Perjalanan Untuk Hidup Di Pedalaman Desa

By / 6th February, 2021 / Memulai Homestead / No Comments

Perjalanan untuk hidup di desa

Sedikit cerita saya, tentang pindah hidup di pedalaman desa.

Saya tahu, banyak dari teman-teman disini yang penasaran tentang langkah-langkah yang kami ambil untuk membuat semua ini menjadi kenyataan.

InshaAllah saya akan terus sharing tentang perjalanan kami via blog dan IG post.
(feel free to ask me anything)

Tetapi untuk jawaban singkatnya ke semua pertanyaan kalian selama ini, sebenarnya sangat sederhana.
Tidak, kami bukan keluarga yang kaya.
Dan iya, kami harus bekerja keras untuk bisa hidup disini.
Tidak mudah untuk hidup berhomestead yang jauh dari pemukiman dan fasilitas umum.
Hidup kami punya perjuangannya sendiri

Kesempatan untuk hidup berhomestead di cetuskan suami, untuk sudah saatnya dilakukan, sekitar 10 tahun yang lalu, Keinginan beliau untuk kami sekeluarga bisa hidup seperti ini, selalu ada di benaknya, hatinya sejak usia belia).

Untuk hidup somewhere up on the mountain, secluded.

Perjalanan kami diisi dengan keputusan untuk salah satu dari kami (saya) di tahun-tahun awal kehidupan kami berhomestead, diharuskan mobile antara hidup di kota untuk menjalankan usaha keluarga @officialgreenmommyshop sementara beliau dan anggota keluarga lainnya, menetap disana.

Keputusan untuk,
Kita pindah kesana, dengan kondisi keluarga sebelumnya yang terbiasa di sepanjang hidupnya tinggal di kota (iya, saya juga anak kota, lahir dan besar di Manado), tidak terdengar aneh, atau saya dan anak-anak (kala itu kami punya 5 anak) tidak ada yang menolak, we’re excited meski untuk saya yang sudah dewasa, saya mengerti, ini akan punya tantangannya tersendiri, dan disisi lain, ada rasa lega untuk pindah kesana.

Rasanya,
Seperti itulah semua hal baru adanya.
Ada ketidakpastian yang kita proyeksikan, andai ini dan andai itu terjadi…
Ada kekhawatiran, ketakutan…

Untuk relevannya konteks tulisan ini,
Side note, saya dibesarkan oleh Ayah yang suka menghabiskan waktunya berkegiatan, termasuk menyendiri dan berada di alam. Saya terbiasa berpindah-pindah tempat karena pekerjaan Ayah (beliau bekerja di Airport), meski saya lahir dan sebagian besar hidup saya sebelum menikah, di habiskan di Manado. Saya diikutkan di Kepramukaan, dan itu jadi bagian indah di kehidupan saya, bahkan hingga selesai kuliah, saya masih aktif di Pramuka.

Ada sesuatu tentang tinggal disini yang mengikat hati saya
Tempat yang kami tinggali ini, tidak datang begitu saja,
Kami mencarinya, kami keluar masuk hutan, naik turun bukit dengan menggendong anak terkecil saya kala itu yang masih berusia beberapa bulan untuk mengecek tanah-tanah yang dijual oleh penduduk di pedalaman desa.

but there was something about this place more each day that I knew, I’d or we’d found my home, our home.

Jika ada 1 saja nasihat untuk teman-teman yang sedang berperjalanan seperti kami dulu,
Untuk kalian yang ingin hidup dekat dengan alam, jauh di pedesaan.

Datanglah ke tanah yang ingin kamu bangun rumahmu dengan niat mulia, karena kita berada disini, di kehidupan ini adalah untuk menjadi Khalifah dan kita harus hidup selaras dengan tugas kita. Artinya, untuk hidup seperti ini, di tempat yang dipenuhi dengan beragam satwa dan kekayaan botani, kami harus belajar tentang habitat tanaman lokal, hewan-hewannya, dan pilihan kita sehari-harinya akan secara langsung punya dampak pada mereka.

Rasanya,
Bukan lagi dreamy atau ide saja untuk di masa kita hidup saat ini untuk punya filosofi hidup selain juga mengutamakan hidup kita sebagai Khalifah dan pelindung bumi dan kemanusiaan, dimanapun itu kita hidup, entah di gunung seperti kami, atau di kota.


Tidak mudah untuk hidup seperti ini,
Dan dibalik semua keindahannya dan ketenangan yang ditawarkan, ada tanggung jawab besar yang harus dijalankan.

Iya,
Akan selalu ada ruang untuk kita tumbuh dan belajar
Dan itulah salah satu alasan kami untuk berada disini

Btw,
Saya punya tempat-tempat favorit di tanah kami
Di lembahnya yang curam
Di hutan bamboo dengan kesunyiannya
Air terjun mini yang berderet-deret disepanjang sungai kecil dan tebing yang membatasi tanah kami dan hutan pinus rakyat.

Sangat membahagiakan dan menenangkan dan MashaAllah, its beautiful rasanya untuk berada disini, dan saya ingin membawa kalian untuk merasakannya meski hanya lewat tulisan ini.


Leave a Comment