Bertransisi ke Deodoran Alami Seri 2

Banyak orang bertransisi dengan mulus (baca: tanpa masalah) ke deodoran alami sementara yang lain mengalami periode penyesuaian.

Bagian 1 dari bahasan ini membahas kemungkinan penyebab iritasi yang mungkin dialami beberapa orang ketika beralih dari antiperspiran / deodoran konvensional ke deodoran alami.

Bagian 2 ini akan memberikan beberapa saran untuk membantu atas perubahan yang mungkin kamu alami saat beralih ke deodoran alami.

Beralih ke deodoran alami mungkin memerlukan sedikit usaha dan kesabaran ekstra untuk beberapa orang, tetapi pada akhirnya, ketika kamu menemukan deodoran alami yang cocok dan efektif untukmu dan kamu merasa senang menggunakannya, usahamu tidak sia-sia jadinya

Saya akan memberi saranan berdasarkan kategori di bawah ini:

1. Penyesuaian ketiak (jangka waktu)
2. Langkah Pertama (berurusan dengan peningkatan jumlah keringat atau bau)
3. Aplikasi Deodoran
4. Bercukur
5. Baking Soda
6. Memilih Deodoran yang Tepat


1.Penyesuaian ketiak
Penyesuaian-Deodoran Alami ke badan kita dipandang oleh tubuh sebagai perubahan yang akan menganggu meski perubahan yang akan kita buat itu adalah yang positif. Tetapi tubuh seringkali akan menolak perubahan tersebut. Ini sama seperti jika kita mengubah cara merawat wajah, kita mungkin akan mengalami breakout sebelum produk mulai bekerja. Seringkali tubuh kita butuh waktu untuk menyesuaikan dan menerima perubahan.

Kami berharap dengan mengetahui apa yang akan terjadi, ini akan membantumu untuk mempersiapkan waktu beberapa minggu penyesuaian saat kamua beralih ke deodorant alami sebagai pilihan hidup yang lebih sehat dan ramah lingkungan.

Sementara itu, jangka waktu untuk penyesuaian akan berbeda untuk setiap orang tergantung pada chemistry tubuh kita, berikut ini adalah skenario yang biasanya terjadi.

MINGGU 1
Kamu memutuskan untuk berhenti menggunakan deodoran komersial atau antiperspirant. Di Amerika Serikat, FDA mengklasifikasikan antiperspiran sebagai OBAT bebas. Jika kamu telah menggunakan antiperspirant selama bertahun-tahun, kelenjar keringatmu pasti akan mengharapkan untuk itu terus digunakan, bahasa lainnya “nagihin”.

Di awal pemakaian biasanya semua berjalan dengan baik. Kamu bisa berakfitas seperti biasa berhari-hari bahkan berminggu-minggu tanpa memperhatikan banyak perbedaan antara antiperspiran dan deodoran alami yang sedang kamu pakai. Sekarang kamu jadi berpikir, WOW deodorant ini hebat! Deodoran alami ternyata benar-benar berfungsi!

MINGGU 2
Dalam beberapa hari setelah kamu memberhentikan penggunaan, populasi bakteri ketiak mulai berubah. Ketika bakteri baru mulai berkoloni kamu mungkin akan melihat peningkatan dan perubahan bau ketiak.

Jika produk yang kamu gunakan adalah antiperspirant, dimana produk ini menghentikan kelenjar keringat agar tidak berfungsi secara normal, maka tidak ada lagi bahan kimia yang mencegah kamu berkeringat. Tubuhmu kemudian akan sering tapi untuk sementara waktu meningkatkan produksi keringat ketika kamu menghentikan antiperspiran.

Nah disinilah, seringkali karena peningkatan sementara keringan dan perubahan bau badan, kemudian orang menyerah menggunakan deodorant alami dengan anggapan bahwa deodorant alami tidak berfungsi.

Deodoran alami adalah produk yang sama sekali berbeda formulasinya dari deodoran konvensional atau antiperspiran. Kesabaran adalah kuncinya. Kamu harus memberikan waktu pada tubuhmu untuk bertransisi.

Ingat, peningkatan bau dan / atau keringat BUKAN akibatketiak mengeluarkan racun!

Ketahuilah bahwa jika kamu kembali ke antiperspiran atau deodoran lama ketika kamu kemudian memutuskan untuk mencoba deodoran alami lagi, ketiakmu sekali lagi akan perlu waktu untuk beradaptasi “lagi.”

MINGGU 3
Komunitas bakteri di bawah lenganmu akan terus berubah karena mikrobioma bakteri ketiak kembali menyeimbangkan ke normal “barunya.”

