Penyebab Ruam Ketiak “Seputar Masa Transisi Ke Deodorant Alami Bagian 1

By / 23rd May, 2020 / Beauty, Health / No Comments

Berganti dari produk antiperspirant atau deodorant komersial ke yang alami itu bisa unik perjalanannya dan pastinya pengalaman setiap orang akan berbeda dari satu sama lainnya.

deodorant yasmeen.jpg

Seperti halnya mengganti produk kecantikan wajah atau rambut dari komersial ke alami, rata-rata orang pasti agak enggan melakukannya. Kamu tidak sendiri!

Pada kenyataannya kebanyakan orang yang menganjurkan untuk hidup selaras alam punya kesulitan untuk mengganti deodorant mereka meski mereka juga inggin sekali mengganti deodorant komersialnya ke produk yang ramah lingkungan dan non toxic.

Dari pengalaman Green Mommy Shop selama hampir 1 dekade banyak orang yang dengan mudahnya beralih ke deodorant alami tanpa merasakan ketidaknyaman ketika berganti produk sama sekali dan ada juga sebagian kecil orang yang merasakan adanya masa transisi.

Untuk yang membaca tulisan ini artinya kamu sudah mengetahui dan akan mengantisipasi kemungkinan apapun ketika bertransisi ke produk alami.

Pastikan untuk diingat bahwa setiap dari kita adalah individu yang unik dan berbeda yang artinya tubuh kita akan bereaksi berbeda terhadap apa yang kita pakai dan itu.

Masa penyesuaian/transisi ke deodorant alami dan kemungkinan iritasi atau ruam yang mungkin akan muncul ketika bertransisi dari antiperspirant komersial atau deodorant non alami komersial.

Saya pribadi terakhir kali menggunakan sekelas deodorant (tepatnya body cologne ke area ketiak) ketika kuliah sekitar 20 tahun yang lalu.

Kalau ditanya kenapa berubah menggunakan pengharum alami untuk area ketiak dengan fungsi seperti deodorant. Jawaban saya, kenapa tidak? Mungkin juga karena Isi kepala saya sudah sangat terprogram untuk tidak rela tubuh ini dimasuki bahan yang membuat saya khawatir. Kapan-kapan saya cerita tentang riwayat kanker dan tumor payudara di keluarga saya. Karenanya untuk menggunakan produk yang saya tahu aman itu tidak bisa saya kompromikan. 

Kami punya banyak customer yang dengan kondisi kulit sensitif sukses menggunakan deodorant alami. Jadi kuncinya ada paka body chemistry kita masing-masing.

Hingga hari ini kami sudah menjual ribuat deodorant dalam kurun waktu hampir 1 dekade dan disaat yang sama kami menerima sangat sangat sedikit kurang dari 1% feedback tentang iritasi, dan meski seperti itu kenyataannya, hal ini lumayan membuat kami juga sedih dan bikin frustasi.

Cerita untuk feedback iritasi selama ini baru terjadi 2 kali (seingat saya), dan selalu ceritanya dimulai seperti ini: Kamu mencoba deodorant kami (khusus yang coconut deodorant tapi tidak yang lainnya),  dan diawal pemakaian sangat menyukai hasil yang dirasakan, mencegah aroma tidak sedap, menyerap rasa basah, terutama dicuaca Indonesia yang panas dan lembab. Tetapi setelah beberapa hari kemudian, area ketiak terasa gatal dan teriritasi dan kamu merasa terganggu dan tidak suka untuk meneruskan menggunakan deodorant alami.

Pada kenyatannya sangat sulit untuk menemukan penyebab iritasi tapi yang kamu lakukan adalah bermain menjadi DETEKTIF!.

Bahwa deodorant alami itu cocok atau tidak untukmu, seringkali bergantung pada komposisinya. Tetapi disaat yang sama baking soda sering disalahkan untuk masalah iritasi. Bisa juga iritasinya dari bahan lain yang kamu sebenarnya sensitif terhadapnya.

Bukan itu saja, bisa juga tergantung pada jenis bakteri yang hidup di kulitmu dan body chemistrymu sendiri yang akan bergantung juga pada genetikamu, jenis kelamin, usia, etnik, lifestyle, keseimbangan hormon, kesehatan, obat-obat yang kamu konsumsi, bahkan produk yang sebelumnya kamu pakai termasuk juga pakaian yang kamu pakai.

Inilah kenapa deodorant yang cocok untuk 1 orang belum cocok untuk orang lainnya.

