Bagaimana Hubunganmu Dengan Pagi?

Ada yang memulai paginya dengan mudah
Ada yang memulai paginya dengan bahagia
Ada yang memulai paginya dengan so far so good (tanpa hati) here we go again..
Ada yang sulit dan pagi itu jadi pergumulannya tersendiri

Saya?
Saya tahu pagi itu sangat penting untuk memulai hari, sangat sakral, dll

Tapi…
Meski rata-ratanya setiap pagi saya bangun saya bersemangat dan excited (dan setelah melewati masa melepaskan addiction di kepala saya tentang keinginan untuk menikmati pagi meneruskan tidur atau sekedar snuggling for 1 more hour, who doesn’t? rite? ) tetap saja saya bangun di jam yang saya harus bangun, dengan dan tanpa alarm, dan biasanya 30 menit sebelum waktunya bangun, tubuh saya nggak lagi mau tidur (that’s 2-2.30 am).

Sekarang ayo kita flash back ke masa kecil kita, yang mungkin, bagaimana hubungan kita dengan pagi kita saat ini, berakar disana baik kita sadari atau tidaknya.

Melewati pagi dimasa kecil kita pasti berbeda-beda..
Perilaku kita dan orang di sekitar kita
Kondisi kita dan orang di sekitar kita
Vibe kita dan orang di sekitar kita

Pagi saya ketika kecil,
Orang tua saya, mereka sweet

Ayah harus pergi kerja bersamaan dengan saya dan adik ke sekolah
Ibu membuat sarapan setiap pagi
Saya nggak ingat dibangunkan oleh mereka dipagi hari, saya bangun sendiri, ke kamar mandi (dan saya punya hal yang selalu saya tunggu dipagi hari, yaitu mandi dengan air hangat di basin super besar), kemudian ganti baju, sarapan, rambut disisirkan ibu, salim ibu (Ayah sudah berangkat), dan saya pergi ke sekolah, melewati jalan dengan banyak pepohonan di kiri kanannya, melewati jembatan (dan saya selalu melongok melihat sungai dan bebatuan di bawahnya, sesuatu yang tidak bisa saya tolak untuk tidak melakukannya).

Pagi hari saya di masa kecil?
Sweet

Fast Forward,
Sebagai Ibu tadinya saya tidak sadar, mengapa anak-anak sangat excited menyambut pagi (mungkin karena mereka selalu melihat kami orang tuanya yang excited juga dengan pagi) sekarang saya sadar untuk mengkondisikan pagi untuk anak-anak adalah sesuatu yang sakral.

Dengan excitednya mereka akan mencari saya di dapur untuk mendapatkan dan memberikan peluk cium hangat mereka

Kemudian Duduk untuk mengobrol sambil melihat saya menyiapkan sarapan pagi

Adam dan Hasna (terkadang Zahra) duduk di ujung meja dapur dan membuat ritual Tea Time dengan gelas-gelas mini mereka sambil menonton “Mommy Cooking Show” kata mereka.

Ketika kita bangun di pagi hari,

Pernah tidak kita berpikir tentang bagaimana kita melihat hubungan kita dengan pagi?

Saya sadar,
Bagaimanapun capeknya saya, kurang tidur malam tadi, atau mungkin having bad mood ketika akan beranjak tidur, semua itu tidak mempengaruhi saya untuk bersemangat dan merasakan pagi itu sebagai berkah yang sangat berharga, karena saya sadar, saya punya kesempatan lagi dan benar-benar merasakannya (mungkin itu yang dulunya tidak pernah saya sadari sebagai alasan mengapa saya tidak pernah merasa bad mood atau kesulitan untuk memulai pagi, dan selalu excited no matter what) karena saya melihat dengan hati apa yang ingin saya rasakan dan saya membuatnya terjadi (seperti mandi berendam di basin yang tidak ada orang di rumah melakukannya karena itu basin untuk merendam pakaian tapi tetap saja saya lakukan karena itu perasaan yang saya inginkan).

Sekarang saya tahu ternyata saya bisa secara emosional dan spiritual dan mental untuk memulai pagi dengan good mood. Ternyata secara tidak sadar, saya selalu memilih. Dan sekarang karena sadar, saya akan terus memilih untuk melalui pagi seperti bagaimana saya ingin merasakannya.

Sekarang,
Coba tanya ke diri kita sendiri

Bagaimana pagi ideal kita, pagi yang kita inginkan (bedakan pagi hari di hari kerja dan diakhir pekan/liburan)
Apa perasaan yang ingin kita rasakan di pagi hari?
Dan apa kamu berusaha mendapatkannya secara sadar?

Semoga Pagimu Penuh Dengan Keberkahan

Bagaimana hubunganmu dengan pagi




Leave a Comment