Kamu harus memperhatikan masalah bau yang mulai berkurang dan tingkat keringat mulai normal.

MINGGU 4
Microbiome ketiakmu sudah kembali ke tempatnya dan tubuhmu seharusnya sudah menyesuaikan diri dengan deodoran alami.

Jika kamu masih mengalami iritasi, bisa jadi itu adalah soda kue, tetapi bisa juga salah satu bahannya. Anda bisa peka terhadap suatu bahan meskipun itu alami. Patch tes dapat membantu mengetahui sensitivitas atas bahan.

Mohon dipahami bahwa – menggunakan terlalu banyak deodoran sering menjadi penyebabnya.
Jika kamu menggunakan deodoran dengan minyak atsiri/essential oil, cobalah deodoran yang tidak mengandung aroma perfume sintetis atau bahan sintetis tambahan
Coba formulasi yang berbeda – kami memiliki 5 resep deodoran yang berbeda: powder/bubuk, cream, semprot, roll on dan padat

Harap dicatat: kulit yang terasa terbakar, gatal, atau ruam adalah tanda bahwa produk ini tidak kompatibel dengan kulitmu. Ini TIDAK berarti bahwa kamu akan menjalani detoksifikasi atau perlu membeli peralatan “detoks” untuk “mengeluarkan racun.” Jika tampaknya tidak ada yang membantu, harap hentikan penggunaan.

Jika kamu kesulitan untuk melewati fase penyesuaian, saya harap informasi di bawah ini akan membantu.

Mengapa Perlu hingga Empat Minggu untuk Menyesuaikan?
Dalam sebuah studi yang berjudul “Deodoran dan Antiperspiran Mempengaruhi Komunitas Bakteri Aksila” yang diterbitkan pada 2014 di Archives of Dermatological Research oleh Chris Callewaert, dkk., Para peneliti menemukan bahwa beberapa bahan dalam deodoran dan antiperspirant sebenarnya dapat “bertahan di kulit ketiak”. hingga tiga hingga empat minggu setelah penggunaan. “Mereka mencatat bahwa beberapa bahan kimia itu hanya akan hilang sepenuhnya ketika kulitmu benar-benar memperbarui dengan pergantian sel kulit normal, yang memakan waktu sekitar empat minggu pada orang dewasa. Seiring bertambahnya usia, siklus regenerasi kulit ini akan melambat.

Seperti yang saya sebutkan di Bagian 1 seri ini, para peneliti juga menemukan bahwa orang yang menggunakan antiperspiran, dan bahkan beberapa deodoran, memiliki jumlah bakteri yang lebih banyak di daerah ketiak. Menurut Dr. Callewaert, “keragaman yang lebih tinggi berkorelasi dengan lebih banyak bau tidak sedap.” Dengan kata lain, semakin banyak jenis bakteri yang hidup di ketiakmu maka, semakin besar dan tidak berbau sedap ketiakmu jadinya.

Sederhananya, ketiakmu hanya membutuhkan waktu untuk mikrobioma alami ketiak untuk membangun kembali dirinya.

2. Langkah pertama
Deodorant Alami

Jelasnya pertama kamu harus berhenti menggunakan antiperspiran atau deodoran lamamu.

Dari hasil menelaah customer kami menemukan bahwa tidak menggunakan deodoran, setidaknya selama beberapa hari (lebih lama akan lebih baik) sebelum beralih ke deodorant alami akan sangat membantu.

Jika memungkinkan, mulailah transisi menggunakan deodorant alami selama cuaca dingin seperti di musim hujan atau musim panas yang dingin ketika kamu lebih jarang berkeringat dan tubuh lebih dingin suhunya. Atau coba diakhir pekan kala kamu tidak beraktifitas aktif di tempat umum yang bisa membuatmu khawatir akan bau.

Kamu TIDAK perlu membeli produk “DETOX KETIAK”. Produk-produk seperti ini tidak akan mempercepat transisimu.

Cuka: Sementara cuka dapat membantu menghilangkan bau, begitu juga sabun dan air. Tapi jika ketiakmu iritasi, penggunaan cuka akan membuat iritasimu perih dan terasa terbakar.

Lulur/Eksfoliasi: Pengelupasan sel kulit mati di ketiak akan membantu menghilangkan sisa kulit mati dan bakteri yang terperangkap di area ketiak. Namun, ini bisa mengiritasi kulitmu. Jika kamu membersihkan ketiak dengan menggosoknya dengan handuk saja, sel kulit mati akan terkelupas tanpa membuat iritasi ekstra.