Sekarang ayo kita bereksplorasi untuk mencari penjelasan yang dimungkinkan atas penyebab iritasi dan ruam pada ketiak akibat pemakaian deodorant alami:

1. Mencukur rambut ketiak

2. Pengaplikasian deodorant

3. Penyesuaian ketiak

4. Baking soda

5. Contact Dermatitis karena berbagai penyebab

6. Kulit teriritasi karena gesekan entah itu karena garukan, pakaian, dll.

Kemungkinan penyebab iritasi:

1. Mencukur rambut ketiak
Pernahkah kamu menggunakan deodoran tepat setelah bercukur dan merasakan sensasi terbakar atau menyengat yang mungkin terasa gatal sepanjang hari? Ketiakmu adalah area tubuh yang sangat sensitif dan pisau cukur menyebabkan robekan mikroskopis,sebenarnya ada luka terbuka kecil pada kulit ketiak yang halus ketika kamu bercukur.

Pengaplikasian deodoran langsung setelah bercukur bisa mengiritasi, bahkan ketika menggunakan deodoran alami.

Meskipun rata-rata saranan menggunakan deodorant setelah bercukur adalah dengan menunggu setelah 10 menit atau lebih, kami sarankan mencukur di malam hari sebelum tidur untuk memungkinkan ketiak beristirahat, memperbaiki, dan menyembuhkan selama semalaman sebelum menggunakan deodoran. Atau tunggu setelah 24 jam kemudian. (hmm saya pikir kenapa tidak ada keluhan sama sekali di keluarga kami, karena memang kami tidak pernah menggunakan deodorant langsung setelah bercukur).

2. Pengaplikasian Deodorant

Apa bahan-bahan pada deodorantmu?
Percaya atau tidak, produk sesederhana deodorant alamipun bisa mempengaruhi kemungkinan iritasi.

Menggosok deodorant terlalu keras, mengoleskan terlalu banyak atau mengoleskan pada kulit basah dapat membuat pengalaman menggunakan deodorant alamimu menjadi dipertanyakan.

Formulasi deodoran alami sangat berbeda dari deodran konvensional. Bahan-bahan sintetis hadir dalam deodoran komersial dan antiperspiran seperti dimetikon (bentukan silikon),  propilen glikol, polietilen glikol (PEG) dan lainnya ntuk meningkatkan kehalusan produk, feel or touch. glide, slip.

Yang artinya bahan-bahan pada deodorant komersial akan memberimu tekstur aplikasi yang sudah biasa kalian rasakan dan harapkan.

Seperti yang diharapkan, tanpa semua bahan sintetis ini, tekstur deodoran alami akan terasa berbeda selama pemakaian.

3. Penyesuaian Ketiak

Orang yang beralih dari menggunakan antiperspirant atau deodoran komersial ke deodoran alami sering diberi tahu bahwa ketiak mereka akan mengalami periode “detoksifikasi”. Bahkan ada juga lho perusahaan yang menjual produk detoks ketiak.

Penyesuaian-Deodoran Alami
Tujuan dari bagian ini adalah untuk membahas topik “detoksifikasi ketiak,” bukan untuk mengagas “detoks” secara umum. Saya salah satu orang yang sangat tidak mendukung penggunaan kata detox yang dikorelasikan dengan detox secara keseluruhan, misal kulit detox artinya detox seluruh tubuh atau detox itu dengan minum jus saja, dan makannya pakai susu rendah lemak. Definisi-definisi seperti ini sangat menyesatkan dan menjadi ilusi tersendiri untuk mencapai kesehatan maksimal dan kata-kata detox jadi punya nilai tersendiri untuk menjual produk.

Tubuh kita cukup tahan terhadap perubahan. Tubuh kita melihat perubahan sebagai gangguan dan seringkali menolak perubahan meskipun itu adalah perubahan yang positif. Ketika kita mengubah sesuatu, terutama sesuatu yang telah kita lakukan sejak lama baik itu diet, olahraga, perawatan kulit, sampo atau deodoran, tubuh kita lebih dari segalanya HANYA perlu WAKTU untuk menyesuaikan dan menerima perubahan.

Ketiak kita menyediakan kondisi yang indah bagi bakteri untuk berkembang. Sebagian besar dari kita memiliki milyaran bakteri yang hidup di setiap ketiak. Wilayah ini lembab, hangat, dan biasanya gelap dan ini adalah rumah yang sempurna untuk bakteri berkembang biak.

