×1500 pixel
4. Tulisan review dan foto di kirim ke wa 082233448300

Apresiasi dari kami:
1. Gift Voucher 50% off untuk produk yang direview (bisa lebih dari 1 review yang dimasukkan)
2. Akan diikutkan ke lucky draw bulanan untuk terpilih menjadi 1 dari 3 sharing cinta bulanan, mendapatkan Gift Voucher 100K.

Kamu bisa memasukkan sebanyak mungkin review setiap bulannya.
Kirimkan video testimonimu bersama salah satu produk GMS

Jika kamu lebih menyukai membuat apresiasi dengan video selfie, kami sangat sangat sangat berterima kasih. Testimoni kalian secara langsung menolong kami untuk mengundang orang lain untuk jadi lebih sehat, cantik alami dan sustainable juga lebih bahagia. 30 detik saja sharing cintamu. Kamu terlihat cantik. Go for it. LOVE xo

Cara mengirimkan:
1. Video 720pixel mp4
2. 1 produk GMS/kursus GMS untuk 1 video
4. Video bisa diunggah ke youtube atau ig dan kirimkan juga ke wa 082233448300

Apresiasi dari kami:
1. GRATIS untuk 1 produk yang direview (bisa lebih dari 1 review yang dimasukkan)
2. Akan diikutkan ke lucky draw bulanan untuk terpilih menjadi 1 dari 3 sharing cinta bulanan, mendapatkan Gift Voucher 100K.

Kamu bisa memasukkan sebanyak mungkin review setiap bulannya.

Contoh testimoni foto beserta tulisan atau video menyebutkan:
1. Apa masalah yang dimiliki sebelum menggunakan produk GMS?
2. Bagaimana produk kami membantu mengatasi masalah tersebut?
3. Menggapa Anda mau merekomendasikan GMS ke orang lain?

MUCH LOVE!

testimonial gms1

testimoni gms
testimoni green mommy shop
review green mommy shop
review green mommy shop


Perbedaan antara menghidrasi “hydrating dan melembabkan “moisturizing” dan kenapa idealnya kamu melakukan keduanya

Kulit yang benar-benar sehat terhidrasi dengan baik, lembab dan memiliki cahaya alami. Ketika kulitmu berada dalam kondisi ini, Kamu akan mendapati kulit yang dewy dan glowing kalau bahasa kekiniannya, itu kan yang ingin kita dapatkan?

Kita menyadari hal ini tetapi ketika kita melihat ke cermin, kata bercahaya tidak selalu muncul di benak kita. Mengapa?

Inti dari masalah ini bisa jadi karena kita mengasumsikan bahwa hidrasi dan pelembab adalah sama. Melembabkan sebenarnya adalah dua tindakan berbeda yang menciptakan hasil yang sangat berbeda pada kulit, namun keduanya digunakan secara bergantian setiap saatnya untuk menciptakan kombinasi yang diharapkan di kulit.

hidrasi kulit

Apa perbedaan antara hydrating vs moisturizing? Atau bahasa mudahnya menghidrasi dan melembabkan.
Kita pahami dulu ilmu di balik apa yang dibutuhkan kulit dan mengapa saja jelaskan bagaimana cara kerja kulit untuk menyeimbangkan dirinya dan akhirnya kalian bisa mendapatkan kulit sehat bercahaya, lembab, kenyal, dan terhidrasi.

HIDRASI
Hidrasi biasanya terhubung dengan jumlah air yang kita minum. Demikian pula, melembabkan kulit mengacu pada menjaga kadar air di dalam kulit. Namun kulit yang terhidrasi dicapai secara berbeda dari air minum. Iya, air minum memang bisa membantu, tetapi ini bukan satu-satunya hal yang perlu kita lakukan untuk mempertahankan kadar air dalam sel-sel kulit kita.

Pentingnya kulit terhidrasi
Ketika sel-sel kulit terhidrasi dengan baik, maka kulit akan membengkak menjadi plumpy atau kenyal dan memantulkan cahaya secara efektif. Jika air mengalir keluar dari sel kulit kemudian akan menjadikan kulit dehidrasi dan dapat mengerut, yang menyebabkan kulit terlihat kusam atau wajah terlihat kurang bersemangat. Bayangkan sel-sel kulitmu adalah balon air mini. Dalam keadaan tersehat, balon penuh air, keras, melenting, kenyal, plumpy dan memantulkan cahaya.

Sekarang bayangkan balon mini ini memiliki kebocoran kecil di mana airnya terus-menerus terlepas. Apa yang terjadi pada balon? Balon akan kehilangan bentuknya yang bulat, tidak plumpy dan karena air semakin merendah, balon mengerut dan menjadi kusam.

Bahkan jika kita menemukan kebocoran dan menambalnya, kulit masih membutuhkan “infus” tambahan air segar untuk mengisi kembali apa yang hilang. Selain itu, perlu dukungan untuk menahan air agar tidak terjadi kebocoran lagi.

Nah disinilah hydrator kulit masuk ke perawatan kulit kita, alias kita butuh hydrator atau produk yang fungsinya untuk menghidrasi kulit.

di bawah ini adalah contoh hydrator

hydrator alami

Bahan yang Melembabkan Kulit
Pilihan yang jelas dan mendasar untuk masalah hidrasi kulit adalah dengan meningkatkan kelembaban di udara di sekitar kulit. Kita dapat meningkatkan level air di udara di sekitar kita dengan pelembab udara, mist. Pengambilan kelembaban eksternal lainnya adalah dengan cara eksfoliasi kulit untuk membantu mengisi kembali kulit yang dehidrasi.

Penting untuk dicatat bahwa jika kulit dalam kondisi yang buruk maka akan sulit menahan air dan kamu akan segera merasa dehidrasi sekali lagi. Untuk membantu kulit menahan air, humektan datang untuk menyelamatkan kulitmu.

Apa itu Humektan?
Humektan adalah zat yang menyerap air dari udara atau lapisan kulit di bawahnya dan menarik molekul-molekul itu ke permukaan kulit. Ini memungkinkan kulit mempertahankan kelembaban dan dapat membantu bahan perawatan kulit topikal lainnya agar bekerja lebih baik. Beberapa humektan alami diantaranya lidah buaya, madu, dan hyaluronic acid.

Hyaluronic acid sangat istimewa karena dikenal mampu menahan 1.000 kali beratnya dalam air, secara efektif membuat kulit kenyal plumpy dan membantu menjaga kadar air dalam sel-sel kulit. Kulit kita sudah memiliki hyaluronic di dalamnya tetapi kadar ini akan berkurang seiring dengan paparan kulit terhadap sinar matahari dan usia sehingga penting untuk mengisi bahan yang mengandung air ini untuk kesehatan dan kecantikan kulit yang optimal.

Untuk mendapatkan kulit yang terhidrasi dengan baik, penting untuk memasukkan hal-hal di atas dalam perawatan kulit harianmu.

3 Cara untuk melembabkan kulit Anda
1. Minumlah banyak air
Jika kamu minum kafein atau alkohol, minumlah lebih banyak air. Saya menemukan bahwa saya memerlukan aplikasi untuk membantu tercukupi konsumsi air saya. Sesederhana membuat tanda minum air untuk dilingkari di planner harian.

2. Gunakan Mist ke wajah
Bawalah sebotol kecil hydrosol di tasmu untuk melembabkan wajah sepanjang hari kapanpun terasa dibutuhkan. 

Catatan: Hindari hydrosol atau mist yang mengandung alkohol. Ini dapat mengeringkan kulit dan justru berbalik dengan tujuan dari peningkatan hidrasi ini.

3. Gunakan Serum atau pelembab ringan setiap hari

MOISTURISING
Jika kamu mengonsumsi air secara teratur, kamu sudah melakukan tip hidrasi di atas, dan kulitmu masih kering, bersisik, terasa kencang atau kusam, maka kamu mungkin perlu meningkatkan penggunaan pelembab.

Kulit kering, kusam, kencang berarti kulitmu tidak menghasilkan cukup sel lipid sendiri. Ingat balon air kecil dengan kebocoran lambat? Nah, kebocoran itu terjadi ketika kelembaban minyak kulitmu tidak pada tingkat optimal.

Apa itu pelembab?
Pelembab penggambarannya adalah alat yang dapat menutup kebocoran dan mencegah kulit kehilangan air. Pelembab efektif mengunci kelembaban dan membangun penghalang pelindung kulit. Hal ini kemudian mencegah hilangnya air dan pada akhirnya menjaga kulit tetap lembut dan halus.

Pada akhirnya semuanya kembali untuk mencegah kehilangan air dan mengisi ulang ke kebutuhan air yang paling ideal untuk kulit yang sehat dan indah. Tubuh kita terdiri dari 50-75% air tergantung pada usia, berat dan massa otot. Jadi, menjaga kadar air sangat penting bagi kesehatan kita.

Memilih pelembab yang tepat
Kemungkinan besar kamu sudah memiliki pelembab di rumah. Jika pelembabmu tidak berhasil, itu mungkin karena pelembab tersebut tidak mengandung hal yang kamu butuhkan. Ada banyak jenis minyak alami yang bisa kamu gunakan, atau formulasi face oil seperti koleksi Green Mommy Shop.

Saat menggunakan minyak sebagai pelembab , saya sarankan mencari formulasi campuran yang terbaik.

moisturizer alami

Hydrator vs moisturizer?