Selain itu, setiap produk baru yang ditambahkan ke area ketiakmu mulai dari deodorant alami, masker ketiak, scrub, cuka, dll dapat mengubah jenis dan jumlah bakteri dan memperpanjang periode penyeimbangan kembali ketiakmu.

Satu-satunya “detoksifikasi” yang kamu butuhkan adalah berhenti menggunakan antiperspiran dan deodoran sintetis.

Close-up Of A Woman With Hyperhidrosis Sweating Very Badly Under Armpit

Meningkatkan Produksi Keringat
Jika kamu merasa lebih banyak berkeringat artinya itu hal yang baik. Produk Antiantiperspiran memblokir pori-pori dan memerangkap keringat, yang sebenarnya bukan yang kamu inginkan. Deodoran alami akan memungkinkan ketiakmu melakukan apa yang dirancang untuk dilakukan oleh mekanisme alami ketiak yaitu – berkeringat.

Intinya – ketika kamu merasa panas, kamu akan berkeringat, juga ketika merasa gugup atau cemas, kamu akan berkeringat – dan ketika stres, keringatmu akan berbau lebih buruk daripada keringat biasa.

Berikan satu atau dua minggu untuk masa ini dan peningkatan keringatmu akan menjadi seimbang dengan sendirinya. Tetapi perlu diperhatikan bahwa peningkatan sementara ini dapat menyebabkan radang keringat atau iritasi kulit lainnya.

Beberapa Hal Untuk Membantu:
Body Powder Alami
Jaga lipatan kulit sekering mungkin
Bedak: Oleskan sedikit bedak seperti pati garut atau pakai Granny Body Powder atau bedak GMS lainnya.
Meskipun bubuk tidak akan mencegahmu dari berkeringat, bedak akan menyerap kelembapan untuk membantu mengurangi gesekan dan iritasi
Jauhi bubuk yang dibuat dari tepung jagung yang dapat meningkatkan pertumbuhan ragi dan memperburuk ruam terutama selama masa transisi dimana keringat menjadi lebih basah daripada biasanya
Pakaian: Kain yang terbuat dari serat alami seperti katun, linen, wol, bambu, dan kain rami jauh lebih baik dalam menghilangkan kelembaban daripada pakaian sintetis
Jangan mengenakan pakaian ketat: Lengan yang longgar akan membuat area ketiak bernapas
Bila mungkin, kenakan sesuatu tanpa lengan untuk memungkinkan area tersebut mendapatkan udara segar.

Peningkatan bau pada masa transisi
Seperti yang saya bahas di seri 1, kamu mungkin mengalami peningkatan sementara atau perubahan bau ketiak saat populasi bakteri ketiak mulai berubah.

Beberapa saran:
Bersihkan/cuci ketiak
Jaga ketiak tetap kering untuk membantu mencegah pertumbuhan bakteri
Mencuci: Menyabuni dan mencuci ketiak secara menyeluruh dengan waslap atau spons tubuh untuk mengangkat kulit mati, keringat yang terperangkap, dan bakteri yang menyebabkan bau badan (terutama selama musim kemarau, setelah berolahraga atau hari yang sangat menegangkan)
Hidrasi: Minumlah banyak air yang memiliki efek mempermudah dan mengencerkan keringat untuk membantu mengurangi bau
Pakaian: Kain yang terbuat dari serat alami seperti katun, wol, bambu, dan kain rami memiliki lebih sedikit bau dan lebih bersih dari pada sintetis
Diet: Beberapa makanan benar-benar dapat meningkatkan bau badan jadi ubahlah diet Anda untuk sementara waktu. Menurut Berkeley Wellness dari University of California, beberapa makanan ini termasuk brokoli, kol, kembang kol, bawang, bawang putih, daging merah, makanan berlemak, dan alkohol.
Konsumsi makanan nabati

Applying cream after depilation. Depilation of armpits with sugar paste. Shugaring

3. Cara menggunakan deodorant alami
Colek deodorant dengan menggunakan jari.

Ketika kamu membuat perubahan dari sesuatu yang telah kamu lakukan untuk waktu yang lama, kamu mungkin menemukan bahwa rutinitas baru itu membuat canggung.

