Kursus Online Rumah Bebas Toxic dan Minim Sampah (bebas clutter)

Rp300,000.00

Tahu nggak kalau rumahmu itu kemungkinan besar adalah tempat paling toxic yang setiap harinya kamu harus berada disana? Udara di dalam rumah seringkali lebih beracun daripada udara di luar rumah.

If you like, please share with your friends, Thank you

Email

Tahu nggak kalau rumahmu itu kemungkinan besar adalah tempat paling toxic yang setiap harinya kamu harus berada disana?

Udara di dalam rumah seringkali lebih beracun daripada udara di luar rumah.

Bandingkan ketika kamu lama nggak keluar rumah dan begitu keluar rumah meski rumahmu di kota bagaimana rasanya? Terutama ketika keluar di pagi hari, pasti di luaran lebih terasa nyaman dan segar kan? Bayangkan juga kenapa kamu lebih suka jalan-jalan keluar nggak tinggal di dalam rumah saja, itu karena udara di luar yang lebih bersih secara otomatis membuatmu lebih relaks, lebih sehat dengan kata lain udara di dalam rumah lebih tidak sehat.

Pernah baca juga nggak bahwa rata-rata bayi tubuhnya sudah terkontaminasi lebih dari 100 jenis bahan kimia sintetis di hari dia lahir?
Tahu fakta ini nggak?
Pembersih rumah tangga sintetis dan yang tidak ramah lingkungan itu adalah sumber racun no 1 untuk anak-anak.

Apa sih masalahnya?
Sejak tahun 1950an, lebih dari 70,000 bahan kimia sintetis masuk ke makanan dan rumah kita dan kebanyakan dari bahan-bahan tersebut tidak pernah dicek jika aman untuk manusia.

Rata-rata dari kita terkontaminasi hingga lebih dari 5,000 bahan kimia sintetis secara berkala bahkan bayi terlahir dengan ratusan bahan kimia sintetis ditubuhnya (bayangkan, dan ingat mengapa semakin tinggi angka penderita penyakit kronis dari tahun ke tahunnya?).

EPA (Environmental Protection Agency) dari Amerika Serikat melaporkan bahwa udara di dalam rumah bisa 70 kali LEBIH beracun dibanding udara di luar rumah. Dan bahan kimia yang ada sangat memungkinkan menyebabkan kanker dibanding yang berada di luar rumah.

Kalau menilik angka penderita kanker terutama di urban perkotaan, angka ini meningkat dua kali lipat dibanding 50 tahun sebelumnya. Yang lebih membuat depresi lagi, adalah paparan dari bahan kimia sintetis merugikan ibu rumah tangga (seperti saya) atau yang bekerja dari rumah (seperti saya juga) dan tercatat kemungkinan terkena kanker ibu rumah tangga itu hingga 54% daripada mereka yang tidak berada di rumah sepanjang harinya.

Mungkin kita mikirnya begini:
Label yang ada pada bahan pembersih di rumah tangga hingga personal care kita itu sudah cukup untuk melindungi keluarga kita, iya bukan? Karena kita pikir mereka itu bertanggungjawab dan mereka tersertifikasi oleh badan pemerintah bukan? Tapi sayangnya, kenyataan tidak seperti itu bicaranya. Banyak dari bahan kimia sintetis berbahaya tersebut bisa masuk ke udara di rumah kita meski rumah ditutup rapat. Ada lagi yang bisa jadi bukti, Pusat Pengontrol Bahan Beracun di Amerika Serikat melaporkan bahwa hingga 85% label PERINGATAN akan bahaya/dampak produk rumah tangga tidak cukup memberikan informasi tentang bahaya produk tersebut. Ataupun memberi daftar P3K pada label produk tersebut jika terjadi hal yang tidak diinginkan (bayangkan iklan rokok dengan pengandaian kanker, dan banyak penyakit lainnya, coba produk-produk rumah tangga yang berbahaya diberi peringatan seperti itu, adakah yang mau membeli apalagi menggunakannya?).

Beberapa bahan kimia sintetis seperti formaldehyde, phenol, benzene, toluene, xylene diketemukan menyebabkan kanker dan komponen ini ditemukan diudara dalam rumah/indoor. Masalah lainnya yang bisa timbul diantaranya fibromyalgia, depresi, kelelahan akut, arthritis, lupus, multiple sclerosis, Alzheimer’s, Parkinson, gangguan BAB, ketidakseimbangan hormon, hingga jerawat dan dermatitis! ini semua juga bisa dikaitkan dengan paparan kimia sintetis berbahaya dikeseharian kita di rumah.