Seperti yang telah kalian pahami, hydrator dan pelembab memiliki peran dasar yang sama dalam perawatan kulit. Keduanya bertujuan untuk menjaga kadar air di kulitmu optimal. Namun, mereka mencapai hal tersebut dengan sangat berbeda dan keduanya dibutuhkan.

Ketika pelembab dikombinasikan dengan hydrator disetiap harinya, kulitmu dapat mempertahankan tekstur yang kenyal, plumpy dan menarik yang menarik air ke dalam sel-sel kulitmu dan membentuk lapisan pelindung yang kuat untuk mengunci kelembapan. Ketika kulit didukung oleh kedua fungsi ini secara optimal, kulit akan menjadi bersinar dan, yang paling penting, fungsi kulit yang sehat adalah hasilnya.

Manfaat Peppermint Essential Oil

Peppermint Essential oil adalah satu-satunya essential oil yang memberi efek mendingingkan dan menyegarkan seperti Es!. Minyak Peppermint adalah salah satu essential oil yang paling banyak digunakan karena manfaatnya untuk tubuh dan pikiran. Baunya yang tajam dan efek dramatis yang dimilikinya membuat minyak ini menjadi salah satu minyak untuk P3K banyak keluarga. Manfaatnya mulai dari untuk mengatasi gigitan serangga, untuk membantu melancarkan pernafasan, menghilangkan pegal otot, hingga untuk menyegarkan aroma mulut.

Detail Produk
Nama Botani: Mentha peperita
Cara Ekstrasi:Distilasi Uap
Bagian yang didistilasi: Daun
Warna Cairan: Bening ke kuningan
Tingkat Kekentalan: Encer
Profil Aroma & Campuran untuk Peppermint Essential Oil
Perfumery Note: Top
Aroma: Segar, rasa mint, kuat-tajam, dingin, rempah, rumput
Kekuatan Aroma: Keras ? Kuat
Cocok dipadukan dengan: Lavender, lemon, jeruk nipis, cacao, geranium, eucalyptus, tea tree, frankincense.

Keamanan Penggunaan Peppermint Essential Oil
Tidak beracun, tidak mengiritasi, bisa membuat kulit menjadi sensitif karena kandungan menthol yang tinggi. Tidak boleh dikonsumsi. Hati-hati jika digunakan selama masa hamil (pastikan selalu menggunakannya dalam jumlah yang sedikit dan diencerkan terlebih dahulu dengan carrier oil/minyak pembawa). Karena kandungan menthol memiliki kemampuan mendinginkan kulit/tubuh, penggunaan pada anak dibawah usia 5 tahun harus dibatasi dan essential oil ini harus dilarutkan terlebih dahulu. Saran penggunaan untuk anak dibawah 5 tahun adalah 1-2%.

Manfaat secara umum: Mendinginkan dan menenangkan. Usapkan 1 tetes peppermint essential oil ke bagian yang gatal, jerawat yang terinflamasi, bagian leher atau kepala yang tegang. Hirup untuk memberikan efek menyegarkan dan membangkitkan semangat juga meningkatkan tingkat konsentrasi.

Manfaat secara Tradisional, mental, fisik & emosional: Minyak peppermint terkenal sebagai minyak untuk membantu masalah mabuk perjalanan termasuk mual dan morning sickness pada ibu hamil. Membantu mengatasi masalah pencernaan, menenangkan kulit yang terinflamasi, menstimulasi pikiran, meningkatkan konsentrasi dan ketajaman berpikir, menstimulasi pertumbuhan rambut, menyeimbangkan kulit berminyak, membantu mengobati ruam, mengurangi pegal otot juga menenangkan kulit yang terbakar sinar matahari.

Peppermint seringkali digunakan pada produk perawatan mulut dan gigi, untuk menyegarkan mulut dan membantu mengatasi masalah bau mulut.

Cara Menggunakan Peppermint Essential Oil
Diffuser: Gunakan disaat kamu butuh semangat extra atau menjernihkan pikiran.

Untuk menjernihkan pikiran: 3 tetes peppermint essential oil, 5 tetes jeruk nipis essential oil untuk diffuser atau tuang 1-2 tetes pada sapu tangan untuk dihirup.

Untuk penggunaan multifungsi: campurkan 5-10 tetes peppermint essential oil ke 30ml carrier oil untuk berbagai kegunaan seperti, inhalasi/dihirup, untuk kulit yang terbakar sinar matahari, untuk anti serangga, dll.

Untuk campuran air mandi: campurkan 3-5 tetes essential oil ke 1 sdm sabun cair atau shampo cair atau aloe vera gel atau carrier oil. Atau dengan perbandingan 1-4% essential oil ke bahan pembawa.

Fakta unik tentang Peppermint Essential Oil
Jenis tanaman mint sangat banyak, diantaranya; spearmint, chocolate mint, pepermint, dll. Tanaman ini pertama kali dicatat dalam sejarah, sekitar 1000BC ketika ditemukan pada makam-makam di turki. Mint juga terkenal sepanjang sejarah mulai dari Eropa, Cina hingga ke Jepang. Tanaman ini terkenal untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan seperti Mual, pusing, sakit gigi, kram, tenggorokan gatal, batuk, masalah pencernaan hingga jerawat.

Perlu diperhatikan, bahwa hasil distilasi dari batch ke batch tidak akan persis sama, karena perbedaan musim dan komponen tanah tempat akar wangi ini ditanam.

Bertransisi ke Deodoran Alami Seri 2

Banyak orang bertransisi dengan mulus (baca: tanpa masalah) ke deodoran alami sementara yang lain mengalami periode penyesuaian.

Bagian 1 dari bahasan ini membahas kemungkinan penyebab iritasi yang mungkin dialami beberapa orang ketika beralih dari antiperspiran / deodoran konvensional ke deodoran alami.

Bagian 2 ini akan memberikan beberapa saran untuk membantu atas perubahan yang mungkin kamu alami saat beralih ke deodoran alami.

Beralih ke deodoran alami mungkin memerlukan sedikit usaha dan kesabaran ekstra untuk beberapa orang, tetapi pada akhirnya, ketika kamu menemukan deodoran alami yang cocok dan efektif untukmu dan kamu merasa senang menggunakannya, usahamu tidak sia-sia jadinya

Saya akan memberi saranan berdasarkan kategori di bawah ini:

1. Penyesuaian ketiak (jangka waktu)
2. Langkah Pertama (berurusan dengan peningkatan jumlah keringat atau bau)
3. Aplikasi Deodoran
4. Bercukur
5. Baking Soda
6. Memilih Deodoran yang Tepat


1.Penyesuaian ketiak
Penyesuaian-Deodoran Alami ke badan kita dipandang oleh tubuh sebagai perubahan yang akan menganggu meski perubahan yang akan kita buat itu adalah yang positif. Tetapi tubuh seringkali akan menolak perubahan tersebut. Ini sama seperti jika kita mengubah cara merawat wajah, kita mungkin akan mengalami breakout sebelum produk mulai bekerja. Seringkali tubuh kita butuh waktu untuk menyesuaikan dan menerima perubahan.

Kami berharap dengan mengetahui apa yang akan terjadi, ini akan membantumu untuk mempersiapkan waktu beberapa minggu penyesuaian saat kamua beralih ke deodorant alami sebagai pilihan hidup yang lebih sehat dan ramah lingkungan.

Sementara itu, jangka waktu untuk penyesuaian akan berbeda untuk setiap orang tergantung pada chemistry tubuh kita, berikut ini adalah skenario yang biasanya terjadi.

MINGGU 1
Kamu memutuskan untuk berhenti menggunakan deodoran komersial atau antiperspirant. Di Amerika Serikat, FDA mengklasifikasikan antiperspiran sebagai OBAT bebas. Jika kamu telah menggunakan antiperspirant selama bertahun-tahun, kelenjar keringatmu pasti akan mengharapkan untuk itu terus digunakan, bahasa lainnya “nagihin”.

Di awal pemakaian biasanya semua berjalan dengan baik. Kamu bisa berakfitas seperti biasa berhari-hari bahkan berminggu-minggu tanpa memperhatikan banyak perbedaan antara antiperspiran dan deodoran alami yang sedang kamu pakai. Sekarang kamu jadi berpikir, WOW deodorant ini hebat! Deodoran alami ternyata benar-benar berfungsi!

MINGGU 2
Dalam beberapa hari setelah kamu memberhentikan penggunaan, populasi bakteri ketiak mulai berubah. Ketika bakteri baru mulai berkoloni kamu mungkin akan melihat peningkatan dan perubahan bau ketiak.

Jika produk yang kamu gunakan adalah antiperspirant, dimana produk ini menghentikan kelenjar keringat agar tidak berfungsi secara normal, maka tidak ada lagi bahan kimia yang mencegah kamu berkeringat. Tubuhmu kemudian akan sering tapi untuk sementara waktu meningkatkan produksi keringat ketika kamu menghentikan antiperspiran.

Nah disinilah, seringkali karena peningkatan sementara keringan dan perubahan bau badan, kemudian orang menyerah menggunakan deodorant alami dengan anggapan bahwa deodorant alami tidak berfungsi.

Deodoran alami adalah produk yang sama sekali berbeda formulasinya dari deodoran konvensional atau antiperspiran. Kesabaran adalah kuncinya. Kamu harus memberikan waktu pada tubuhmu untuk bertransisi.

Ingat, peningkatan bau dan / atau keringat BUKAN akibatketiak mengeluarkan racun!

