Berhomestead di Indonesia, Di Malang, Di Pegunungan

By / 14th February, 2021 / Memulai Homestead / No Comments

Kalian pasti tertarik, ngiler untuk berhomestead bukan saja karena nilai yang ditawarkannya kan?
Makan sehatnya,
Mandi microbioma yang kaya,
Berhomeschool,
Kerja keras yang memerdekakan.


Tapi…
Tertarik karena image indah rasa surga atau nirwana seperti foto di bawah ini…
Ada misteri di kedalaman hati lewat keindahan bumi,
Ada bahagia yang sulit terjamah di sibuk yang memabukkan,
Ada padang rumput indah untuk melepaskan hati agar terbang bahagia.

 

Ada Liziqi disana,
Mungkin ada Little House On The Prairie,
Ada kebun indah dan bersih dari gulma, dan rustic natural touch di dapur.

 

Kehangatan di rumah

 

Sesekali saya di inbox menanyakan tentang kemungkinan berhomestead di sekitar tempat kami, atau bagaimana memilih lokasi.

 

Let me tell you something!
Apa yang kalian pikirkan versi yang indah-indah itu, Nggak sepenuhnya BENAR atau REALISTIS kalau mau berhomestead di INDONESIA tercinta ini.

 

Let me open your mind. Sebelum kalian membeli tanah dan pindah untuk berhomestead, ada hal-hal yang perlu kalian pikirkan terlebih dahulu.



Kalau kamu ingin mencari tanah yang datar. Pemandangan yang indah. Musim tanam yang panjang dan tidak terganggu dengan angin, curah hujan. Gulma yang ramah



Jangan datang kesini,
Jangan pilih tempat kami!
Atau sejenis dengan tempat kami.
Sebelum kamu berpikir panjang dan realistis.

 

Lalu, bagaimana bisa kami sekeluarga kemudian memilih tempat ini?
Tempat ini sangat indah, itu iya (bayangkan di pagi hari yang berawan saat udara cerah, kamu berasa seperti hidup di atas awan dan di atasmu ada hutan pinus yang membelai stress hormonmu untuk tidur sejenak).



Realitanya,
Bukan indahnya itu utamanya yang kami cari.
Tanah ini punya banyak potensi
Jauh dari pemukiman
Jauh dari polusi
Secluded
Membayangkan hutan tanaman pangan

 

Saya bukannya ingin membuat hati kalian ciut untuk berhomestead atau misal memilih berhomestead dekat dengan kami disini, tapi saya ingin berbagi secara jujur tentang seperti apa sih berhomestead di lokasi seperti kami, di Indonesia, di area pegunungan itu.

 

Karena sangatlah mudah untuk melihat foto-foto indah, menginspirasi, fun dan mendapatkan gambaran yang tidak sepenuhnya akurat untuk jadi dasarmu mengambil keputusan.

 

Yang menyenangkan dari berhomestead di lokasi kami, di Indonesia:

1. 4 musim itu artinya kita bisa bercocok tanam sepanjang tahun (ini yang jadi alasan ketika ada aja yang penasaran, kan biasanya klo suaminya WNA, tuh malah tinggalnya di Luar Negeri di negara suami, apalagi di Eropa, not for us, kita ingin realistis, malah beliau yang nggak mau kita ada disana, not as easily be sustainable as living in 4 seasons country kata beliau, musim dingin itu keras!).



2. Pegunungan punya topografi dan keragaman satwa dan botani yang unik, talking about botani, andai dulu sebelum kuliah, saya tahu tentang jurusan untuk jadi Etnobotanist…I’m plant geek macam Druid (ngk berijazah universitas) formulating lebih dari 300 resep untuk @officialgreenmommyshop selama lebih dari 1 dekade.



3. Curah hujan yang tinggi, memberikan kami cadangan air untuk berkehidupan



4. Tanah disini tergolong murah

 

5. Populasi tidak padat (nggak ada tetangga di radius 2km), tetangga paling dekat, hanya ada di 2 titik dari 360 derajat, sisanya hutan.



6. Udaranya sangat sejuk, talking about forest bathing alias mandi hutan (google the research please) seperti itu rasanya setiap hari disini.

 

Lokasi ini punya banyak tantangan:
1. Tingkat kemiringannya bikin sangat menantang untuk berkebun



2. Curah hujan yang tinggi (jangan tanam sayuran di luar green house!, tomat aja bisa patah dan busuk klo tanpa naungan).

 

3. Angin bikin atapmu bisa terbang kalau konstruksi nggak bener (it happened to our very first green house almost 8 years ago).

 

4. Gulma, rumput dan semak belukar lebat

Ini yang sering jadi tanya mereka yang main ke tempat kami (kala kami masih membuka woofing sebelum COVID era), dari wajah mereka, saya tahu apa yang ada di benak mereka.


Saya: “homesteadnya nggak seperti homestead di luar negeri via instagram atau you tube ya? bersih dari gulma, nggak becek, nggak banyak semak belukar, bisa jalan-jalan tanpa sandal, duduk di rumput kering, tidur di prairie?


Woofer: “Iya mba, kenapa ya?”


Saya: “Karena kita di negara tropis, apalagi di tempat yang curah hujannya tinggi, dengan tingkat kelembapan tinggi, jadi apa aja tumbuhnya nggak karuan, termasuk gulma, rumput dan belukar, mau duduk di rumput, tunggu jangan pagi, karena banyak embun disana, basah dan becek jadinya, mau berlari-lari tanpa sandal, silahkan aja klo mau ketemu ular tanpa pelindung.”


Woofer: “Gimana biar homesteadnya bisa cantik dan rapi dan nggak banyak gulmanya mba, seperti yang di foto-foto homestead itu?”


Saya: “Jangan berhomestead di Indonesia, atau jangan pilih di tempat seperti kami, dengan mikro climate kami, kerja super keras, kudu selalu on top of weeding, motong rumput, bersihkan semak belukar (klo saya ya nggak mau, mending be smart n nggak berusaha mengalahkan gulma, been there, done that!).

 

5. Tidak ada akses jalan mobil

 

6. Nggak ada sambungan PLTN



7. Nggak PDAM



8. Internet yang seadanya (jangan berharap video call bisa lancar atau download dalam sekejab mata).



Apa sih gist dari sharing ini?
Kalau kalian ingin punya homestead yang sempurna seperti instagram atau di you tube,
dikelilingi pepohonan, dengan padang rumput indah, kebun sayur yang rapi tanpa gulma, dengan segala sumber daya alam, danau, sungai, …. tempat seperti kami bukan tempat yang cocok untukmu, atau bahkan Indonesia bukan tempat yang cocok untukmu (kalau ini ya sulit ya..) mungkin lebih tepat, get your reality in check first and work from there.

 

Tapi kalau kalian ingin merasakan hidup berhomestead dengan segala suka dan duka seperti kami, welcome to the jorney of homestead life.


By the way,
kami membuka kemungkinan untuk kalian jadi tetangga kami, dengan mencoba dulu untuk merasakan kehidupan dan kecocokan untuk hidup bertentangga dengan kami. DM saya ya via ig Deasi Srihandi, atau FB Deasi Srihandi, kita harus chat dulu sebelum kalian bisa datang kesini (kamu harus minimal menginap semalam disini).

Sisi lain dari tanah kami, desa di kejauhan adalah 1 dari 2 pemukiman terdekat
Pemandangan dari salah satu rumah kami

Leave a Comment