Dibalik Jerawat dan Solusinya Ada…?

Ayo kita ngomongin jerawat.

Saya tahu hal ini dari sisi ketebalan kulit yang hanya sekitar tebalnya kartu ATM, dari toxic yang menggangu microbiota kulit dan fungsi kulit dari skincare atau pakaian dan parfummu, dari masalah pencernaan, stress, hingga ketidakseimbangan hormon atau sekedar polusi yang menyapa ketika kamu keluar rumah atau bahkan makanan sehat yang bikin jerawatmu tak kunjung hilang dan nyalahin diet sehatmu.
Semua terpetakan lewat 1 dekade memformulasi produk untuk kulit jerawat, memberikan konsultasi masalah kulit berjerawat yang bisa dibilang adalah 80% dari pelanggan Green Mommy Shop.

Sudahlah track record saya itu jangan dihiraukan.
Ayo kita melihat kenyataan yang lebih lucu dan menyedihkan seputar jerawat dikehidupan pribadi saya.
Saya nggak bisa banyak cerita kecuali ada masa saya bruntusan jaman SMA yang hilang dengan masker air belerang, saya tahu itu hormon saja, karena saya lumayan vegetarian dan hidup di era yang nggak banyak polusi belum lagi saya sudah kritis dengan apa yang saya pakai ke tubuh sejak SD. Jadi tidak usah pedulikan cerita receh barusan.

Cerita Jerawat Pertama

2 tahun yang lalu,
Saya membuat riset pribadi, untuk bagaimana kulit saya BISA BERJERAWAT!
Aneh kah..kalau kamu biasa melihat wajah saya yang flawless dan ada jerawat dan besar-besar, pasti kamu mikir ada yang salah dengan saya. Atau apapun yang saya lakukan selama ini tidak terbukti manjur! Atau akurat. Tapi mana ada sih yang akurat selain Allah, kita semua berusaha untuk menelaah, belajar, praktek dengan niatan menjadi yang terbaik versi kita saat ini.

Balik ke cerita jerawatan saya.
Mau tahu kenapa saya bisa muncul jerawat?
Selama 1 bulan persisnya, saya mengkonsumsi:
Protein hewani non organik, organik, ayam, ikan, daging sapi (tidak setiap hari, bisa dibilang seminggu maksimal 3 kali), saya snacking banyak gula bukan nyemilin gula tapi makan desert setiap hari, entah itu black forest, cinnamon bun bikinan sendiri, dll. Saya juga makan gaya banyak karbo, nyambel yang wenaakk lalapan sing akeh.. nasinya juga segunung! Yummy!

Hasilnya wow sekali,
Berhasilah saya seperti jamur dimusim penghujan, mulai bermunculan jerawat di area dahi, dagu dan pipi. Jerawatnya rata-rata besar-besar. Dan bukan jerawat yang hilang dalam semalaman. Jangan kau tanyakan kenapa wajah saya nggak berbekas jerawat (ini berterima kasih dengan regimen merawat kulit saya donk ah.. meski setelah panen jerawat). Dan setelah keran makan ngaco itu saya kecilkan, berkurang pula jumlah jerawat saya, dan intensitas munculnya dan seraya keran saya matikan, hilang semua jerawat saya. Lega rasanya, apalagi Yusuf salah satu anak tertua kaget melihat wajah jerawatan saya. “Mommy, what happened to your face, why you have pimples all over your face” (baca: Mommy, apa yang terjadi denganmu, kenapa ada banyak jerawat di seluruh wajahmu?) itu reaksi dia ketika saya sempat tidak pulang ke rumah selama 2 mingguan, dan pulang dengan kado banyak jerawat di wajah.

Cerita Jerawat Kedua
Yang ini bukan cerita saya..
Tapi cerita anak tertua kami
Anak-anak yang sedang beranjak remaja dan dewasa di keluarga kami tidak ada satupun yang meski dengan gejolak hormon ditemani wajah jerawatan yang tidak kunjung hilang. Itu belum pernah ada di kamus. Dan saya tahu itu tidak akan terjadi atau kemungkinan terjadinya sangat kecil karena kami sangat menjaga apa yang mereka makan, toxic disekeliling mereka, stress (meski ini hanya mereka yang tahu), dan hal yang bisa dikontrol lainnya.

Hingga suatu saat, saya kaget melihat ada beberapa jerawat yang kalau kata saya itu karena inflamasi di tubuh muncul di wajah Zak. Saya mengingatkan dia, untuk jaga apa yang dia makan, karena saat itu saya sering berada di Malang ketimbang di rumah. Dan kata ayahnya, tidak usah dia diberi obat jerawat buatan saya, karena toh nanti hilang tidak berbekas karena kulit mereka sangat cepat regenerasinya dan sembuhnya. Saya iyakan saja, tapi dibenak saya, saya tahu apa yang sedang terjadi. Jerawatnya bukan makin berkurang, tetapi makin bertambah saja. Suatu hari, lagi-lagi Yusuf, remaja paling kritis di keluarga,
Yusuf: “Mommy, do you think when I’m at Zakariya’s age, I will have pimples like him?”
Me: “Why you asked?”
Yusuf: “I’m worry!”
Me: “No you won’t unless you are doing and eating other than what mommy told you”.
Yusuf: “Okay!”
Suatu hari, saya mengetahui mengapa Zak jerawatan. Dengan apa yang dia makan sama dengan semua anggota keluarga makan, dan segala hal disekitarnya (memang DNA kita tidak ada yang sama, tetapi ada hal yang bisa dengan mudah dicegah dan diprediksikan jika hal yang sama diberlakukan dan jerawat adalah salah satunya), dia suka nyemil dan minuman yang manis-manis. Kata saya ke ayahnya dan ke Zak, saya tahu dari awal kenapa dia berjerawat. Dengan berhenti mengkonsumsi yang manis-manis, kamu nggak akan hilang manisnya kok. Tapi jerawatpun hilang.

Cerita jerawatnya berakhir disana.
Apa sih inti dari cerita ini?
Hanya dengan 1 saja komponen yang bisa membuat tubuh terinflamasi dari 1 bahan yaitu pemanis, kulit kita bisa berjerawat. Ini dengan mudah saya pin point alias tahu karena hanya itu faktor yang ada di Zak. Dan begitu pula yang harus kalian cermati di segala yang terjadi di tubuh kalian. Bisa 1 penyebab, bisa 2, bisa 3, dan rata-rata masyarakat modern, masalahnya sangat kompleks karenanya jerawat jadi masalah yang tidak kunjung selesai selama bertahun-tahun.

Yuk ah,
Bekali dirimu dengan ilmu bukan dengan mati pasang cari obat jerawat paling ampuh!

kursus bebas jerawat

Leave a Comment