Ketahuilah bahwa jika kamu kembali ke antiperspiran atau deodoran lama ketika kamu kemudian memutuskan untuk mencoba deodoran alami lagi, ketiakmu sekali lagi akan perlu waktu untuk beradaptasi “lagi.”

MINGGU 3
Komunitas bakteri di bawah lenganmu akan terus berubah karena mikrobioma bakteri ketiak kembali menyeimbangkan ke normal “barunya.”

Kamu harus memperhatikan masalah bau yang mulai berkurang dan tingkat keringat mulai normal.

MINGGU 4
Microbiome ketiakmu sudah kembali ke tempatnya dan tubuhmu seharusnya sudah menyesuaikan diri dengan deodoran alami.

Jika kamu masih mengalami iritasi, bisa jadi itu adalah soda kue, tetapi bisa juga salah satu bahannya. Anda bisa peka terhadap suatu bahan meskipun itu alami. Patch tes dapat membantu mengetahui sensitivitas atas bahan.

Mohon dipahami bahwa – menggunakan terlalu banyak deodoran sering menjadi penyebabnya.
Jika kamu menggunakan deodoran dengan minyak atsiri/essential oil, cobalah deodoran yang tidak mengandung aroma perfume sintetis atau bahan sintetis tambahan
Coba formulasi yang berbeda – kami memiliki 5 resep deodoran yang berbeda: powder/bubuk, cream, semprot, roll on dan padat

Harap dicatat: kulit yang terasa terbakar, gatal, atau ruam adalah tanda bahwa produk ini tidak kompatibel dengan kulitmu. Ini TIDAK berarti bahwa kamu akan menjalani detoksifikasi atau perlu membeli peralatan “detoks” untuk “mengeluarkan racun.” Jika tampaknya tidak ada yang membantu, harap hentikan penggunaan.

Jika kamu kesulitan untuk melewati fase penyesuaian, saya harap informasi di bawah ini akan membantu.

Mengapa Perlu hingga Empat Minggu untuk Menyesuaikan?
Dalam sebuah studi yang berjudul “Deodoran dan Antiperspiran Mempengaruhi Komunitas Bakteri Aksila” yang diterbitkan pada 2014 di Archives of Dermatological Research oleh Chris Callewaert, dkk., Para peneliti menemukan bahwa beberapa bahan dalam deodoran dan antiperspirant sebenarnya dapat “bertahan di kulit ketiak”. hingga tiga hingga empat minggu setelah penggunaan. “Mereka mencatat bahwa beberapa bahan kimia itu hanya akan hilang sepenuhnya ketika kulitmu benar-benar memperbarui dengan pergantian sel kulit normal, yang memakan waktu sekitar empat minggu pada orang dewasa. Seiring bertambahnya usia, siklus regenerasi kulit ini akan melambat.

Seperti yang saya sebutkan di Bagian 1 seri ini, para peneliti juga menemukan bahwa orang yang menggunakan antiperspiran, dan bahkan beberapa deodoran, memiliki jumlah bakteri yang lebih banyak di daerah ketiak. Menurut Dr. Callewaert, “keragaman yang lebih tinggi berkorelasi dengan lebih banyak bau tidak sedap.” Dengan kata lain, semakin banyak jenis bakteri yang hidup di ketiakmu maka, semakin besar dan tidak berbau sedap ketiakmu jadinya.

Sederhananya, ketiakmu hanya membutuhkan waktu untuk mikrobioma alami ketiak untuk membangun kembali dirinya.

2. Langkah pertama
Deodorant Alami

Jelasnya pertama kamu harus berhenti menggunakan antiperspiran atau deodoran lamamu.

Dari hasil menelaah customer kami menemukan bahwa tidak menggunakan deodoran, setidaknya selama beberapa hari (lebih lama akan lebih baik) sebelum beralih ke deodorant alami akan sangat membantu.

Jika memungkinkan, mulailah transisi menggunakan deodorant alami selama cuaca dingin seperti di musim hujan atau musim panas yang dingin ketika kamu lebih jarang berkeringat dan tubuh lebih dingin suhunya. Atau coba diakhir pekan kala kamu tidak beraktifitas aktif di tempat umum yang bisa membuatmu khawatir akan bau.

Kamu TIDAK perlu membeli produk “DETOX KETIAK”. Produk-produk seperti ini tidak akan mempercepat transisimu.

Cuka: Sementara cuka dapat membantu menghilangkan bau, begitu juga sabun dan air. Tapi jika ketiakmu iritasi, penggunaan cuka akan membuat iritasimu perih dan terasa terbakar.

Lulur/Eksfoliasi: Pengelupasan sel kulit mati di ketiak akan membantu menghilangkan sisa kulit mati dan bakteri yang terperangkap di area ketiak. Namun, ini bisa mengiritasi kulitmu. Jika kamu membersihkan ketiak dengan menggosoknya dengan handuk saja, sel kulit mati akan terkelupas tanpa membuat iritasi ekstra.

Selain itu, setiap produk baru yang ditambahkan ke area ketiakmu mulai dari deodorant alami, masker ketiak, scrub, cuka, dll dapat mengubah jenis dan jumlah bakteri dan memperpanjang periode penyeimbangan kembali ketiakmu.

Satu-satunya “detoksifikasi” yang kamu butuhkan adalah berhenti menggunakan antiperspiran dan deodoran sintetis.

Close-up Of A Woman With Hyperhidrosis Sweating Very Badly Under Armpit

Meningkatkan Produksi Keringat
Jika kamu merasa lebih banyak berkeringat artinya itu hal yang baik. Produk Antiantiperspiran memblokir pori-pori dan memerangkap keringat, yang sebenarnya bukan yang kamu inginkan. Deodoran alami akan memungkinkan ketiakmu melakukan apa yang dirancang untuk dilakukan oleh mekanisme alami ketiak yaitu – berkeringat.

Intinya – ketika kamu merasa panas, kamu akan berkeringat, juga ketika merasa gugup atau cemas, kamu akan berkeringat – dan ketika stres, keringatmu akan berbau lebih buruk daripada keringat biasa.

Berikan satu atau dua minggu untuk masa ini dan peningkatan keringatmu akan menjadi seimbang dengan sendirinya. Tetapi perlu diperhatikan bahwa peningkatan sementara ini dapat menyebabkan radang keringat atau iritasi kulit lainnya.

Beberapa Hal Untuk Membantu:
Body Powder Alami
Jaga lipatan kulit sekering mungkin
Bedak: Oleskan sedikit bedak seperti pati garut atau pakai Granny Body Powder atau bedak GMS lainnya.
Meskipun bubuk tidak akan mencegahmu dari berkeringat, bedak akan menyerap kelembapan untuk membantu mengurangi gesekan dan iritasi
Jauhi bubuk yang dibuat dari tepung jagung yang dapat meningkatkan pertumbuhan ragi dan memperburuk ruam terutama selama masa transisi dimana keringat menjadi lebih basah daripada biasanya
Pakaian: Kain yang terbuat dari serat alami seperti katun, linen, wol, bambu, dan kain rami jauh lebih baik dalam menghilangkan kelembaban daripada pakaian sintetis
Jangan mengenakan pakaian ketat: Lengan yang longgar akan membuat area ketiak bernapas
Bila mungkin, kenakan sesuatu tanpa lengan untuk memungkinkan area tersebut mendapatkan udara segar.

Peningkatan bau pada masa transisi
Seperti yang saya bahas di seri 1, kamu mungkin mengalami peningkatan sementara atau perubahan bau ketiak saat populasi bakteri ketiak mulai berubah.

Beberapa saran:
Bersihkan/cuci ketiak
Jaga ketiak tetap kering untuk membantu mencegah pertumbuhan bakteri
Mencuci: Menyabuni dan mencuci ketiak secara menyeluruh dengan waslap atau spons tubuh untuk mengangkat kulit mati, keringat yang terperangkap, dan bakteri yang menyebabkan bau badan (terutama selama musim kemarau, setelah berolahraga atau hari yang sangat menegangkan)
Hidrasi: Minumlah banyak air yang memiliki efek mempermudah dan mengencerkan keringat untuk membantu mengurangi bau
Pakaian: Kain yang terbuat dari serat alami seperti katun, wol, bambu, dan kain rami memiliki lebih sedikit bau dan lebih bersih dari pada sintetis
Diet: Beberapa makanan benar-benar dapat meningkatkan bau badan jadi ubahlah diet Anda untuk sementara waktu. Menurut Berkeley Wellness dari University of California, beberapa makanan ini termasuk brokoli, kol, kembang kol, bawang, bawang putih, daging merah, makanan berlemak, dan alkohol.
Konsumsi makanan nabati

Applying cream after depilation. Depilation of armpits with sugar paste. Shugaring

3. Cara menggunakan deodorant alami
Colek deodorant dengan menggunakan jari.

Ketika kamu membuat perubahan dari sesuatu yang telah kamu lakukan untuk waktu yang lama, kamu mungkin menemukan bahwa rutinitas baru itu membuat canggung.