Beberapa hal yang perlu diingat:
Deodoran alami mungkin terasa lebih keras untuk dikeluarkan dari wadah terutama disaat musim hujan/cuaca lebih dingin.
Jangan menggoleskan ke ketiak dengan keras karena dapat menyebabkan iritasi
Deodoran GMS paling baik digunakan ketika ketiak bersih dan tubuh hangat dan kering seperti sehabis mandi.
Jika ketiakmu lembap, minyak alami dalam deodoran dapat menjebak air di sebelah kulit yang dapat menyebabkan iritasi.
Formula kami akan melunak setelah kontak dengan panas tubuh. Biarkan kehangatan alami tubuh mu untuk melembutkan deodoran agar aplikasi lebih merata.
Sabar
Pemanasan tubuh secara alami membantu mencegah gesekan gesekan yang dapat menyebabkan iritasi pada area ketiak.
Jumlah: Deodoran alami tidak perlu dioleskan sebanyak seperti deodoran konvensional
Gunakan jauh lebih sedikit daripada yang kamu butuhkan.
Menggunakan terlalu banyak deodoran alami, terutama yang mengandung baking soda, akan meningkatkan kemungkinan iritasi
Menggunakan terlalu banyak deodoran juga dapat menyebabkan residu pada pakaianmu.

Tekstur Deodoran Alami akan berubah secara musiman dengan perubahan suhu. Deodoran secara alami akan lebih lembut dan lebih mudah diaplikasikan dalam suhu yang lebih hangat.

Dalam cuaca yang lebih dingin, kamu mungkin perlu menghangatkan deodoran di kulitmu untuk waktu yang lebih lama agar suhu tubuhmu bisa melembutnya untuk akhirnya mudah diaplikasikan.

Menggunakan Coconut Deodorant
Sangat penting untuk menghangatkan deodoran dengan menggosokkannya dengan ringan di antara ujung jari atau dengan meletakkannya di ketiakmu.

Membiarkan kehangatan alami tubuh untuk melembutkan deodoran bisa membantu menciptakan aplikasi yang lebih halus dan seragam.

Kemudian oleskan coconut deodorant dengan lembut ke kulitmu sampai tidak terlihat lagi. Jumlah seukuran kacang polong mungkin cukup untuk kedua lengan.

Apapun jenis deodoran yang kamu pilih. . . bersabarlah, biarkan dia hangat dulu dan kemudian oleskan secara lembut.

4. Iritasi Bercukur
Ketiak manusia menghadirkan banyak tantangan untuk bercukur. Kulitnya sangat halus, pisau cukur tidak nyaman sesuai dengan bentuknya yang seperti gua, dan lokasinya membuat sulit untuk melihat apa yang kamu lakukan.

Berikut cara meminimalkan iritasi atas penggunaan alat cukur:
Selalu gunakan pisau cukur yang baru dan bersih
Jangan pernah mencukur dengan pisau tumpul
Pisau cukur tua kusam dapat menampung bakteri
Gunakan sebatang pelembab, sabun atau minyak alami untuk menambahkan slip ke pisau cukur
Oleskan pelembab ringan setelah bercukur

Tidak peduli seberapa berhati-hatinya kamu mencukur, pisau cukur menyebabkan robekan mikroskopis pada kulit ketiak yang halus. Akibatnya, mengoleskan deodoran langsung setelah bercukur bisa membuat iritasi, bahkan ketika menggunakan deodoran alami.

Meskipun banyak situs web tentang deodoran akan memberi tahumu untuk menunggu 10 hingga 30 menit, kami sarankan mencukur di malam hari dan menggunakan deodoran di pagi hari. Hal ini akan mngizinkan ketiakmu untuk beristirahat, memperbaiki, dan menyembuhkan dalam semalam dapat membantu mencegah iritasi.

5. Baking Soda
Sementara banyak orang menggunakan baking soda pada deodoran tanpa masalah, beberapa orang lebih sensitif terhadap baking soda, terutama di daerah itu – saya membahas “mengapa” di Bagian 1 blog ini.

Jadi, mengapa kami menggunakan baking soda di beberapa deodoran kami?
Karena Baking Soda berfungsi dengan baik untuk menghilangkan bau.

Bagi sebagian orang, iritasi hanya terjadi selama periode transisi berkeringat yang meningkat. Bagi sebagian orang, ketiakmu hanya perlu waktu untuk menyesuaikan diri dengan baking soda. Bagi yang lain, hanya ada kepekaan terhadap jumlah baking soda.

Di atas saya menyarankan untuk tidak menggunakan deodoran selama beberapa hari – atau selama mungkin. Ketika microbiome di ketiakmu berubah dan produksi keringat meningkat, mungkin juga ada perubahan sementara dalam pH keringatmu.

Tunggu sebentar sebelum mulai menggunakan deodorant berbahan baking soda. Jika kamu segera mulai menggunakan deodoran alami yang mengandung baking soda dan menyebabkan iritasi, kamu tidak akan tahu apakah itu benar-benar sensitivitas jangka panjang atau hanya sensitivitas karena perubahan iklim mikro ketiak selama periode penyesuaian.