Penyesuaian deodoran alami
Para ilmuwan telah menemukan bahwa penggunaan jangka panjang antiperspiran akan mengubah jenis dan jumlah bakteri yang hidup di ketiak. Produk perawatan pribadi ini benar-benar mengubah seluruh microbiome di daerah ketiak (coba baca tulisan saya tentang microbitota kulit).

Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2016 melihat efek kebiasaan penggunaan antiperspirant pada microbiome ketiak. Penelitian ini dilakukan oleh para ilmuwan di North Caroline University, Rutgers University.

Para peneliti menemukan bahwa orang yang menggunakan antiperspiran, dan bahkan beberapa deodoran, memiliki jumlah spesies bakteri yang lebih besar di daerah ketiak. Ini tidak berarti bahwa itu buruk atau memiliki efek buruk pada kesehatan, hanya saja populasi bakteri sangat berbeda dari mereka yang tidak menggunakan produk ini.

“Ketiak manusia telah lama tercatat menjadi tuan rumah komunitas bakteri biomassa tinggi … dan penelitian terbaru telah menyoroti variasi antar individu yang substansial dalam bakteri ketiak. . . Satu penjelasan potensial yang jelas untuk variasi ini berkaitan dengan penggunaan produk kebersihan pribadi, khususnya deodoran dan antiperspiran. Hasilnya jelas menunjukkan bahwa penggunaan antiperspirant secara mencolok mengubah komunitas bakteri ketiak, membuat mereka lebih kaya spesies.”

Antara Ketiak Microbiome & Deodoran
Apa artinya ini bagi kamu yang ingin beralih ke deodoran alami? Karena microbiome ketiak manusia tidak hanya sangat rumit tetapi unik untuk setiap individu, sering kali sulit untuk memprediksi apakah atau tidak, atau bahkan bagaimana perubahan deodoran akan mempengaruhi dirimu.

Jadi jika kamu memutuskan untuk berhenti menggunakan deodoran komersial atau antiperspirant, yang terjadi adalah pada awalnya, semua berjalan dengan baik. Tetapi kemudian dalam beberapa hari setelah penghentian penggunaan, populasi bakteri ketiak mulai berubah.

Ketika bakteri baru mulai berkoloni, kamu kemungkinan besar akan melihat peningkatan dan perubahan bau ketiak.

tileshop.fcgi

Kelenjar Keringat Deodoran Alami
“Keringat” dari kelenjar eccrine yang sebagian besar terdiri dari air, garam dan sejumlah elektrolit lainnya tidak berkontribusi terhadap bau badan.

Ada jenis kedua kelenjar keringat, yaitu kelenjar apokrin, ditemukan di daerah yang banyak folikel rambut seperti kulit kepala, ketiak, dan selangkangan. Kelenjar ini mengeluarkan keringat berlemak yang lebih tebal yang juga mengandung protein. Sekresi tidak berbau ini dengan cepat dihuni oleh bioma bakteri yang hidup di ketiak. Bau ketiak timbul ketika enzim bakteri memecah keringat ini.

Para ilmuwan telah menentukan bahwa karena bakteri yang berbeda menghasilkan enzim yang berbeda, bakteri yang berbeda juga menghasilkan bau yang berbeda. Dengan demikian, bau ketiak kita adalah hasil dari jenis dan jumlah bakteri yang menghuni ketiak kita.

Logika seperti ini, ketika komposisi bakteri ketiak berubah, begitu pula bau ketiaknya. Tetapi sayangnya karena sebagian besar orang tidak memahami pertempuran bakteri yang terjadi di ketiak mereka, mereka sering membuang deodoran dengan anggapan bahwa deodorant tersebut tidak berfungsi.

Rata-rata akan dibutuhkan sekitar 2 hingga 4 minggu untuk ketiak mu menyesuaikan diri dengan perubahan rutin karena mikrobiota bakteri baru Anda akhirnya berada dan menetap disana (ketiak).

Sekarang setelah kamu tahu mengapa bau ketiak berubah, mohon jangan percaya jualan yang memberi tahumu bahwa peningkatan bau dan / atau keringat adalah akibat tubuhmu mengeluarkan atau membuang racun. “Detox” ketiak hanyalah periode penyesuaian normal. Dan untuk tubuhmu benar-benar terdetox butuh BUKAN detox KETIAK.

Bakteri Pada Usus
Intinya – tubuh kita perlu waktu untuk menyesuaikan diri untuk berubah dan waktu perubahan ini akan bervariasi dari orang ke orang.