Beberapa hal yang perlu diingat:
Deodoran alami mungkin terasa lebih keras untuk dikeluarkan dari wadah terutama disaat musim hujan/cuaca lebih dingin.
Jangan menggoleskan ke ketiak dengan keras karena dapat menyebabkan iritasi
Deodoran GMS paling baik digunakan ketika ketiak bersih dan tubuh hangat dan kering seperti sehabis mandi.
Jika ketiakmu lembap, minyak alami dalam deodoran dapat menjebak air di sebelah kulit yang dapat menyebabkan iritasi.
Formula kami akan melunak setelah kontak dengan panas tubuh. Biarkan kehangatan alami tubuh mu untuk melembutkan deodoran agar aplikasi lebih merata.
Sabar
Pemanasan tubuh secara alami membantu mencegah gesekan gesekan yang dapat menyebabkan iritasi pada area ketiak.
Jumlah: Deodoran alami tidak perlu dioleskan sebanyak seperti deodoran konvensional
Gunakan jauh lebih sedikit daripada yang kamu butuhkan.
Menggunakan terlalu banyak deodoran alami, terutama yang mengandung baking soda, akan meningkatkan kemungkinan iritasi
Menggunakan terlalu banyak deodoran juga dapat menyebabkan residu pada pakaianmu.

Tekstur Deodoran Alami akan berubah secara musiman dengan perubahan suhu. Deodoran secara alami akan lebih lembut dan lebih mudah diaplikasikan dalam suhu yang lebih hangat.

Dalam cuaca yang lebih dingin, kamu mungkin perlu menghangatkan deodoran di kulitmu untuk waktu yang lebih lama agar suhu tubuhmu bisa melembutnya untuk akhirnya mudah diaplikasikan.

Menggunakan Coconut Deodorant
Sangat penting untuk menghangatkan deodoran dengan menggosokkannya dengan ringan di antara ujung jari atau dengan meletakkannya di ketiakmu.

Membiarkan kehangatan alami tubuh untuk melembutkan deodoran bisa membantu menciptakan aplikasi yang lebih halus dan seragam.

Kemudian oleskan coconut deodorant dengan lembut ke kulitmu sampai tidak terlihat lagi. Jumlah seukuran kacang polong mungkin cukup untuk kedua lengan.

Apapun jenis deodoran yang kamu pilih. . . bersabarlah, biarkan dia hangat dulu dan kemudian oleskan secara lembut.

4. Iritasi Bercukur
Ketiak manusia menghadirkan banyak tantangan untuk bercukur. Kulitnya sangat halus, pisau cukur tidak nyaman sesuai dengan bentuknya yang seperti gua, dan lokasinya membuat sulit untuk melihat apa yang kamu lakukan.

Berikut cara meminimalkan iritasi atas penggunaan alat cukur:
Selalu gunakan pisau cukur yang baru dan bersih
Jangan pernah mencukur dengan pisau tumpul
Pisau cukur tua kusam dapat menampung bakteri
Gunakan sebatang pelembab, sabun atau minyak alami untuk menambahkan slip ke pisau cukur
Oleskan pelembab ringan setelah bercukur

Tidak peduli seberapa berhati-hatinya kamu mencukur, pisau cukur menyebabkan robekan mikroskopis pada kulit ketiak yang halus. Akibatnya, mengoleskan deodoran langsung setelah bercukur bisa membuat iritasi, bahkan ketika menggunakan deodoran alami.

Meskipun banyak situs web tentang deodoran akan memberi tahumu untuk menunggu 10 hingga 30 menit, kami sarankan mencukur di malam hari dan menggunakan deodoran di pagi hari. Hal ini akan mngizinkan ketiakmu untuk beristirahat, memperbaiki, dan menyembuhkan dalam semalam dapat membantu mencegah iritasi.

5. Baking Soda
Sementara banyak orang menggunakan baking soda pada deodoran tanpa masalah, beberapa orang lebih sensitif terhadap baking soda, terutama di daerah itu – saya membahas “mengapa” di Bagian 1 blog ini.

Jadi, mengapa kami menggunakan baking soda di beberapa deodoran kami?
Karena Baking Soda berfungsi dengan baik untuk menghilangkan bau.

Bagi sebagian orang, iritasi hanya terjadi selama periode transisi berkeringat yang meningkat. Bagi sebagian orang, ketiakmu hanya perlu waktu untuk menyesuaikan diri dengan baking soda. Bagi yang lain, hanya ada kepekaan terhadap jumlah baking soda.

Di atas saya menyarankan untuk tidak menggunakan deodoran selama beberapa hari – atau selama mungkin. Ketika microbiome di ketiakmu berubah dan produksi keringat meningkat, mungkin juga ada perubahan sementara dalam pH keringatmu.

Tunggu sebentar sebelum mulai menggunakan deodorant berbahan baking soda. Jika kamu segera mulai menggunakan deodoran alami yang mengandung baking soda dan menyebabkan iritasi, kamu tidak akan tahu apakah itu benar-benar sensitivitas jangka panjang atau hanya sensitivitas karena perubahan iklim mikro ketiak selama periode penyesuaian.

Jika kamu khawatir tentang sensitivitas baking soda atau sudah mengalami iritasi ketika pertama kali mengganti deodoran, mulailah dengan atau beralih ke, deodorant tanpa baking soda atau creme deodoran yang mengandung baking soda sangat sedikit.

Jika kamu sudah melewati periode penyesuaian alami dan masih mengalami iritasi yang kamu yakini disebabkan oleh baking soda – berikut adalah beberapa saran dari kami:
Oleskan deodoran pada kulit bersih
Cuci ketiak sebelum aplikasi dengan sabun lembut yang membersihkan tanpa menghilangkan minyak alami.
Pastikan area ketiak kering sebelum aplikasi karena jika tidak basah bisa terjebak di bawah bahan pelembab dan menyebabkan iritasi
Cuci ketiak sebelum tidur agar kulit bersih dan baking soda tidak menempel di kulit sepanjang malam
Sangat penting – biarkan deodoran menghangatkan kulitmu sebelum menggunakannya untuk mengurangi gesekan
Bercukur di malam hari

Jika kamu mengalami iritasi, berikan ketiak beberapa hari untuk beristirahat
Pertimbangkan untuk mengganti varian deodorant alamimu, tersedia banyak pilihan di Green Mommy Shop

Jaga agar kulit ketiak lembut dan lembab
Banyak orang menemukan bahwa menggunakan pelembab yang sangat ringan setelah bercukur, sebelum tidur, dan setelah mandi mencegah kekeringan, mengurangi gesekan dan membantu menjaga ketiak yang sehat.
Melembabkan beberapa menit sebelum menerapkan dedorant tidak hanya melembabkan dan mengurangi gesekan tetapi juga menciptakan sedikit penghalang pada kulit.
Kamu tidak memerlukan produk atau salep khusus – minyak kelapa murni atau minyak nabati lainnya bisa jadi pelembabmu, bisa juga kamu menggunakan facial oil yang dimiliki.
Jauhi lotion pelembab dengan minyak pewangi atau bahan sintetis lainnya
.

Harap diingat bahwa jika sensitivitas atau iritasi berlanjut atau menjadi sakit, harap hentikan penggunaan.
Berikan waktu istirahat pada ketiak dan kemudian coba beralih ke deodoran creme atau non baking soda.

6. Pilih Deodoran yang Tepat untukmu
Menemukan deodoran alami yang “tepat” seringkali merupakan bagian yang paling sulit dalam transisi.

Salah satu komentar pertama yang sering saya dengar dari orang-orang adalah, “Deodoran alami TIDAK bekerja!” Ide bahwa deodoran alami “tidak berfungsi” dapat berarti berbeda bagi orang yang berbeda. Jadi, saya langsung bertanya, “Apa masalahnya? Apakah tidak membantu dengan bau? … Apakahsulit digunakan?”

Tidak ada dua orang yang memiliki kimia tubuh yang sama, jadi yang bekerja untuk satu orang mungkin tidak bekerja untuk orang lain. Jika kamu sudah mencoba deodoran alami dan tidak menyukai “mereka,” itu tidak berarti bahwa semua deodoran alami akan memberikan hasil “buruk” yang sama.

Juga, semua deodoran alami TIDAK diciptakan sama. Baca bahannya. Banyak “deodoran alami” masih mengandung pewangi sintetis dan bahan-bahan lain yang tidak sehat. Saya tidak bisa cukup menekankan betapa pentingnya untuk selalu membaca dan meneliti label bahan sehingga kamu tahu apa yang sebenarnya ada di dalam produk.

Cek komposisi. Bahan apa yang tampaknya bekerja lebih baik untukmu. Adakah bahan umum dalam deodoran atau produk perawatan kulit lain yang menyebabkan kepekaan?

Cobalah setiap deodoran selama beberapa minggu, karena tubuhmu butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Ketahuilah bahwa mungkin perlu beberapa eksperimen sebelum menemukan deodoran alami yang tepat untukmu.

Jika kamu memiliki kulit yang sangat sensitif, kami sarankan untuk melakukan patch test.

Mungkin perlu beberapa usaha untuk beralih, tetapi tolong jangan biarkan itu menghentikan kamu dari mencoba.

Catatan: Ingat, lakukan apa yang benar untuk kulitmu. Jika kamu memiliki ruam yang menetap atau memburuk, silakan mencari saran medis, karena ruam ketiak dapat menjadi gejala kondisi yang lebih serius dan dapat menyebabkan infeksi.

Penyebab Ruam Ketiak “Seputar Masa Transisi Ke Deodorant Alami Bagian 1

Berganti dari produk antiperspirant atau deodorant komersial ke yang alami itu bisa unik perjalanannya dan pastinya pengalaman setiap orang akan berbeda dari satu sama lainnya.

deodorant yasmeen.jpg

Seperti halnya mengganti produk kecantikan wajah atau rambut dari komersial ke alami, rata-rata orang pasti agak enggan melakukannya. Kamu tidak sendiri!

