Kami Sekeluarga Vegan tapi tidak mengharamkan produk hewani

Kalau saya bilang, saya berusia 40 sekian tahun…tahun, tidak ada yang peduli, rata-rata komentar orang, “Masa sih Mom, keliatan belum seusia ituuu.”
Feelnya Sama tanggapan orang sangat berbeda dibandingkan jika Saya bilang kalau “Saya Vegan” lebih tepatnya saya bilang saya makannya “Whole Food Plant Based”.

Lebih dari 1 dekade sudah, kami mengadopsi pola makan Whole Food Plant Based atau Vegan versi yang nggak mengkonsumsi processed foodnya nabati.

Vegan artinya?
a person who does not eat or use animal products
Orang yang tidak makan/menggunakan produk hewani
Saya, kami sekeluarga sehari-harinya makannya tanpa hewani
Tapi saya tidak mengharamkan produk hewani, lho?

Kami memelihara hewan yang biasa dikonsumsi (tapi tidak kami konsumsi): Sapi, Kambing, Domba, Ayam, Kelinci, Ikan, Lebah, Bebek, Angsa, Kalkun

Bohong kalau bilang saya vegan donk.. Saya vegan karena :
1. Pola makan vegan atau bahasa yang lebih mild kekiniannya itu #plantbaseddiet #wholefoodplantbased terbukti adalah diet yang paling sehat, otomatislah saya memilih diet ini, namanya juga ingin sehat selama mungkin sepanjang saya hidup.

2. Bumi ini sudah sangat terbebani dengan kerusakan bumi mulai dari polusi udara, air, tanah, kekurangan air, karena kita inginnya makanan hewani 3 kali dalam sehari.

3. Kita semua ingin hidup seperti fitrah kita, secara alami, begitu juga dengan hewan termasuk yang diternakkan untuk dikonsumsi. Diberi makan makanan yang bukan makanan alaminya, dikondisikan hidup tidak seperti fitrahnya, hati saya sedih hanya untuk menggambarkannya. Please cari tahu lebih, cari tahu sendiri, atau mulai dari sini. Jika kamu memilih mengkonsumsi pangan hewani, pastikan untuk mengkonsumsinya secara berkesadaran.

Dimananya dan kapan ketika saya atau kami sekeluarga tidak mengharamkan produk hewani?
Ketika hari raya Idul Adha, meski kami tidak mengkonsumsi, tapi bisa saja kami mengkonsumsinya jika mau.

Ketika hari raya idul Fitri, meski hari raya kami selalu diisi dengan makanan vegan, tapi bisa saja saya disuguhi makanan hewani oleh ibu saya karena ucapan rasa syukurnya.

Ketika saya menggunakan madu dari peternakan sustainable untuk pengobatan ringan rumahan #homeremedy ketika saya batuk atau pilek

Ketika saya membuat #sabunkefir untuk Green Mommy Shop dari #susukambingorganik.

Ketika saya memilih menggunakan beeswax atau lilin lebah untuk membuat balsem favorit saya untuk capek No More Tired Mommy Balm atau membuat lilin yang lebih sehat dibandingkan dengan lilin parafin.

Mengapa kami memilih mengkonsumsi makanan Vegan atau lebih persisnya Whole Food Plant Based?
Karena semakin saya menjadi reflektif, saya semakin sensitif dan menjadi lebih sadar, bahwa setiap kali saya makan daging atau produk hewani yang tidak saya ketahui bagaimana mereka diternakkan/tidak kami pelihara sendiri, saya memiliki dilema moral yang menciptakan banyak permasalahan di bumi dan manusianya.

Saya nggak ingin mencoba untuk converting you girls into veganism
Please be aware, karena pun makanan vegan banyak yang nggak sehat, jadinya kamu juga bisa nggak sehat hanya karena berpikir yang penting makanan tersebut tidak mengandung hewani.
Pikirkan tentang makan: banyak gorengan, terigu, daging-dagingan vegan (it’s processed food), atau cookies, snacks. Jadi pun jika kalian ingin lebih mindfull pola makannya tetap harus belajar bagaimana makanan plant based yang sehat, cari tahu tentang Makanan Utuh Nabati, that’s the way to go.

Bagaimana denganmu?


At the end of the day..let’s just try to be more gentle, have more compassion, mindfull
Hidup dari hati..
Bekerja dari hati..
Menavigasi dari hati..

But first..
Clean your heart
And
Don’t corrupt your heart (or should I say,…it’s our ego when it’s corrupted and tainted.. that’s not our heart)


sapi

Leave a Comment