Yang lebih membuat saya mengelus dada adalah paparan tersebut pada anak-anak. Mereka makan lebih banyak dari orang dewasa, mengkonsumsi air lebih banya, menghirup udara lebih banyak karena kebutuhan masa pertumbuhan mereka, dan mereka dengan berat badan dan ukuran massa tubuh mereka yang kecil dan kekebalan tubuh yang lebih rapuh dari orang dewasa, menjadi sasaran empuk (beresiko tinggi) terkena efek negatif dari bahan kimia berbahaya.
Alhamdulillah, masih ada harapan!

Sebagai seorang ibu dari banyak anak, meski jaman dulupun angka-angka ini belum semencengangkan sekarang, hal ini sangat membuat saya dan suami khawatir dan peduli. Mana ada sih ibu yang ingin anaknya menghadapi berbagai macam masalah kesehatan? Atau tega membiarkan anak menghirup racun setiap harinya?

Itu alasan menggapa kami menghilangkan toxic dari rumah kami, keseharian kami, dari hidup kami dan mencari alternatifnya. Kemudian hidup bebas toxic.

Kami salah satu dari sedikit keluarga yang memulai proses ini sejak awal mula berkeluarga. Tetapi pun seiring waktu ada banyak hal yang saya pelajari untuk mencari sumber racun di rumah, membersihkan udara di dalam rumah hingga mencari alternatif yang lebih nyaman, lebih ramah lingkungan dan lebih ekonomis.

Tentu untuk teman-teman yang sudah familiar dengan bahan kimia berbahaya dikeseharian pasti berpikir, langkah pertama adalah menghilangkan paparan dari bahan berbahaya pada pembersih dan bahan yang mengandung pestisida karena kedua hal ini sangat jelas terpampang di depan mata dan banyak sudah penemuannya. Tapi seiring waktu belajar, saya sadar dan menemukan ternyata ada banyak produk pun yang terdengar, terlihat, terbaca tidak berbahaya atau berlabel “alami” masih mengandung beberapa bahan kimia sintetis yang sangat berbahaya.

Kalau mau dipikir mungkin dulu saya capek berpikir bahwa disemua produk rumah tangga mulai dari perawatan tubuh hingga pembersih almost everything mengandung bahan yang berbahaya. Teruslah saya dan suami mencari solusi hingga akhirnya memutuskan untuk membuka Green Mommy Shop tepatnya 9 tahun yang lalu.

Dikeseharian kami membuat sendiri mulai dari deterjen, pembersih rumah tangga, personal hygine hingga skincare. Tidak sampai disana saja, kami juga memastikan air dan udara menjadi bersih hingga ke makanan yang kami konsumsi bebas bahan berbahaya.

Ada hal yang tidak kami sadari seiring waktu dengan transformasi ini, bahwa seiring kami hidup bebas/super minim toxic, biaya hidup kami menjadi lebih ekonomis, dan rumah kami menghasilkan sangat sedikit sampah.

Begini kenyataannya:
1. Pembersih rumah homemade menggantikan pembersih pabrikan.
2. Skincare homemade menggantikan produk branded yang mahal.
3. Kami jadi menabung bukannya menghabiskan uang dan utamanya lagi, kami merasa nyaman dan aman dengan produk yang kami pakai dikeseharian kami. Dan rumah jadi bebas toxic.

Kenapa kamu harus mendengarkan saya?
Saya bukan dokter, bukan juga green atau biochemist. Saya hanya seorang ibu yang peduli dengan kesehatan dan masa depan anak-anak kami (termasuk anak kita semua) dan masa depan bumi ini. Dan seperti yang kalian tahu, saya mau untuk berjuang menghilangkan toxin dari kehidupan kami, kita, terutama keluarga dan rumahnya agar kita semua bisa hidup sehat dan selaras alam.

Sekedar reminder menyedihkan dari fakta ini:
Kanker adalah pembunuh no.1 pada anak-anak, dan penyakit asthma meningkat 600% dalam kurun waktu 1 dekade (di Amerika Serikat), termasuk tercatat hingga 3 juta anak-anak keracunan bahan berbahaya dari produk rumah tangga dan produk pembersih setiap tahunnya.
Apa kenyataan ini cukup baik untuk anak-anak kita?
TIDAK!
Ini sangat tidak baik untuk mereka.
Mereka berhak mendapatkan hidup yang lebih baik!
Bisakah semua ini diperbaiki?
Iya dan tidak!
Iya jika kita mau belajar dan mau mentransformasi rumah kita.