Analoginya seperti ini! Pernahkah kamu mencoba mengubah pola makanmu dari junk food atau olahan junk food menjadi makanan sehat?

Jika demikian, kamu kemungkinan besar mengalami banyak masalah dengan sistem pencernaan pada awalnya. Kamu akan berpikir bahwa tubuhmu akan senang karena memakan makanan sehat, tetapi perubahan apa pun yang kamu lakukan pada dietmu juga akan memengaruhi bakteri usus. Bakteri dalam usus yang menyukai junk food sekarang sangat tidak senang yang sebenarnya dapat mensabotase upayamu untuk makan lebih baik (sehat).

Ketika bakteri baru mulai mengkoloni di usus, ketidaknyamanan ini akan hilang. Tetapi butuh kesabaran dan komitmen!

Kebalikannya juga benar. Setelah enam bulan menjalani diet sehat, kembali ke makanan olahan akan mendatangkan bencana pada bakteri yang menyukai buah-buahan dan sayuran yang mengakibatkan gangguan usus yang tidak nyaman.

4. Baking Soda
Meskipun banyak orang menggunakan deodoran dengan bahan baking soda tanpa masalah (terbukti dari hampir 1 dekade kami menjual coconut deodorant pada ribuan orang, pada kenyataannya beberapa orang sensitif terhadap baking soda ketika digunakan pada kulit ketiak yang halus. Ketiakmu adalah salah satu bagian tubuh yang paling sensitif.

Keringat manusia sedikit asam dengan kisaran pH 4 hingga 6. pH keringat bervariasi dari orang ke orang dan dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, ras, obat-obatan, diet, atau bahkan perubahan hormon yang dapat terjadi selama kehamilan, menopause, haid, dll. PH alami dari keringat seseorang sebenarnya dapat menyebabkan iritasi atau bahkan sensasi terbakar ketika dicampur dengan baking soda.

Deodarant alami dengan baking soda?
Mengapa membuat dengan baking soda?

Baking soda sedikit basa dengan kisaran pH 8 hingga 9. Jika keringatmu lebih pada sisi asam, sebenarnya mungkin ada sedikit reaksi kimia antara baking soda dan keringat asam. Pikirkan eksperimen “gunung meletus” atau ketika kita membuat campuran untuk pembersih kamar mandi antara baking soda dan citric acid atau dengan mencampurkan baking soda basa dan cuka asam. Jika keringatmu lebih asam, gunung berapi kecil ini dapat menyebabkan iritasi yang disebut “Irritant Contact Dermatitis.”

Saya telah membaca di banyak tulisan digroup wa, website, dll bahkan mendengar dari orang yang menceritakan ke saya langsung bahwa ruam setelah menggunakan deodoran baking soda selalu berarti bahwa deodoran dibuat dengan terlalu banyak kadar baking sodanya.

Meskipun saya yakin bahwa beberapa formulasi deodoran mengandung terlalu banyak soda kue, iritasi tersebut dapat berarti bahwa deodoran dibuat dengan terlalu banyak baking soda untuk KAMU dan kimia tubuh-MU! Atau mungkin komposisi bahan tidak tepat – untuk KAMUnya!

baking soda.jpg

5. Iritasi karena Ruam (dengan berbagai kondisi)

Intertrigo
Lipatan kulit yang ada dan karena area ketiak hangat, lembab dan kurang sirkulasi udara, keringat dapat menumpuk yang mengintensifkan gesekan kulit ke kulit.

Ini dapat menyebabkan area lecet berkembang menjadi ruam yang disebut Intertrigo. Intertrigo, peradangan lipatan tubuh, adalah penyebab utama ruam ketiak saat menggunakan deodoran, bukan antiperspiran.

Intertrigo adalah ruam umum yang dapat dilihat di lipatan lembab di bawah payudara atau di bawah dagu atau ketiak bayi.

Kulit yang teriritasi dan meradang ini rentan terhadap infeksi bakteri dan jamur. Jika berkembang tidak diobati, itu bisa menjadi merah dan gatal. Tentu saja, jika ruammu terinfeksi atau tidak hilang, pastikan untuk mengunjungi dokter.

Untuk mencegah intertrigo, kuncinya adalah mengurangi gesekan di ketiak.
Biang keringat panas
Bukan bayi saja yang bisa terkena biang keringat.

Panas biang keringat, kadang-kadang disebut ruam panas, ruam keringat atau dengan nama medisnya, Miliaria rubra, adalah ruam gatal kecil, timbul bintik-bintik merah yang menyebabkan sensasi menyengat atau menusuk kulit. Terkadang benjolan merah dapat berkembang menjadi serangkaian lepuh kecil.