Jika kamu khawatir tentang sensitivitas baking soda atau sudah mengalami iritasi ketika pertama kali mengganti deodoran, mulailah dengan atau beralih ke, deodorant tanpa baking soda atau creme deodoran yang mengandung baking soda sangat sedikit.

Jika kamu sudah melewati periode penyesuaian alami dan masih mengalami iritasi yang kamu yakini disebabkan oleh baking soda – berikut adalah beberapa saran dari kami:
Oleskan deodoran pada kulit bersih
Cuci ketiak sebelum aplikasi dengan sabun lembut yang membersihkan tanpa menghilangkan minyak alami.
Pastikan area ketiak kering sebelum aplikasi karena jika tidak basah bisa terjebak di bawah bahan pelembab dan menyebabkan iritasi
Cuci ketiak sebelum tidur agar kulit bersih dan baking soda tidak menempel di kulit sepanjang malam
Sangat penting – biarkan deodoran menghangatkan kulitmu sebelum menggunakannya untuk mengurangi gesekan
Bercukur di malam hari

Jika kamu mengalami iritasi, berikan ketiak beberapa hari untuk beristirahat
Pertimbangkan untuk mengganti varian deodorant alamimu, tersedia banyak pilihan di Green Mommy Shop

Jaga agar kulit ketiak lembut dan lembab
Banyak orang menemukan bahwa menggunakan pelembab yang sangat ringan setelah bercukur, sebelum tidur, dan setelah mandi mencegah kekeringan, mengurangi gesekan dan membantu menjaga ketiak yang sehat.
Melembabkan beberapa menit sebelum menerapkan dedorant tidak hanya melembabkan dan mengurangi gesekan tetapi juga menciptakan sedikit penghalang pada kulit.
Kamu tidak memerlukan produk atau salep khusus – minyak kelapa murni atau minyak nabati lainnya bisa jadi pelembabmu, bisa juga kamu menggunakan facial oil yang dimiliki.
Jauhi lotion pelembab dengan minyak pewangi atau bahan sintetis lainnya
.

Harap diingat bahwa jika sensitivitas atau iritasi berlanjut atau menjadi sakit, harap hentikan penggunaan.
Berikan waktu istirahat pada ketiak dan kemudian coba beralih ke deodoran creme atau non baking soda.

6. Pilih Deodoran yang Tepat untukmu
Menemukan deodoran alami yang “tepat” seringkali merupakan bagian yang paling sulit dalam transisi.

Salah satu komentar pertama yang sering saya dengar dari orang-orang adalah, “Deodoran alami TIDAK bekerja!” Ide bahwa deodoran alami “tidak berfungsi” dapat berarti berbeda bagi orang yang berbeda. Jadi, saya langsung bertanya, “Apa masalahnya? Apakah tidak membantu dengan bau? … Apakahsulit digunakan?”

Tidak ada dua orang yang memiliki kimia tubuh yang sama, jadi yang bekerja untuk satu orang mungkin tidak bekerja untuk orang lain. Jika kamu sudah mencoba deodoran alami dan tidak menyukai “mereka,” itu tidak berarti bahwa semua deodoran alami akan memberikan hasil “buruk” yang sama.

Juga, semua deodoran alami TIDAK diciptakan sama. Baca bahannya. Banyak “deodoran alami” masih mengandung pewangi sintetis dan bahan-bahan lain yang tidak sehat. Saya tidak bisa cukup menekankan betapa pentingnya untuk selalu membaca dan meneliti label bahan sehingga kamu tahu apa yang sebenarnya ada di dalam produk.

Cek komposisi. Bahan apa yang tampaknya bekerja lebih baik untukmu. Adakah bahan umum dalam deodoran atau produk perawatan kulit lain yang menyebabkan kepekaan?

Cobalah setiap deodoran selama beberapa minggu, karena tubuhmu butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Ketahuilah bahwa mungkin perlu beberapa eksperimen sebelum menemukan deodoran alami yang tepat untukmu.

Jika kamu memiliki kulit yang sangat sensitif, kami sarankan untuk melakukan patch test.

Mungkin perlu beberapa usaha untuk beralih, tetapi tolong jangan biarkan itu menghentikan kamu dari mencoba.

Catatan: Ingat, lakukan apa yang benar untuk kulitmu. Jika kamu memiliki ruam yang menetap atau memburuk, silakan mencari saran medis, karena ruam ketiak dapat menjadi gejala kondisi yang lebih serius dan dapat menyebabkan infeksi.


Leave a Comment