Perbedaan Antara Clean, Green, Blue, Natural dan Sustainable Beauty

Perbedaan antara Clean Beauty, Green Beauty, Blue Beauty, Natural Beauty & Sustainable Beauty

Apa itu Clean Beauty?
Apa itu Green Beauty?
Apa itu Blue Beauty?
Apa itu Natural Beauty?
Apa itu Sustainable Beauty?

Semakin banyak saja istilah di industri kecantikan modern. Dulu, kita hanya membedakan antara skincare berbahan kimia sintetis atau disebut produk pasaran dan skincare herbal, kemudian di 1 dekade yang lalu muncul istilah baru di Indonesia yaity; Skincare Alami/Natural dan Skincare Organik.

5-6 tahun belakangan muncul istilah Green Beauty dan Clean Beauty

1-2 tahun belakangan muncul istilah baru Blue Beauty dan Sustainable Beauty

Industri skincare dan kosmetik benar-benar berevolusi secara cepat, yang seringkali membuat konsumen binggung atas pilihannya, karena sudah pasti setiap konsumen yang membeli dengan sadar akan memilih produk yang terbaik dari segi efektifitas produk, sehat untuk jangka panjang dan ramah bumi.

Psstt..
Ngomong-ngomong…
Yang sudah pakai produk Green Mommy Shop sejak awal keberadaan kami hampir 11 tahun yang lalu, kalian nggak perlu khawatir, GMS ada di mana posisinya?
Masih ingat slogan GMS sejak awal berdirinya?
For Health, Beauty & Sustainability”

Sekarang apa kalian bisa menebak, dimana posisi GMS di kesemua jargon skincare dan kosmetik modern itu?

Jawaban kalian tepat sekali!
GMS ada disemua seluk Slogan tersebut.
GMS itu Clean Beauty
GMS itu Green Beauty
GMS itu Blue Beauty
GMS itu Natural Beauty
GMS itu Sustainable Beauty

Sekarang kita gali lebih dalam
Dalam beberapa tahun terakhir, pembicaraan tentang dampak lingkungan menyentuh setiap industri di planet ini. Perusahaan mencari cara untuk mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang demi keberlanjutan bumi dan atas dorongan dan keinginan konsumen yang semakin sadar.

Kita tidak lagi berpijak pada memuja keindahan alam sebagai sesuatu yang mistis dan eksotis dan ekslusif, tetapi bermunculan pemikiran lebih dalam karena kompleksnya masalah bumi dan manusianya ini, yang kemudian muncul juga di dunia kecantikan.
Tentang bersih – clean
Tentang alami – natural
Tentang hijau – green
Tentang biru – blue
Tentang keberlanjutan – sustainable

Konsumen kecantikan saat ini lebih cerdas dan bijak dari sebelumnya.
Kalian tidak lagi dengan mudah tergoda dengan “SOLUSI CEPAT”, atau “PACKAGING CANTIK” tetapi menjadi menyadari bahwa semua kilau bukanlah emas. Dan semua slogan pintar belum tentu kebenaran atau sejalan dengan nilaimu.

Industri kecantikan menjadi lebih terdidik dan tidak lagi termakan dengan istilah “green washing” atau slogan ramah lingkungan yang sekedar mengejar omset perusahaan semata. Kalian menjadi bijak tentang apa yang dimaksud dengan:
Clean Beauty
Green Beauty
Natural Beauty
Blue Beauty
Bahkan…
Sustainable Beauty (mungkin) Yang ditawarkan oleh Brand favorit kalian.

Agar kamu tidak binggung, berikut pengelompokan dasarnya:

Blue, Green, Clean, Natural, Sustainable

Apa perbedaan antara kata kunci kecantikan ini?
Meskipun ‘hijau-green’ dan ‘clean-bersih’ telah digunakan selama beberapa tahun terakhir ini, tetap saja masih ada kebingungan tentang arti sebenarnya. Belum lagi muncul istilah baru yaitu biru-blue beauty”, dan sustainable beauty, rasanya luar biasa kewalahan untuk konsumen mencoba memahami perbedaannya.

