Self Realization (Keinsafan Diri) Untuk Hidup Yang Hidup Lebih Ringan

By / 14th January, 2021 / Heart Work / No Comments

Bukannya saya siapa-siapa, saya bukan siapa-siapa
Tapi sesederhana karena teman-teman wanita ini,
Kita semuanya peduli satu sama lain, dan realitanya,
Wanita bertanya pada wanita lainnya tentang bagaimana jika menemui kesulitan ini dan itu, it’s just in our blood.

Ini semua datang dari para wanita yang ingin hidup yang lebih baik
Menjalani perannya dan membantu keluarganya untuk kemanusiaan yang lebih baik.
Cantik, merasakan suka cita yang mendalam,
Pekerja Keras,
Multi-passionate (entah itu pebisnis atau bukan)
Dan kita pikir,
Rasanya kita,
Jadi lebih dan lebih lagi terbebani dan stress juga kecemasan meningkat untuk keep up dengan harapan kita (atau orang lain) belum lagi dengan keinginan kita sendiri.

Kita semua ingin tetap waras,
Semua ingin meraih mimpinya dan melakukan hal yang berharga di kehidupan kita, tapi….

Semua kenyataan ini, dan kesadaran ini, membuat kita punya tanya lebih:
1. Spirituality
2. Berdamai dengan waktu
3. Hidup Bebas Toxic
4. Pendidikan anak
5. Membantu masalah dunia
6. Nourishing our body
7. Hubungan kita dengan teknologi
8. Konsumerisme dan Konsumsi yang Berkesadaran
9. Hidup sustainable
10. Hubungan kita dengan orang lain
11. Skin Deep
12. Tidur yang sehat

13. Dan daftarnya masih berlanjut..

Bayangkan dunia jaman dulu,
Ketika concernnya perempuan tidak super multi dimension dan tidak super cepat bergeraknya trend (kenapa saya bilang trend? Karena sering kali kita jatuh dan tidak fokus dan tidak melanjutkan apa yang penting atau prioritas buat kita karena itu tidak trending lagi atau kita teralihkan perhatiannya atau ketika newsfeed atau IG post tidak lagi menyebutkan hal tersebut, kemudian kita lupa, kalau sebelumnya, hal tersebut adalah kepedulian kita).

Di era dulu, wanita bisa lebih fokus dan mendapatkan apa yang penting baginya, karena mereka jauh dari distraksi atau mereka terkondisikan atau secara otomatis itu bisa terjadi karena seperti itulah adanya kehidupan sebelumnya.

Sekarang?
Lihat diri kita sekarang,
Kita semua punya niat yang mulia

Tetapi kita merasa menjadi semakin kewalahan karena tidak bisa “meraih” atau semakin dekat dengan apa yang berharga buat kita.
Dan lebih lagi, kita tambahkan lebih dan lebih banyak mimpi di alam sadar kita, di to do list kita, kita pikir kita nggak melakukan “cukup” hal dan atau “salah”

Saya nggak menyalahkanmu atau diri sendiri atau keadaan.
Tetapi saya sadar dari realita hidup di dunia yang dijalankan dengan teknologi dan kita tetap manusia dengan segala keterbatasannya.

Dan seringkali,
terutama untuk para ibu,
Sangat-sangat melelahkan hati dan pikiran untuk berada di kondisi ini.

We all want more closeness to The Divine
We all want to live a healthy life for as long as we live
We all want to have great relationship with others
We all want to give the best education that will make our kids a decent human being
We all want to have a healthy glowing beautiful skin
We all want to actively contribute to solving the world’s problem
We all want to not be caught up in the realm of shopping and consumerism
We all want to learn how to live a sustainable life in our version of home
We all bombarded with technology that we think we need to catch and be exist and scroll up all the times to be on the know of the cutting edge. As much as it gives us benefit, technology also are killing our body and souls
And we all want more time to learn it all and do it all
And at the end of the day we all want a good sleep
Don’t we all with our good intentions want it all?

Bagaimana kita bisa menavigasi semuanya?
Antara mimpi, Catching up or Keeping up with our own version of Kardasian’s, Eksis, dan semua diantaranya?

Apa kita butuh semuanya?
Bisakah kita memilih?

Idealnya,
Kita kembali ke kesadaran kita, kemudian “insaf” bahwa kita tidak bisa mengontrol semuanya, kita tidak bisa mendapatkan semuanya, kita tidak bisa merubah semuanya.

Yang kita bisa?
Benahi prioritas kita
Focus pada prioritas kita (sampai kita merasakan untuk fokus itu sakitnya mendalam tapi membahagiakan)
UBAH apa yang kita BISA
Hidup Lebih Sederhana
Cari cara untuk mengontrol distraksi (mungkin selain Social Disctancing kita juga berSosial Media Distancing?)

Melalui pergumulan kita, penderitaan kita, suka cita dan kebahagiaan kita, begadang menyusui atau membuat report, membereskan dapur yang selalu berantakan sesaat setelah dibereskan, diantara membuat makan sehat untuk keluarga, komposting, membawa tas belanja, checking komposisi skincare, dan mencoba untuk tidak tergoda dengan botol minum stainless yang cute, diantara SEMUA ITU, kita bisa menemukan ketenangan, sakinah, serene, we can make sense, dan kita bisa berjalan lebih ringan and still have our clarity in check, InshaAllah.

REALITY CHECK!
(jangan lewati tahapan ini jika kamu ingin menuju ke hati dan hidup yang lebih ringan).

Seberapa banyak dari kita yang merasa kewalahan dari hal-hal di poster atas dan memilih untuk menutup mata dan terus berjalan seperti tidak terjadi apa-apa?

Seberapa banyak dari kita yang merasa kewalahan dan memilih untuk terus berjuang ke hal yang paling trending, terupdate, hanya kemudian kamu lelah dan burn-out?

Seberapa banyak dari kita yang merasa kewalahan dengan hal-hal tersebut dan memilih untuk mengontrolnya dan membuat pilihan atas apa-apa yang berharga saja?

Jelas, saya ingin berada di group yang terakhir.

Saya tidak bisa menutup mata atas kenyataan yang ada
Allah membuat saya ada di momen kehidupan saat ini dengan tantangannya sendiri yang harus saya jalani, tapi saya harus tetap berpijak di hati, untuk bisa terus berjalan tetapi pilihan saya, InshaAllah akan jadi lebih ringan dan doa saya untuk sahabat wanitaku lainnya. Semoga hidup kita, hati kita menjadi lebih ringan.


Leave a Comment