Pada kenyataannya kebanyakan orang yang menganjurkan untuk hidup selaras alam punya kesulitan untuk mengganti deodorant mereka meski mereka juga inggin sekali mengganti deodorant komersialnya ke produk yang ramah lingkungan dan non toxic.

Dari pengalaman Green Mommy Shop selama hampir 1 dekade banyak orang yang dengan mudahnya beralih ke deodorant alami tanpa merasakan ketidaknyaman ketika berganti produk sama sekali dan ada juga sebagian kecil orang yang merasakan adanya masa transisi.

Untuk yang membaca tulisan ini artinya kamu sudah mengetahui dan akan mengantisipasi kemungkinan apapun ketika bertransisi ke produk alami.

Pastikan untuk diingat bahwa setiap dari kita adalah individu yang unik dan berbeda yang artinya tubuh kita akan bereaksi berbeda terhadap apa yang kita pakai dan itu.

Masa penyesuaian/transisi ke deodorant alami dan kemungkinan iritasi atau ruam yang mungkin akan muncul ketika bertransisi dari antiperspirant komersial atau deodorant non alami komersial.

Saya pribadi terakhir kali menggunakan sekelas deodorant (tepatnya body cologne ke area ketiak) ketika kuliah sekitar 20 tahun yang lalu.

Kalau ditanya kenapa berubah menggunakan pengharum alami untuk area ketiak dengan fungsi seperti deodorant. Jawaban saya, kenapa tidak? Mungkin juga karena Isi kepala saya sudah sangat terprogram untuk tidak rela tubuh ini dimasuki bahan yang membuat saya khawatir. Kapan-kapan saya cerita tentang riwayat kanker dan tumor payudara di keluarga saya. Karenanya untuk menggunakan produk yang saya tahu aman itu tidak bisa saya kompromikan. 

Kami punya banyak customer yang dengan kondisi kulit sensitif sukses menggunakan deodorant alami. Jadi kuncinya ada paka body chemistry kita masing-masing.

Hingga hari ini kami sudah menjual ribuat deodorant dalam kurun waktu hampir 1 dekade dan disaat yang sama kami menerima sangat sangat sedikit kurang dari 1% feedback tentang iritasi, dan meski seperti itu kenyataannya, hal ini lumayan membuat kami juga sedih dan bikin frustasi.

Cerita untuk feedback iritasi selama ini baru terjadi 2 kali (seingat saya), dan selalu ceritanya dimulai seperti ini: Kamu mencoba deodorant kami (khusus yang coconut deodorant tapi tidak yang lainnya),  dan diawal pemakaian sangat menyukai hasil yang dirasakan, mencegah aroma tidak sedap, menyerap rasa basah, terutama dicuaca Indonesia yang panas dan lembab. Tetapi setelah beberapa hari kemudian, area ketiak terasa gatal dan teriritasi dan kamu merasa terganggu dan tidak suka untuk meneruskan menggunakan deodorant alami.

Pada kenyatannya sangat sulit untuk menemukan penyebab iritasi tapi yang kamu lakukan adalah bermain menjadi DETEKTIF!.

Bahwa deodorant alami itu cocok atau tidak untukmu, seringkali bergantung pada komposisinya. Tetapi disaat yang sama baking soda sering disalahkan untuk masalah iritasi. Bisa juga iritasinya dari bahan lain yang kamu sebenarnya sensitif terhadapnya.

Bukan itu saja, bisa juga tergantung pada jenis bakteri yang hidup di kulitmu dan body chemistrymu sendiri yang akan bergantung juga pada genetikamu, jenis kelamin, usia, etnik, lifestyle, keseimbangan hormon, kesehatan, obat-obat yang kamu konsumsi, bahkan produk yang sebelumnya kamu pakai termasuk juga pakaian yang kamu pakai.

Inilah kenapa deodorant yang cocok untuk 1 orang belum cocok untuk orang lainnya.

Sekarang ayo kita bereksplorasi untuk mencari penjelasan yang dimungkinkan atas penyebab iritasi dan ruam pada ketiak akibat pemakaian deodorant alami:

1. Mencukur rambut ketiak

2. Pengaplikasian deodorant

3. Penyesuaian ketiak

4. Baking soda

5. Contact Dermatitis karena berbagai penyebab

6. Kulit teriritasi karena gesekan entah itu karena garukan, pakaian, dll.

Kemungkinan penyebab iritasi:

1. Mencukur rambut ketiak
Pernahkah kamu menggunakan deodoran tepat setelah bercukur dan merasakan sensasi terbakar atau menyengat yang mungkin terasa gatal sepanjang hari? Ketiakmu adalah area tubuh yang sangat sensitif dan pisau cukur menyebabkan robekan mikroskopis,sebenarnya ada luka terbuka kecil pada kulit ketiak yang halus ketika kamu bercukur.

Pengaplikasian deodoran langsung setelah bercukur bisa mengiritasi, bahkan ketika menggunakan deodoran alami.

Meskipun rata-rata saranan menggunakan deodorant setelah bercukur adalah dengan menunggu setelah 10 menit atau lebih, kami sarankan mencukur di malam hari sebelum tidur untuk memungkinkan ketiak beristirahat, memperbaiki, dan menyembuhkan selama semalaman sebelum menggunakan deodoran. Atau tunggu setelah 24 jam kemudian. (hmm saya pikir kenapa tidak ada keluhan sama sekali di keluarga kami, karena memang kami tidak pernah menggunakan deodorant langsung setelah bercukur).

2. Pengaplikasian Deodorant

Apa bahan-bahan pada deodorantmu?
Percaya atau tidak, produk sesederhana deodorant alamipun bisa mempengaruhi kemungkinan iritasi.

Menggosok deodorant terlalu keras, mengoleskan terlalu banyak atau mengoleskan pada kulit basah dapat membuat pengalaman menggunakan deodorant alamimu menjadi dipertanyakan.

Formulasi deodoran alami sangat berbeda dari deodran konvensional. Bahan-bahan sintetis hadir dalam deodoran komersial dan antiperspiran seperti dimetikon (bentukan silikon),  propilen glikol, polietilen glikol (PEG) dan lainnya ntuk meningkatkan kehalusan produk, feel or touch. glide, slip.

Yang artinya bahan-bahan pada deodorant komersial akan memberimu tekstur aplikasi yang sudah biasa kalian rasakan dan harapkan.

Seperti yang diharapkan, tanpa semua bahan sintetis ini, tekstur deodoran alami akan terasa berbeda selama pemakaian.

3. Penyesuaian Ketiak

Orang yang beralih dari menggunakan antiperspirant atau deodoran komersial ke deodoran alami sering diberi tahu bahwa ketiak mereka akan mengalami periode “detoksifikasi”. Bahkan ada juga lho perusahaan yang menjual produk detoks ketiak.

Penyesuaian-Deodoran Alami
Tujuan dari bagian ini adalah untuk membahas topik “detoksifikasi ketiak,” bukan untuk mengagas “detoks” secara umum. Saya salah satu orang yang sangat tidak mendukung penggunaan kata detox yang dikorelasikan dengan detox secara keseluruhan, misal kulit detox artinya detox seluruh tubuh atau detox itu dengan minum jus saja, dan makannya pakai susu rendah lemak. Definisi-definisi seperti ini sangat menyesatkan dan menjadi ilusi tersendiri untuk mencapai kesehatan maksimal dan kata-kata detox jadi punya nilai tersendiri untuk menjual produk.

Tubuh kita cukup tahan terhadap perubahan. Tubuh kita melihat perubahan sebagai gangguan dan seringkali menolak perubahan meskipun itu adalah perubahan yang positif. Ketika kita mengubah sesuatu, terutama sesuatu yang telah kita lakukan sejak lama baik itu diet, olahraga, perawatan kulit, sampo atau deodoran, tubuh kita lebih dari segalanya HANYA perlu WAKTU untuk menyesuaikan dan menerima perubahan.

Ketiak kita menyediakan kondisi yang indah bagi bakteri untuk berkembang. Sebagian besar dari kita memiliki milyaran bakteri yang hidup di setiap ketiak. Wilayah ini lembab, hangat, dan biasanya gelap dan ini adalah rumah yang sempurna untuk bakteri berkembang biak.

Penyesuaian deodoran alami
Para ilmuwan telah menemukan bahwa penggunaan jangka panjang antiperspiran akan mengubah jenis dan jumlah bakteri yang hidup di ketiak. Produk perawatan pribadi ini benar-benar mengubah seluruh microbiome di daerah ketiak (coba baca tulisan saya tentang microbitota kulit).

Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2016 melihat efek kebiasaan penggunaan antiperspirant pada microbiome ketiak. Penelitian ini dilakukan oleh para ilmuwan di North Caroline University, Rutgers University.

Para peneliti menemukan bahwa orang yang menggunakan antiperspiran, dan bahkan beberapa deodoran, memiliki jumlah spesies bakteri yang lebih besar di daerah ketiak. Ini tidak berarti bahwa itu buruk atau memiliki efek buruk pada kesehatan, hanya saja populasi bakteri sangat berbeda dari mereka yang tidak menggunakan produk ini.

