2 Sisi Bermain Jadi Korban

By / 27th February, 2021 / Heart Work / No Comments

PILIH CARI SOLUSI FROM PAIN ATAU PILIH MENDERITA dengan playing VICTIM mode on?

Uhhh…
Sharing satu ini bakal menggangu sebagian dari kita..
Cringe
Tug on your gut

It’s okay..
Kita semua InshaAllah bakal berjalan ke kita yang lebih sehat, lebih sering bahagia dan lebih dekat ke cita-cita kita.

Wait,
Hati saya mau lompat!

Okay, dari mana saya harus sharing,
Ini punya banyak wajah, dan ada dari tulisan ini yang bakal punya 2 mata pedang, tricky to say.

Play Victim (milih berperan jadi korban) & Kenyamanannya
Kita pasti nggak ada yg mau mengaku apa pernah playing victim di kondisi nggak nyaman apapun itu, atau sedang jadi victim by choice atau memang itulah yang terjadi.

You see now, ada sisi lainnya yang sensitif disini.

Play victim bikin saya GEMES (play victim is like a stuborn child)
Saya mikirnya, Pain (kesedihan, luka, kecewa, dll) adalah hal yang wajar
Tapi menderita itu pilihan.
Dan play as a victim itu adalah salah satu cara untuk menderita.

Kenapa orang milih play victim?
Karena jadi korban itu, punya rasa yang spesial :
🤔Dikasihani entah dari diri sendiri utamanya, atau dari orang lain
🤔Dapat atensi lebih
Rasa hangat di hati karena menderita itu bikin adrenalin kicking in (that’s something)
🤔Nggak harus merasa sangat bersalah (menghindari rasa bersalah)
🤔Mindahin rasa bersalah +tanggungjawab ke orang lain/kondisi di luar diri (yg jadi penyebab kita jadi “korban”)

Membuat diri menjadi “korban” itu seperti berselimut
Tapi berselimut di antara duri dan ranjau yang bisa meledak kapan saja

Tapi,
Main/milih jadi korban itu punya sisi indahnya,
Hanya kalau kita mau mikir, menganalisa hal negatif yang kita rasakan, kemudian bikin rencana positif untuk jadi solusi.

Kan kita punya kuasa untuk memilih reaksi kita atas apapun yang terjadi (meski iya, by definition we might be the victim).

So ya..
Pain itu nggak harus bikin kita memilih jadi korban untuk kemudian membuka jalan jadi penderitaan.


Leave a Comment