Tidak jika kita tidak mau mengambil tindakan untuk membuat perubahan dan menunggu perusahaan pembuat produk komersial atau pemerintah untuk membuat hal ini aman. Seberapa banyak fakta yang harus kita telan kepahitannya dengan pelannya regulasi di negara ini berjalan? Bandingkan dengan negara maju?

Transisi menuju rumah bebas toxic ini mudah sebenarnya,
hanya butuh waktu hingga maksimal 3 bulan atau bahkan beberapa minggu saja jika kamu punya kemauan kuat!

Dalam waktu yang singkat tersebut ada hal yang akan kalian dapatkan untuk manfaat jangka panjangnya:
1. Hemat uang
2. Hemat waktu
3. Mengurangi toxin dari rumah hingga 80%
4. Mengurangi sampah rumah tangga (non organik hingga 80%)
5. Dengan nyamannya anak-anak bisa membantu kita bersih-bersih karena produk yang digunakan aman untuk mereka.

Rumah yang sehat, nyaman dan perasaan aman itu yang akan kalian dapatkan
Ratusan wanita ada yang sudah dan sedang melakukan transformasi bersama saya 🙂
Hampir 1 dekade saya sharing tentang hidup sehat alami dan selaras alam dari rumah dan sharing perjalanan kami sekeluarga untuk hidup yang holistik dan sustainable baik sharing ke teman, saudara, keluarga besar, via blog dan ratusan dari teman-teman ini kemudian sharing kesuksesan mereka dari hari ke harinya.

“Terima kasih, mom Deasy..semoga Allah membalas kebaikan mom”, -Tuti

“Hi mb deasi, senang mendapat email” inspiratif” -Erry

“Alhamdulillah, makasii banyak mb deasi ilmunya. Jadi melek toxic. Sedikit curhat ya mb, tetanggaku samping rumah ad yg pengrajin sangkar burung, setelah proses yang panjang dari nol sampe pengamplasan dalam jumlah yg besar dan dikerjakan banyak orang. Pengecatan dan finishing bisa mengepul kayak asap padahal itu akrilik cair dan sampe k rumah. Kalo nyimpan barang d luar rumah jadi kayak ad lapisannya gitu, dan kalo.k hirup jadi sesak dan pusing. Ibu saya baru meninggal kanker paru, sakit sajak 2015 dan usaha itu baru jalan sekitar tahun 2013, g mau menuduh tapi bisa jadi pemicu. Selama ini cuma bisa nenutup pintu dan fentilasi, jarang keluar rumah kalo pas jam produksi. Gimana cara menghindari,meminimalisir atau meniadakan efek toxicnya mb? -Shasa

“Terimakasih mbak sharing ilmunya, sangat bermanfaat bagi saya yg punya tiga anak balita. Anak ketiga saya skrg jarang mandi pake sabun, Pas mandi cuma pakai air saja, Alhamdulillah kulitnya tidak sesensitif kakak2nya. Tapi mungkin karena belum terbiasa seperti ada yg kurang “ -Fidza

“Masyaa Allah… Terimakasih banyak Mommy Deasi atas ilmunya Insyaa Allah berusaha diparaktikan satu2,sambil whislist, semoga bisa ditargetin belanja di green mommy 😊,jadi makin pengen main ke Malang “ -Rina

“Assalamualaikum, Terima kasih email nya bunda,,, sangat bermanfaat” -Erlina

“Thanks alot mba di tunggu email selanjutnya dan yess aku mau jadi member, kalo ada rejeki aku mau sowan ke Malang dan belajar sama dikau. You will always be on my prayer” -Vidrie

“Jazakillahkhair mom tulisannya Barakallahufiikum, saya tertarik ngikutinstatus kehidupannya mom deasi InsyaAllah mau jd member, perlahan” -Maryam

“Semoga Mbak Deasi Srihandi sekeluarga sehat terus biar bisa membantu kegalauan kami hehe. Kalau saya, galau banget itu soal makanan anak. Tiap ke rumah nenek atau ke keluarga suami dikasi jajanan atau susu kotak yg nggak pernah saya kasikan ke anak. Sementara kalau nggak dibolehin, anak saya nangis jejeritan karena lihat sepupu2nya makan/minum. Saya itu pengen marah gak bisa. Akhirnya cuma nangis aja di kamar. Kadang suami juga kurang bisa diajak kerjasama soal hal seperti ini. Kalau di mainan InsyaAllah aman. Anak saya mainannya juga kayu (selain produk malva ada juga omocha. Sama amannya InsyaAllah) sama boneka kain aja” -Mafthuhah

Transformasikan (detox) Rumahmu Bebas Toxic dengan cara yang mudah!