“Ketiak manusia telah lama tercatat menjadi tuan rumah komunitas bakteri biomassa tinggi … dan penelitian terbaru telah menyoroti variasi antar individu yang substansial dalam bakteri ketiak. . . Satu penjelasan potensial yang jelas untuk variasi ini berkaitan dengan penggunaan produk kebersihan pribadi, khususnya deodoran dan antiperspiran. Hasilnya jelas menunjukkan bahwa penggunaan antiperspirant secara mencolok mengubah komunitas bakteri ketiak, membuat mereka lebih kaya spesies.”

Antara Ketiak Microbiome & Deodoran
Apa artinya ini bagi kamu yang ingin beralih ke deodoran alami? Karena microbiome ketiak manusia tidak hanya sangat rumit tetapi unik untuk setiap individu, sering kali sulit untuk memprediksi apakah atau tidak, atau bahkan bagaimana perubahan deodoran akan mempengaruhi dirimu.

Jadi jika kamu memutuskan untuk berhenti menggunakan deodoran komersial atau antiperspirant, yang terjadi adalah pada awalnya, semua berjalan dengan baik. Tetapi kemudian dalam beberapa hari setelah penghentian penggunaan, populasi bakteri ketiak mulai berubah.

Ketika bakteri baru mulai berkoloni, kamu kemungkinan besar akan melihat peningkatan dan perubahan bau ketiak.

tileshop.fcgi

Kelenjar Keringat Deodoran Alami
“Keringat” dari kelenjar eccrine yang sebagian besar terdiri dari air, garam dan sejumlah elektrolit lainnya tidak berkontribusi terhadap bau badan.

Ada jenis kedua kelenjar keringat, yaitu kelenjar apokrin, ditemukan di daerah yang banyak folikel rambut seperti kulit kepala, ketiak, dan selangkangan. Kelenjar ini mengeluarkan keringat berlemak yang lebih tebal yang juga mengandung protein. Sekresi tidak berbau ini dengan cepat dihuni oleh bioma bakteri yang hidup di ketiak. Bau ketiak timbul ketika enzim bakteri memecah keringat ini.

Para ilmuwan telah menentukan bahwa karena bakteri yang berbeda menghasilkan enzim yang berbeda, bakteri yang berbeda juga menghasilkan bau yang berbeda. Dengan demikian, bau ketiak kita adalah hasil dari jenis dan jumlah bakteri yang menghuni ketiak kita.

Logika seperti ini, ketika komposisi bakteri ketiak berubah, begitu pula bau ketiaknya. Tetapi sayangnya karena sebagian besar orang tidak memahami pertempuran bakteri yang terjadi di ketiak mereka, mereka sering membuang deodoran dengan anggapan bahwa deodorant tersebut tidak berfungsi.

Rata-rata akan dibutuhkan sekitar 2 hingga 4 minggu untuk ketiak mu menyesuaikan diri dengan perubahan rutin karena mikrobiota bakteri baru Anda akhirnya berada dan menetap disana (ketiak).

Sekarang setelah kamu tahu mengapa bau ketiak berubah, mohon jangan percaya jualan yang memberi tahumu bahwa peningkatan bau dan / atau keringat adalah akibat tubuhmu mengeluarkan atau membuang racun. “Detox” ketiak hanyalah periode penyesuaian normal. Dan untuk tubuhmu benar-benar terdetox butuh BUKAN detox KETIAK.

Bakteri Pada Usus
Intinya – tubuh kita perlu waktu untuk menyesuaikan diri untuk berubah dan waktu perubahan ini akan bervariasi dari orang ke orang.

Analoginya seperti ini! Pernahkah kamu mencoba mengubah pola makanmu dari junk food atau olahan junk food menjadi makanan sehat?

Jika demikian, kamu kemungkinan besar mengalami banyak masalah dengan sistem pencernaan pada awalnya. Kamu akan berpikir bahwa tubuhmu akan senang karena memakan makanan sehat, tetapi perubahan apa pun yang kamu lakukan pada dietmu juga akan memengaruhi bakteri usus. Bakteri dalam usus yang menyukai junk food sekarang sangat tidak senang yang sebenarnya dapat mensabotase upayamu untuk makan lebih baik (sehat).

Ketika bakteri baru mulai mengkoloni di usus, ketidaknyamanan ini akan hilang. Tetapi butuh kesabaran dan komitmen!

Kebalikannya juga benar. Setelah enam bulan menjalani diet sehat, kembali ke makanan olahan akan mendatangkan bencana pada bakteri yang menyukai buah-buahan dan sayuran yang mengakibatkan gangguan usus yang tidak nyaman.

4. Baking Soda
Meskipun banyak orang menggunakan deodoran dengan bahan baking soda tanpa masalah (terbukti dari hampir 1 dekade kami menjual coconut deodorant pada ribuan orang, pada kenyataannya beberapa orang sensitif terhadap baking soda ketika digunakan pada kulit ketiak yang halus. Ketiakmu adalah salah satu bagian tubuh yang paling sensitif.

Keringat manusia sedikit asam dengan kisaran pH 4 hingga 6. pH keringat bervariasi dari orang ke orang dan dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, ras, obat-obatan, diet, atau bahkan perubahan hormon yang dapat terjadi selama kehamilan, menopause, haid, dll. PH alami dari keringat seseorang sebenarnya dapat menyebabkan iritasi atau bahkan sensasi terbakar ketika dicampur dengan baking soda.

Deodarant alami dengan baking soda?
Mengapa membuat dengan baking soda?

Baking soda sedikit basa dengan kisaran pH 8 hingga 9. Jika keringatmu lebih pada sisi asam, sebenarnya mungkin ada sedikit reaksi kimia antara baking soda dan keringat asam. Pikirkan eksperimen “gunung meletus” atau ketika kita membuat campuran untuk pembersih kamar mandi antara baking soda dan citric acid atau dengan mencampurkan baking soda basa dan cuka asam. Jika keringatmu lebih asam, gunung berapi kecil ini dapat menyebabkan iritasi yang disebut “Irritant Contact Dermatitis.”

Saya telah membaca di banyak tulisan digroup wa, website, dll bahkan mendengar dari orang yang menceritakan ke saya langsung bahwa ruam setelah menggunakan deodoran baking soda selalu berarti bahwa deodoran dibuat dengan terlalu banyak kadar baking sodanya.

Meskipun saya yakin bahwa beberapa formulasi deodoran mengandung terlalu banyak soda kue, iritasi tersebut dapat berarti bahwa deodoran dibuat dengan terlalu banyak baking soda untuk KAMU dan kimia tubuh-MU! Atau mungkin komposisi bahan tidak tepat – untuk KAMUnya!

baking soda.jpg

5. Iritasi karena Ruam (dengan berbagai kondisi)

Intertrigo
Lipatan kulit yang ada dan karena area ketiak hangat, lembab dan kurang sirkulasi udara, keringat dapat menumpuk yang mengintensifkan gesekan kulit ke kulit.

Ini dapat menyebabkan area lecet berkembang menjadi ruam yang disebut Intertrigo. Intertrigo, peradangan lipatan tubuh, adalah penyebab utama ruam ketiak saat menggunakan deodoran, bukan antiperspiran.

Intertrigo adalah ruam umum yang dapat dilihat di lipatan lembab di bawah payudara atau di bawah dagu atau ketiak bayi.

Kulit yang teriritasi dan meradang ini rentan terhadap infeksi bakteri dan jamur. Jika berkembang tidak diobati, itu bisa menjadi merah dan gatal. Tentu saja, jika ruammu terinfeksi atau tidak hilang, pastikan untuk mengunjungi dokter.

Untuk mencegah intertrigo, kuncinya adalah mengurangi gesekan di ketiak.
Biang keringat panas
Bukan bayi saja yang bisa terkena biang keringat.

Panas biang keringat, kadang-kadang disebut ruam panas, ruam keringat atau dengan nama medisnya, Miliaria rubra, adalah ruam gatal kecil, timbul bintik-bintik merah yang menyebabkan sensasi menyengat atau menusuk kulit. Terkadang benjolan merah dapat berkembang menjadi serangkaian lepuh kecil.

Ini terjadi ketika keringat terperangkap di bawah lapisan kulit. Jika kamu berkeringat lebih dari biasanya, kelenjar keringatmu menjadi kelebihan beban. Hal ini menyebabkan saluran menjadi tersumbat menjebak keringat jauh di bawah kulitmu. Alih-alih menguap, keringat yang terperangkap ini mengiritasi kulit dan kulit merespons dengan menghasilkan ruam yang meradang.

Tidak seperti intertrigo, biang keringat tidak terbatas pada lipatan kulit – panas dapat muncul di mana saja dan sering ditemukan tepat di bawah lipatan ketiak. Meskipun dapat menyebar di tubuh kamu sendiri, hal ini tidak menular.

Contact Dermatitis/Dermatitis kontak
Kamu mungkin menyebutnya ruam tetapi dokter pasti menyebutnya “Contact Dermatitis“.

Kondisi ini adalah iritasi merah, gatal atau ruam yang terjadi ketika kulit bersentuhan dengan zat yang memicu reaksi. Bisa dari bahan alami dan bisa juga dari sintetis.

Ruam tidak menular, tetapi bisa sangat tidak nyaman dan dapat menyebabkan infeksi jika kamu berulang kali menggaruk daerah yang terkena atau tergesek-gesek.

Ada dua jenis utama Contact Dermatitis: Iritan dan Alergi
Gejala-gejala contact dermatitis iritan dan alergi sangat mirip yang seringkali membuat mereka sulit untuk dibedakan.

