Pikir Lagi Sebelum Membuat Alasan

By / 13th January, 2021 / Heart Work / No Comments

BANYAK SISI ALASAN
Dulu..
Dengan mudah,
Pintar
Diplomatis
Masuk akal
Dan cepat

Apapun yang saya lakukan/putuskan, benar atau salahnya, jika ditanya orang lain, akan saya beri alasannya.

Iyalah
Terkadang, …
hal-hal yang kita putuskan akan butuh dimintakan penjelasan oleh orang lain, tentang hal mengapa di baliknya.

Setelah menikah,
Saya sering diingatkan suami
“Don’t make excuses” – “Jangan membuat alasan”
Stay with the fact, faktanya itu apa dibalik apa yang kamu putuskan?

Saya mikir…
Alasan itu memang praktis
Tapi saya merasakan, saya nggak benar-benar jujur dengan perasaan saya (ternyata) tidak sepanjang waktu saya jujur.

Saya jadi,
Pintar yang bikin saya nggak dekat dengan hati saya (nggak jujur)
Defensif
Kurang objektif
Bikin hal tersebut jadi lebih ruwet
Membuat diri jadi korban untuk melindungi diri (paling sebel sama hal ini)

Saya,
mencoba untuk memilih mengambil wkatu untuk menjelaskannya ke diri sendiri apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang saya rasakan, karena ini lebih berguna daripada membuat “alasan”.

Dan sekarang?
Ketika saya memilih dan ditanyakan kenapa:
1. Saya memilih untuk tidak selalu menjawab kenapa
2. Jika saya bilang kenapa, dan alasan saya dikritik, saya akan diam mencernanya (meski nggak selalu itu enak atau nyaman di hati).

It’s better that way.. 🙂
At least for me.


Leave a Comment