Ini terjadi ketika keringat terperangkap di bawah lapisan kulit. Jika kamu berkeringat lebih dari biasanya, kelenjar keringatmu menjadi kelebihan beban. Hal ini menyebabkan saluran menjadi tersumbat menjebak keringat jauh di bawah kulitmu. Alih-alih menguap, keringat yang terperangkap ini mengiritasi kulit dan kulit merespons dengan menghasilkan ruam yang meradang.

Tidak seperti intertrigo, biang keringat tidak terbatas pada lipatan kulit – panas dapat muncul di mana saja dan sering ditemukan tepat di bawah lipatan ketiak. Meskipun dapat menyebar di tubuh kamu sendiri, hal ini tidak menular.

Contact Dermatitis/Dermatitis kontak
Kamu mungkin menyebutnya ruam tetapi dokter pasti menyebutnya “Contact Dermatitis“.

Kondisi ini adalah iritasi merah, gatal atau ruam yang terjadi ketika kulit bersentuhan dengan zat yang memicu reaksi. Bisa dari bahan alami dan bisa juga dari sintetis.

Ruam tidak menular, tetapi bisa sangat tidak nyaman dan dapat menyebabkan infeksi jika kamu berulang kali menggaruk daerah yang terkena atau tergesek-gesek.

Ada dua jenis utama Contact Dermatitis: Iritan dan Alergi
Gejala-gejala contact dermatitis iritan dan alergi sangat mirip yang seringkali membuat mereka sulit untuk dibedakan.

Kontak Dermatitis iritan adalah jenis yang paling umum.

Reaksi kulit non alergi ini terjadi ketika suatu zat merusak lapisan luar kulit pelindungmu dengan menghilangkan minyak permukaan yang melindunginya. Sifat dan tingkat ruam tergantung pada
berapa banyak iritasi hadir
kekuatan iritan
berapa lama iritasi tetap pada kulit.

Meskipun ruam kontak iritan biasanya muncul dalam beberapa menit hingga beberapa jam setelah kontak dengan pemicu iritasi, reaksi tergantung pada kepekaanmu terhadap iritan serta kekuatan iritan.

Ruam popok
Kontak dengan iritasi yang lemah, seperti air, baking soda, air seni (ruam popok), mungkin tidak menyebabkan gejala berkembang sampai setelah paparan berulang-ulang. Beberapa orang bahkan mengembangkan toleransi terhadap iritasi yang lemah dari waktu ke waktu. Iritasi akan sering menyebabkan kulit merah, kasar dan kering yang dapat terbakar dan menyengat.

Namun, kontak dengan iritan kuat, seperti asam kuat, alkali atau terkena cabai, akan menyebabkan reaksi langsung pada semua orang.

causes-irritant-dermatitis.png

Banyak orang bingung tentang Dermatitis Kontak Iritan dengan Dermatitis Alergi. Meskipun beberapa ruam mungkin terlihat seperti reaksi alergi, jika sistem kekebalan tubuhmu tidak terlibat, reaksi tersebut disebabkan oleh iritasi bukan alergen.

Misalnya, ruam baking soda adalah jenis dermatitis kontak iritan, ini bukan reaksi alergi. Dermatitis kontak iritan cenderung terbakar dan lebih menyakitkan daripada gatal.

Kamu akan berisiko tinggi mengalami dermatitis kontak iritan jika kamu juga menderita eksim.

Dermatitis Kontak Alergi
Dermatitis alergi dapat menjadi penyebab ruam ketiak, meskipun lebih jarang daripada dermatitis iritan.

Dermatitis alergi terjadi ketika zat yang biasanya tidak berbahaya, yang disebut alergen, menyentuh kulitmu dan menyebabkan sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan.

Dalam penjelasan yang sangat sederhana, tubuh kita secara keliru percaya bahwa sedang diserang yang menyebabkan produksi antibodi yang disebut Immunoglobulin E (IgE).

Antibodi ini menempel pada sel khusus, yang disebut sel mast yang merespons dengan melepaskan zat, seperti histamin, yang untuk alergen kulit menyebabkan ruam gatal, teriritasi atau bahkan gatal-gatal.

Biasanya pertama kali kulitmu bersentuhan dengan alergen, perlu berhari-hari agar ruam alergi muncul atau mungkin tidak ada reaksi sama sekali.