Kontak Dermatitis iritan adalah jenis yang paling umum.

Reaksi kulit non alergi ini terjadi ketika suatu zat merusak lapisan luar kulit pelindungmu dengan menghilangkan minyak permukaan yang melindunginya. Sifat dan tingkat ruam tergantung pada
berapa banyak iritasi hadir
kekuatan iritan
berapa lama iritasi tetap pada kulit.

Meskipun ruam kontak iritan biasanya muncul dalam beberapa menit hingga beberapa jam setelah kontak dengan pemicu iritasi, reaksi tergantung pada kepekaanmu terhadap iritan serta kekuatan iritan.

Ruam popok
Kontak dengan iritasi yang lemah, seperti air, baking soda, air seni (ruam popok), mungkin tidak menyebabkan gejala berkembang sampai setelah paparan berulang-ulang. Beberapa orang bahkan mengembangkan toleransi terhadap iritasi yang lemah dari waktu ke waktu. Iritasi akan sering menyebabkan kulit merah, kasar dan kering yang dapat terbakar dan menyengat.

Namun, kontak dengan iritan kuat, seperti asam kuat, alkali atau terkena cabai, akan menyebabkan reaksi langsung pada semua orang.

causes-irritant-dermatitis.png

Banyak orang bingung tentang Dermatitis Kontak Iritan dengan Dermatitis Alergi. Meskipun beberapa ruam mungkin terlihat seperti reaksi alergi, jika sistem kekebalan tubuhmu tidak terlibat, reaksi tersebut disebabkan oleh iritasi bukan alergen.

Misalnya, ruam baking soda adalah jenis dermatitis kontak iritan, ini bukan reaksi alergi. Dermatitis kontak iritan cenderung terbakar dan lebih menyakitkan daripada gatal.

Kamu akan berisiko tinggi mengalami dermatitis kontak iritan jika kamu juga menderita eksim.

Dermatitis Kontak Alergi
Dermatitis alergi dapat menjadi penyebab ruam ketiak, meskipun lebih jarang daripada dermatitis iritan.

Dermatitis alergi terjadi ketika zat yang biasanya tidak berbahaya, yang disebut alergen, menyentuh kulitmu dan menyebabkan sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan.

Dalam penjelasan yang sangat sederhana, tubuh kita secara keliru percaya bahwa sedang diserang yang menyebabkan produksi antibodi yang disebut Immunoglobulin E (IgE).

Antibodi ini menempel pada sel khusus, yang disebut sel mast yang merespons dengan melepaskan zat, seperti histamin, yang untuk alergen kulit menyebabkan ruam gatal, teriritasi atau bahkan gatal-gatal.

Biasanya pertama kali kulitmu bersentuhan dengan alergen, perlu berhari-hari agar ruam alergi muncul atau mungkin tidak ada reaksi sama sekali.

Meskipun alergen yang kuat, seperti beberapa tanaman gatal seperti jelatang/stingging nettle, dapat menyebabkan iritasi setelah paparan meski sekali saja, sebagian besar alergen membutuhkan banyak paparan untuk memicu respons alergi.

Begitu kamu alergi terhadap suatu zat, begitu kamu peka, bahkan sedikit saja dapat menyebabkan reaksi. Jika kamu terkena ruam pada kontak pertama dengan alergen, kamu mungkin telah menyentuh pelatuk alergen itu sebelumnya dan tidak menyadarinya.

Setiap orang adalah sangat unik dan akan merespon secara unik untuk bahan yang berbeda. Jika kamu memiliki kulit yang sangat sensitif atau curiga bahwa kamu alergi terhadap bahan dalam salah satu deodoran kami, selalu lakukan tes patch kulit.

6. Iritasi karena gesekan Kulit

Saya sudah membahas bagaimana keringat yang sangat asam dapat menyebabkan iritasi dengan deodoran berbahan baking soda. Tetapi bahkan tanpa baking soda, keringatmu sendiri dapat menyebabkan banyak iritasi lainnya.

Jika kamu memiliki paha gemuk bayangkan berjalan selama delapan jam dalam cuaca yang panas, lembab, dan berkeringat dengan paha telanjangmu saling bergesekan.

Beberapa dari kamu mungkin sudah meringis karena kamu pernah mengalami iritasi pada paha bagian dalam yang disebut radang.

Keringat adalah bagian normal dan sehat dari menjadi manusia! Keringat itu sendiri jernih dan tidak berbau.

Jika baru-baru ini kamu berhenti menggunakan antiperspirant, yang menghentikan kelenjar keringat agar tidak berfungsi secara normal, tidak ada yang mencegah kamu dari berkeringat. Tubuhmu mungkin sebenarnya meningkatkan produksi keringat sementara ketika kamu menghentikan antiperspiran.

Tanpa antiperspiran, ketiak akan menjadi lebih lembab. Saat kulit lembab bergerak dan bergesekan dengan dirinya sendiri, gesekan itu menghasilkan iritasi yang disebut radang. Kamu mungkin melihat bintik merah, iritasi di lipatan ketiak yang mungkin gatal, terbakar, atau tersengat.

Sisa garam yang terbentuk ketika keringat menguap dapat menambah rasa marah yang dapat menyebabkan gesekan dan radang – seperti terus menerus mengelupas ketiakmu dengan garam.

Kesimpulannya. . .
Transisi ke deodoran alami akan
berbeda untuk semua orang.

Sementara banyak orang tidak mengalami periode penyesuaian, beberapa orang mungkin melihat peningkatan dalam keringat dan peningkatan atau perubahan bau karena microbiome ketiakmu mengalami perubahan yang drastis. Saya sering memberi tahu orang-orang untuk memberikannya dua hingga empat minggu agar tubuh dapat menemukan keseimbangan alaminya dan tolong

jangan menyerah terlalu cepat.

Seperti yang bisa kamu lihat di review website kami greenmommyshop.com ada beberapa hal yang dapat menyebabkan iritasi ketiak atau ruam saat kamu beralih ke deodoran alami. Sementara beberapa reaksi hanyalah respons tubuh normal terhadap perubahan, yang lain mungkin karena sensitivitas atau bahkan reaksi alergi.

Periode penyesuaian TIDAK harus berminggu-minggu kulit merah, gatal, mentah atau menyakitkan . JANGAN PERNAH mengabaikan ruam ketiak, karena ruam yang paling sederhanapun bisa terinfeksi! Jika seseorang memberitahumu untuk mengabaikan ruam ketiak yang menjengkelkan karena itu hanyalah reaksi normal ketika ketiakmu menjalani fase “detoksifikasi”, saya tidak akan semudah itu percaya.

Tunggu tulisan bagian 2 tentang Transisi ke Deodoran Alami untuk membantumu melalui solusi untuk masalah yang mungkin muncul ketika kamu melakukan perubahan ke deodoran alami.

Informasi ini hanya untuk tujuan pendidikan dan bukan merupakan saran medis. Kami tidak mengklaim dapat mengobati, menyembuhkan, atau mencegah kondisi medis apa pun yang kamu miliki. Jika kamu memiliki ruam ketiak yang tidak kunjung sembuh, cari bantuan dokter atau tenaga kesehatan profesional.

Sumber:
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4741080/

Penyakit Sapi Gila “Mad Cow” & Kosmetik

Cerita 10 tahun yang lalu..
Dari lipstik ke bahan bakar jet, sapi menyediakan banyak manfaat untuk manusia.

Food and Drug Administration baru-baru ini mengatakan kepada para pembuat kosmetik untuk berhenti menggunakan otak dan jaringan sumsum tulang belakang dari sapi yang lebih tua dalam produk-produk seperti lipstik dan semprotan rambut untuk mencoba mencegah penyebaran penyakit sapi gila kepada manusia. Siap menerima kabar buruk? Bahan-bahan yang sama ini adalah “OK” jika mereka berasal dari sapi yang berusia kurang dari 30 bulan.

Perusahaan kosmetik menggunakan bahan-bahan hewani seperti tisu dan lemak (lemak) karena harganya murah, bukan karena mereka lebih baik daripada bahan nabati atau sintetis. Rumah pemotongan hewan membunuh miliaran hewan setiap tahun dan harus membuang “produk sampingan” entah bagaimana; menjualnya ke produsen kosmetik adalah salah satu solusi mudah.

Sayangnya, bahkan yang mengerti tentang komposisi produk dan bisa membaca label tidak dapat selalu menentukan apa yang digunakan di produk. Mengapa? Karena ada ribuan nama teknis dan dipatenkan untuk variasi bahan, dan banyak bahan yang dikenal dengan satu nama dapat berasal dari hewan, tanaman, atau sintetis. Dan jika itu tidak cukup membingungkan, beberapa perusahaan telah dengan “pintarnya” menghapus kata “hewan” dari label mereka untuk menghindari kekhawatiran konsumen. Misalnya, alih-alih mengatakan “protein hewani terhidrolisis,” atau Animal Protein Hydrolized, perusahaan dapat menggunakan istilah seperti “kolagen terhidrolisis atau Hydrolized Collagen.”

Di atas adalah cerita 10 tahun yang lalu.
Bagaimana dengan sekarang?

Mungkin pikir kita, kan sudah selesai masalahnya. Buktinya masalah sapi gila tidak lagi ada di media.