Blue Beauty
Menurut National Geographic, saat ini ada lebih dari lima triliun keping plastik di lautan. Pada tahun 2050, yayasan Ellen MacArthur memperkirakan akan ada lebih banyak plastik daripada ikan di lautan kita. Industri kecantikan mulai mengambil lebih banyak tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih (dan lebih biru/lautnya sebagai imaginasi bahwa lebih biru laut = lebih sedikit sampah terutama plastik), mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa lautan kita tetap aman. Beberapa langkah ini termasuk pelarangan mikroplastik, penggunaan bahan-bahan yang aman untuk terumbu karang dan lingkungan laut, dan transisi menuju kemasan bebas plastik dan tanpa limbah.

Dan kunci dari mendukung-mencapai Blue Beauty adalah dengan tidak saja beralih ke produk dengan kemasan selain plastik, karena semua kemasan dapat berdampak negatif terhadap lingkungan.

Kuncinya adalah mengidentifikasi produk kecantikan yang kemasannya dapat diisi ulang atau digunakan kembali untuk tujuan lain, mendukung inisiatif perusahaan yang mendorong kemasan tersebut untuk di daur ulang jika tidak bisa digunakan kembali untuk pada akhirnya mengurangi dampak negatif dari industri kecantikan.

Green Beauty
Istilah ini artinya bahwa produk tersebut dibuat tidak hanya dengan bahan-bahan dari sumber yang diturunkan secara alami tetapi juga membahas masalah rantai usaha tersebut dari hulu ke hilir mulai dari masalah pasokan bahan baku, hingga packaging dan lainnya, dengan membatasi kerusakan sumber daya alam melalui penggunaan bahan yang terbarukan dan berkelanjutan.

Perbedaan Green Beauty dan Blue Beauty
Blue Beauty sadar akan faktor-faktor pada Green Beauty tetapi lebih mementingkan dampak industri kecantikan pada lautan.

Clean Beauty
Adalah kecantikan yang lebih fokus pada apa saja bahan yang tidak ada pada produk tersebut daripada apa yang terkandung di dalamnya. Dimana mereka fokus pada menggunakan bahan-bahan yang aman, efektif dan teruji secara klinis. Dan biasanya fokus pada tidak menggunakan 30 Bahan Yang Idealnya dihindari konsumen atau daftar Dirty Dozen.

“Clean Beauty” lebih fokus pada apa yang tidak ada dalam produk Anda daripada apa yang ada. Meskipun banyak merek Clean Beauty yang menggunakan bahan-bahan alami, mereka juga menggunakan bahan-bahan yang aman, efektif, dan teruji secara klinis. Merek-merek ini memformulasikan produk mereka tanpa bahan yang berbahaya, entah itu “Dirty Dozen”, atau “Dirty Thirty” yang idealnya dihindari konsumen.

Di Amerika Serikat, karena FDA hanya melarang beberapa bahan tertentu dari formulasi produk, berbagai perusahaan kecantikan telah memutuskan sendiri untuk berhenti menggunakan bahan kimia dan senyawa yang meragukan seperti paraben, ftalat, talc, dan formaldehida, dll.

Natural Beauty
Ini mungkin yang paling mudah diingat. Kata ‘Alami’ berarti bahan-bahan tersebut berasal dari alam (yaitu tidak dibuat di laboratorium). Merek Green Mommy Shop misal, Tata Harper, Herbivore Botanicals, dan True Botanicals menawarkan bahan-bahan alami di semua produk perawatan kulit mereka.

Istilah tambahan dalam bidang ini yang perlu diingat adalah ‘organik’, ‘vegan’, dan ‘cruelty free terhadap hewan”. Organik menyiratkan bahwa bahan-bahan tersebut ditanam di tanah yang tidak dimodifikasi secara genetik – tanpa herbisida, pupuk sintetis, hormon sintetis, dll. Sementara itu, produk vegan dan cruelty free bahwa produk tidak diuji pada hewan dan tidak mengandung produk turunan hewani.