Meskipun alergen yang kuat, seperti beberapa tanaman gatal seperti jelatang/stingging nettle, dapat menyebabkan iritasi setelah paparan meski sekali saja, sebagian besar alergen membutuhkan banyak paparan untuk memicu respons alergi.

Begitu kamu alergi terhadap suatu zat, begitu kamu peka, bahkan sedikit saja dapat menyebabkan reaksi. Jika kamu terkena ruam pada kontak pertama dengan alergen, kamu mungkin telah menyentuh pelatuk alergen itu sebelumnya dan tidak menyadarinya.

Setiap orang adalah sangat unik dan akan merespon secara unik untuk bahan yang berbeda. Jika kamu memiliki kulit yang sangat sensitif atau curiga bahwa kamu alergi terhadap bahan dalam salah satu deodoran kami, selalu lakukan tes patch kulit.

6. Iritasi karena gesekan Kulit

Saya sudah membahas bagaimana keringat yang sangat asam dapat menyebabkan iritasi dengan deodoran berbahan baking soda. Tetapi bahkan tanpa baking soda, keringatmu sendiri dapat menyebabkan banyak iritasi lainnya.

Jika kamu memiliki paha gemuk bayangkan berjalan selama delapan jam dalam cuaca yang panas, lembab, dan berkeringat dengan paha telanjangmu saling bergesekan.

Beberapa dari kamu mungkin sudah meringis karena kamu pernah mengalami iritasi pada paha bagian dalam yang disebut radang.

Keringat adalah bagian normal dan sehat dari menjadi manusia! Keringat itu sendiri jernih dan tidak berbau.

Jika baru-baru ini kamu berhenti menggunakan antiperspirant, yang menghentikan kelenjar keringat agar tidak berfungsi secara normal, tidak ada yang mencegah kamu dari berkeringat. Tubuhmu mungkin sebenarnya meningkatkan produksi keringat sementara ketika kamu menghentikan antiperspiran.

Tanpa antiperspiran, ketiak akan menjadi lebih lembab. Saat kulit lembab bergerak dan bergesekan dengan dirinya sendiri, gesekan itu menghasilkan iritasi yang disebut radang. Kamu mungkin melihat bintik merah, iritasi di lipatan ketiak yang mungkin gatal, terbakar, atau tersengat.

Sisa garam yang terbentuk ketika keringat menguap dapat menambah rasa marah yang dapat menyebabkan gesekan dan radang – seperti terus menerus mengelupas ketiakmu dengan garam.

Kesimpulannya. . .
Transisi ke deodoran alami akan
berbeda untuk semua orang.

Sementara banyak orang tidak mengalami periode penyesuaian, beberapa orang mungkin melihat peningkatan dalam keringat dan peningkatan atau perubahan bau karena microbiome ketiakmu mengalami perubahan yang drastis. Saya sering memberi tahu orang-orang untuk memberikannya dua hingga empat minggu agar tubuh dapat menemukan keseimbangan alaminya dan tolong

jangan menyerah terlalu cepat.

Seperti yang bisa kamu lihat di review website kami greenmommyshop.com ada beberapa hal yang dapat menyebabkan iritasi ketiak atau ruam saat kamu beralih ke deodoran alami. Sementara beberapa reaksi hanyalah respons tubuh normal terhadap perubahan, yang lain mungkin karena sensitivitas atau bahkan reaksi alergi.

Periode penyesuaian TIDAK harus berminggu-minggu kulit merah, gatal, mentah atau menyakitkan . JANGAN PERNAH mengabaikan ruam ketiak, karena ruam yang paling sederhanapun bisa terinfeksi! Jika seseorang memberitahumu untuk mengabaikan ruam ketiak yang menjengkelkan karena itu hanyalah reaksi normal ketika ketiakmu menjalani fase “detoksifikasi”, saya tidak akan semudah itu percaya.

Tunggu tulisan bagian 2 tentang Transisi ke Deodoran Alami untuk membantumu melalui solusi untuk masalah yang mungkin muncul ketika kamu melakukan perubahan ke deodoran alami.

Informasi ini hanya untuk tujuan pendidikan dan bukan merupakan saran medis. Kami tidak mengklaim dapat mengobati, menyembuhkan, atau mencegah kondisi medis apa pun yang kamu miliki. Jika kamu memiliki ruam ketiak yang tidak kunjung sembuh, cari bantuan dokter atau tenaga kesehatan profesional.

Sumber:
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4741080/


Leave a Comment