Berikut ini adalah informasi terbaru dari Nutritionfacts.org tentang Kaitan Penyakit Sapi Gila dengan Kosmetik


Dibawah ini adalah terjemahan dari artikel asli dari Nutritionfacts.org
Seperti yang saya diskusikan di video saya Tentang Usus untuk Makanan dan Kosmetik ?, Administrasi Makanan dan Obat-obatan (FDA) baru-baru ini membuka kembali komentar tentang kebijakannya mengizinkan beberapa usus, tetapi tidak yang lain, ke dalam pasokan makanan A.S. Ketika beberapa kasus pertama penyakit sapi gila mulai bermunculan, reaksi usus FDA adalah melarang semua isi perut dari makanan dan produk perawatan pribadi. Kemudian, pada tahun 2005, Departemen Pertanian dan FDA Amerika Serikat mengubah rancangan aturan mereka untuk “mengizinkan penggunaan seluruh usus kecil untuk makanan manusia” jika 80 inci terakhir yang tidak digulung menuju usus besar dihapus. Sejak itu, bagaimanapun, penelitian telah menunjukkan bahwa prion sapi gila yang menular dapat ditemukan di seluruh bagian usus, dari perut ke usus besar sapi, menimbulkan pertanyaan apakah semua isi perut harus dihilangkan sekali lagi dari persediaan makanan.

Asosiasi Daging Amerika Utara mengatakan tidak ingin menyimpan bagian dalam ternak di dalam persediaan makanan. Demikian pula, Asosiasi Kosmetik, Perlengkapan Mandi/Toileteries, dan Fragrance (CTFA, sekarang Dewan Produk Perawatan Personal Care) memprotes kekhawatiran tersebut, dengan alasan bahwa pelarangan sapi mati, serta otak, tengkorak, mata, tulang belakang, usus, dan lidah, dapat membahayakan persediaan bahan baku kosmetik negara kita. Mungkin akan ada kekurangan lemak untuk sabun, misalnya. FDA mungkin tidak menyadari bahwa kosmetik dan produk perawatan pribadi adalah industri seperempat triliun dolar di seluruh dunia.

Pada akhirnya, FDA “secara tentatif” menyimpulkan bahwa usus harus terus diizinkan dalam persediaan makanan dan kosmetik karena “jejak jumlah infektivitas telah ditemukan” di seluruh usus sapi. Agensi harus sampai pada kesimpulan itu karena, jika tidak, dagingnya harus dilarang juga. Memang, penelitian baru menunjukkan ada infektivitas sapi gila di otot-otot hewan juga, dan tidak hanya dalam kasus atipikal bovine spongiform encephalopathy (BSE), seperti sapi gila terakhir yang ditemukan di California. Kita sekarang tahu itu dalam BSE khas juga: Tingkat rendah prion infeksius juga telah ditemukan di tulang rusuk, bahu, tenderloins, ujung sirloin, dan potongan daging bulat.

Perkiraan terbaru dari Inggris menunjukkan 15.000 orang saat ini menginkubasi manusia dari penyakit sapi gila, yang dikontrak melalui konsumsi daging yang terinfeksi. Kurang dari 200 orang Inggris telah meninggal sejauh ini dari varian penyakit Creutzfeldt-Jakob, tetapi periode inkubasi untuk penyakit neurodegeneratif yang fatal ini — yaitu, waktu antara memakan daging dan otak seseorang yang penuh dengan lubang — bisa dalam beberapa dekade. Fakta bahwa begitu banyak orang yang membawanya memiliki implikasi penting untuk keselamatan transfusi darah, itulah sebabnya banyak orang Amerika yang pernah tinggal di Inggris dilarang oleh Palang Merah untuk menyumbangkan darah. Juga berisiko adalah keselamatan memegang instrumen bedah yang mungkin telah membedah seseorang yang merupakan pembawa, karena sangat sulit untuk mensterilkan apa pun setelah terkontaminasi.

Mengingat faktor-faktor ini, mungkin lebih bijaksana untuk berhati-hati ketika mengatur usus mana yang diperbolehkan di dan ke dalam mulut kita.

Dari saya,
Meskipun penting untuk memperhatikan masalah penyakit sapi gila sehubungan dengan makan daging sapi atau daging lainnya, pertanyaannya adalah apakah bahan turunan sapi yang digunakan dalam kosmetik dapat melindungi penyakit dan menyebabkan risiko kesehatan. Jawabannya adalah tidak ada yang tahu pasti, tetapi secara teori risiko yang jauh mungkin ada. Beberapa peneliti merasa bahwa tidak ada bukti bahwa BSE dapat dikontrak melalui kulit; namun, baik memasak, mengawetkan, atau pengolahan lainnya yang dilakukan sebagian besar kosmetik dapat menghilangkan patogen BSE. Itu berarti jika produk sampingan hewan digunakan dalam kosmetik, mereka dapat menimbulkan risiko bagi pengguna.

Jika kita berpikir atau membeli produk perawatan pribadi atau kosmetik apa pun yang mengandung ekstrak organ hewan apa pun, kita mungkin ingin mempertimbangkan kembali atau membuangnya jika sudah terlanjur memilikinya. Selain dari bukti tersebut, memeriksa komposisi produk tidak akan banyak membantu karena tidak ada cara untuk mengetahui apakah kolagen atau ceramide dalam produkmu bersumber dari hewan atau tumbuhan.

Saya ingin menekankan bahwa lebih baik kita tahu dari mana kita membeli produk personal care dan kosmetik. Better Save Than Sorry.
Dan Lagi, bahan baku produk dari nabati itu lebih sustainable dan paling sustainable dibanding hewani.

Keseimbangan Hormon vs kulit sehat (baca: cantik)

Hormones itu adalah sesuatu yang benar-benar kuat pengaruhnya disegala aspek kesehatan manusia, baik secara fisik hingga perilaku!

Pada kenyataannya, semakin banyak penelitian ilmiah yang sekarang mulai memahami interaksi yang super njelimet tentang hormon tubuh kita. Tingkat hormon dan keseimbangannya sangat mempengaruhi semua organ tubuh kita, termasuk kulit kita, mulai dari pHnya, regenerasi sel kulit, proses penyembuhan kulit, tebal tipisnya, sampai kenyal tidaknya.

Hai Teman wanitaku, kalau aku, mending ngalami siklus haid daripada harus pake pil kb, yang bikin hormon kita kacau dan bikin banyak masalah kesehatan termasuk kulit (familiar dengan flek, melasma, jerawat)

Kelebihan hormon pada wanita biasanya dari produksi hormon yang memang berlebihan, stimulasi racun yang ada dalam tubuh kita, termasuk kurang efektifnya proses eliminasi hormon yang jadi penyebab breakout dan jerawat. Kalau sudah begini, tuk memperbaiki kondisi ini paling mudahnya dengan merubah pola makan kita yang akan membantu menyeimbangkan hormon. Apa aja sih yang lumayan efektik untuk membuat hormon kita stabil:

1. Berhenti dulu mengkonsumsi kedelai (kedelai menstimulasi produksi estrogen dan bikin kita kelebihan hormon estrogen)

2. Konsumsi lebih banyak keluarga Cruciferous seperti brokoli, kol, bunga kol, dll, keluarga tanaman ini mengandung senyawa yang membantu tubuh untuk mengeluarkan kelebihan estrogen dari tubuh.

Apa lagi sih peran hormon lainnya yang bikin kulit nggak cantik? Salah satunya adalah penurunan hormon androgen yang bikin kulit kita jadi kering, dan menurunkan produksi sebum. Kalian tahu nggak kalau Cendana Dew dan Sandalwood Oilnya Rainforest is very excellent untuk masalah kulit kering dan keriput? karena Sandalwood oil memiliki salah satu komponen yang mirip dengan androgen, karenanya pemakaian kedua produk ini atau yang berbahan dasar cendana alias sandalwood akan membuat kulit kering terjaga kelembabannya dan lebih kenyal jadinya. Coba juga untuk melakukan aromaterapi dengan sandalwood essential oil

keseimbangan hormon

Kenapa sih aku nggak ngomongin terapi penambahan hormon, atau lupain deh masalah hormon, kan kulit menua dan jadi tidak cantik dari hari ke hari adalah proses alami akan penuaan. Termasuk juga, kulit belang-belang, berflek, berjerawat itu bagian dari penuaan, lagian ada solusinya lewat cream atau visit ke klinik kecantikan. Menua itu sesuatu yang tidak bisa dielakkan, tapi tidak bisa hidup sehat (baca:cantik) secara optimal itu pilihan individu setiap orang, for sure, this is not my choice of how I should live my life as a woman, do you?

Untuk teman-teman yang punya masalah dengan jerawat dan breakout, atau sudah berusia 40tahun ke atas, idealnya, kita lebih memperhatikan keseimbangan hormon kita, lewat apa yang masuk ke tubuh kita utamanya, dan supplemen jika dibutuhkan.Oh ya.. tuk teman-teman wanita yang sudah dekat-dekat usia 35 tahunan, atau udah teng 35! Hati-hati dengan drop in your beauty as your aging is accelerated faster! and way faster when you reach your menopause! @_@ Let’s just age Gracefully…

Much Love n Hot Chocolate
Mom Deasi

Sources
1. Verdier-Sévrain, S., et al. (2006), Biology of estrogens in skin: implications for skin aging. Experimental Dermatology, 15: 83–94
2. Aguirre, C., et al. (2010), Progesterone inhibits estrogen-mediated neuroprotection against excitotoxicity by down-regulating estrogen