Sustainable Beauty
Ini mungkin kata yang paling baru yang akan atau baru muncul di dunia kecantikan, dimana dia mencakup semua hal yang jadi filosofi semua slogan kecantikan di atas, dan mengaitkan semua aspeknya dengan Keberlanjutan. Dimana semua proses dari hulu ke hilir, dari bahan baku ke produsen ke konsumen dan paska konsumsi dikaitkan dengan Earth Care – Peduli Buminya, People Care – Peduli Manusianya, Fair Share – Keadilan untuk semua hal yang terlibat di dalamnya.

Lakukan Risetmu sendiri
Karena tidak semua produk kecantikan diciptakan sama, melakukan riset sendiri adalah kuncinya – terutama dalam hal perawatan kulit. Bagi kami, Green Mommy Shop, menciptakan produk kami sejalan dengan mempertimbangkan semua hal. “Bagi kami, itu berarti bertani secara organik untuk menjaga keseimbangan tanah, meminimalkan ketergantungan pada sumber daya energi yang tidak bisa diperbaharui, bekerja dengan siklus matahari, bulan, musim, hingga mengekstraksi dengan cara yang sadar, efisien, dan bijaksana.”

Mengerti berbagai istilah kecantikan ini penting untuk dipahami karena tidak bisa dipertukarkan. Misalnya, suatu produk mungkin clean dan cruelty free, tetapi itu tidak berarti kemasannya berkelanjutan. Demikian pula, formulasi bisa bersih tapi tidak alami.

Sekarang Kita Lihat Untuk Belajar Menjadi Lebih Bijak
Ada sangat banyak perdebatan tentang bahan kimia sintetis pada produk. Menurut saya pribadi meski saya dan GMS tidak memilih untuk menggunakan bahan kimia sintetis, tetapi kenyataannya bahwa, bahan kimia sintetis tidak selalu berbahaya.
Misal Baking Soda yang bukan hasil tambahng yang beredar di pasaran, di toko kue,

Disaat yang sama, banyak peneliti dan pemangku kebijakan seperti Scott Faber, wakil presiden senior urusan pemerintah di Kelompok Kerja Lingkungan (EWG), mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa, sejak 2009, “617 produsen kosmetik dunia telah melaporkan menggunakan 93 bahan kimia yang telah dihubungkan. terhadap kanker, cacat lahir, atau kerusakan reproduksi di lebih dari 81.000 produk.”

Karena kurangnya regulasi di industri kecantikan, konsumen menjadi korban, hingga kini, solusi terbijak selain menunggu regulasi yang lebih jelas, konsumen harus terus menuntut kejelasan dan kejujuran dari setiap produsen dari produk yang digunakannya.

Pada titik ini, kamu mungkin telah memahami betapa pentingnya melakukan riset sebelum membeli – terutama di bidang kecantikan dan kesehatan. Jika kamu ingin membuat rutinitas kecantikan yang lebih bersih, berkelanjutan, dan tidak beracun, berikut ini yang harus diperhatikan:

Periksa Label
Coba lihat referensi silang International Nomenclature of Cosmetic Ingredients (INCI) untuk melihat bagaimana bahan-bahan umum yang dicantumkan pada label.

Periksa Sertifikasi
Organisasi seperti PETA, Leaping Bunny, dan Made Safe memiliki sertifikasi sendiri yang dapat ditemukan pada produk kecantikan yang memenuhi standar ketelitian mereka.

Cari Tahu Lebih Lewat Internet

Pada Akhirnya,
Ada perbedaan antara produk kecantikan “clean beauty, green beauty, natural beauty, blue beauty, hingga sustainable beauty”. Kamu perlu memastikan bahwa produk yang kamu beli sesuai dengan nilai yang kamu percayai dan dukung. Lakukan riset pasar dan belajarlah cara membaca label.

Gerakan kecantikan yang bersih, hijau, dan alami memiliki begitu banyak hal yang ditawarkan, suatu ideal yang hampir utopis untuk standar kecantikan saat ketiga konsep digabungkan. Sebagai konsumen, kalian harus mendidik diri sendiri agar tidak menjadi korban klaim iklan yang berlebihan dan kampanye greenwashing.


Leave a Comment