Berhomestead & Homeschool (belasan tahun kemudian)

By / 21st February, 2021 / Memulai Homestead / No Comments

Sisters: Gimana sekolahnya-pendidikannya anak-anak?⠀

Saya: Mereka berhomeschool⠀

Ini pertanyaan yang paling sering ditanyakan, kalau ada yang melihat sekelebatan anak di foto sosial media saya. Saya ngerti

Ketika kamu tahu, kami berhomeschool dengan banyak anak (sejak anak pertama yg sudah dewasa)⠀

Tahu saya menjalankan usaha Green Mommy Shop⠀

Saya blogging (bahkan sebelum ada GMS)⠀

Menulis beberapa buku resep (self publish)⠀

Membuat konsep-konsep belajarnya wanita dewasa⠀

Ngajar di banyak kursus online keluarga kami⠀

Hang out dengan 351 women exactly (+98 yg lagi ngantri masuk)di FB group Heart Work Living⠀

Dan berhomestead, ⠀

Kedengarannya gila, ⠀

To make you understand, it is crazy, atau lebih tepatnya mungkin kaminya yang gila

Meskipun, ⠀

Sakit dan sehat⠀

Dengan segala ups and downs⠀

Pak suami dengan traveling journey untuk studynya⠀

Liburan berhomeschool yang kadang hingga berbulan-bulan lamanya⠀

Dan segala perjalanan hidup keluarga kami, kami terus berhomeschooling⠀

Mengapa kami berhomeschool?⠀

Alasan ini tidak pernah berubah⠀

Hidup berhomestead dan berhomeschool memberikan anak-anak kami pelajaran tentang kehidupan, kehidupan miliknya yang unik, tentang Tuhannya yang buat saya dan suami sangat kaya isinya, dan kami berdua tidak suka membayangkan anak-anak berada jauh dari pengawasan kami dengan segala hal di luaran sana, kala mereka ada di masa tumbuh kembangnya. ⠀

Buat kami, membesarkan-mendidik mereka dengan fitrah, high virtues & keahlian beradaptasi itu hal yang sangat penting. Untuk mereka bisa tumbuh menjadi obedient servant of Allah, becoming friend of Allah, manusia yang bisa berpikir, misal sesederhana melihat masalah dan mencari solusi, to be compassionate, considerate, loving, kind, menjalani hidup sesuai keunikan panggilannya masing-masing. ⠀

Belasan tahun kemudian…⠀

Kami masih berhomeschool⠀

Kalau kalian tanya apa kurikulum kami, kami buat sendiri⠀

Metode belajar? Mostly Classical Education⠀

Jam belajar? 7.30 – 9.30 (with Mommy) dan ini berubah2 tergantung perubahan cuaca dan micro climate kami

Bottom linenya? Homeschool kami nyantai pake BANGET!⠀

Apa yang kami ajarkan ke anak-anak terutama TK-SD adalah sama⠀

Selalu:⠀

Membaca-Menulis-Mengeja (grammar included of course)⠀

Matematika⠀

Sejarah⠀

Science⠀

Islam ⠀

Arabic ⠀

(Social Science bukan core, tapi lebih ke practical dan stories)⠀

Bagaimana mengajar dengan bayi:⠀

Saya nggak punya jurus ajaib, bayi bisa ada di pangkuan saya, sambil disusui, digendong, tidur disamping⠀

Bagaimana mengajar dengan toddler:⠀

Saya beri dia mainan, alat belajar, spacenya sendiri (diperhatikan dulu sebelum mulai mengajar kakak2nya karena toddler itu inginnya dia adalah center of attention, ⠀

you touch it, it’s mine!⠀

you taste it, it’s mine!⠀

you see it, it’s mine!⠀

You just can’t get away with toddler dynamic, saya cuma butuh punya banyak peniti hati. ⠀

Bagaimana mengajar dengan banyak anak dengan usia yang berbeda:⠀

Ajari dengan subject yang sama di waktu yang sama dengan pendalaman yang berbeda⠀

Ajari mereka sejak dini untuk bisa bekerja sendiri⠀

Ajari mereka untuk disiplin bahagia dengan spacenya (baik mental maupun physical space) ⠀

Ajari mereka untuk bersabar bergantian one on one study dengan Mommy atau Daddy, akan ada waktunya kami, akan duduk mengajarimu, atau mendengarkanmu⠀

Ajari mereka untuk disiplin dengan bahan dan alat belajarnya termasuk bersih-bersih sebelum dan setelah belajar (jangan mengharapkan bersih2 dan disiplin mereka adalah dengan standar orang tua, they are not you!, not with your concern, nor wisdom, nor passion about organizing and tidying up) ini adalah proses mereka. ⠀

Tunjukkan pada mereka, they are loved deeply oleh orang tua mereka (no jealousy ketika ada yang butuh duduk extra belajar dengan orang tuanya)⠀

Apa anak-anak selalu dengar-dengaran?⠀

Not really⠀

Apa anak-anak kalau belajar selalu rapi?⠀

It’s messy, very messy sometimes⠀

Apa anak-anak selalu menangkap materi dengan mudah?⠀

Nggak selalu (imagine even us, often in lives, don’t get what things mean, even its straight up on our face and as big as the elephant standing in front of us).⠀

Sisanya…⠀

Perserverance (tekun-gigihnya kami orang tuanya untuk terus mendidik mereka) ⠀

and⠀

Lots and lots of prayers (that Allah will continue guiding them and enlightened their mind with knowledge and fill their soul with wisdom)⠀

Bagaimana perjalanan atau cara berhomeschool kalian?⠀

PS: Untuk teman-teman yang tidak berhomeschooling: Mohon untuk tidak tersinggung dengan pemikiran kami, pilihan kami ya, saya tidak mendiscreditkan cara pendidikan lainnya. Dan saya sepenuhnya sadar, berhomeschool, ataupun sekolah umum tidak untuk semua anak. ⠀

Pps: wall drawing dari Kak Zahra, inspired by ig jenny.molendyk





Leave a Comment