Karena perjalanan belajar tahunan dan memformulasi produk alternatif yang alami, saya jadi melewati masa uji-coba trial-error yang tidak sebentar dan memakan biaya yang tidak sedikit. Sebanyak saya tidak ingin rumah menjadi sulit perawatannya, juga saya tidak ingin keluarga lain menjadi kesulitan hanya karena ingin hidup sehat secara alami dari rumah. Saya juga mengajar hands-on workshops ke banyak wanita Indonesia untuk membantu mereka bertransisi untuk hidupnya dan keluarganya bisa lebih sehat dan selaras alam dari rumah.

Email belajar dan Facebook group coaching dan sharing ini sebenarnya adalah hasil kompilasi semua ilmu terupdate saya selama lebih dari 1 dekade terakhir.

VERSI UPGRADE BELAJAR RUMAH BEBAS TOXIC & MINIM SAMPAH
DENGAN BONUS : 5 MODUL TAMBAHAN & 14 JAM VIDEO PELAJARAN & BESERTA VIDEO Q&A DISETIAP PELAJARANNYA
Materi belajar dibagi per area/bab rumah/luar rumah selain dibahas via pdf juga pelajaran tambahan dan bahan mendalam dengan video durasi 1 jam
Dan disetiap akhir bab ada video Q & A durasi 1 jam
Dan diakhir kursus kami berikan Video bahasan tentang apa yang akan peserta lakukan setelah kursus ini selesai dan akan dibawa kemana setelahnya?
Termasuk pendekatan terhadap semua fakta, penyadaran baru dll.
Juga video Q & A seputar pelajaran penutup setelahnya.

KURSUS ONLINE RUMAH BEBAS TOXIC & MINIM SAMPAH (BONUS RUMAH BEBAS CLUTTER)
Via Email belajar dan Facebook group coaching dan google classroom (inshaAllah)

Dibelajaran ini kamu akan belajar tentang:
1. Bagaimana mendetox rumah
2. Bagaimana proses melakukannya
3. Apa saja bahan kimia berbahaya yang perlu diwaspadai dan dihilangkan dari rumah
4. DIY dari bahan alami untuk menggantikan banyak produk pembersih rumah
5. Cara decluttering barang toxic secara fisik dan emosi
6. Meminimalisir sampah dari produk pembersih
7. Cara sederhana untuk hidup lebih ekonomis dari rumah sambil mentransformasikan rumah bebas toxic
8. Tips membuat air, bahan makanan bebas/minim toxic
9. Mengkondisikan untuk bisa hidup minim toxic di luar rumah (karena idealnya kita tidak membawa toxic ke rumah ketika pulang dari berkegiatan di luar rumah).

Mulai dari taman hingga dapur, kamar tidur, ruang keluarga, kamar mandi, dari atap hingga lantai, plus penambahan SEPUTAR KERJA, STUDY, KESEHATAN, SHOPPING & TRAVEL dicover semuanya dalam pelajaran ini.

Kelas ini akan dimulai Selasa 26 Maret 2019

Durasi Kursus :
Kursus ini akan berjalan selama kurang lebih 3 bulan dengan 1 materi perhari

Diakhir kursus, setiap peserta akan mendapatkan sertifikat telah mengikuti kursus ini (certificate of completion).

Materi diberikan via:
Email & coaching+sharing via Facebook group dan inshaAllah akan kami berikan juga via google classroom

SHALL WE START NOW? 📷;-)

Saya tahu, panduan ini akan menolongmu dan keluargamu, seperti halnya ini menolong kami sekeluarga.
Saya nggak sabar mendengar sharing cerita kesuksesan kalian ketika bertransformasi ke rumah bebas toxic! 😉
Saya tahu kalian pasti jatuh cinta dengan belajaran ini!

Kenapa saya dan keluarga bisa konsisten lebih dari 1 dekade menjaga rumah bebas/super minim toxic? Dan hidup seperti ini dari hari ke hari, tahun ke tahun? Karena saya, kami cinta dan bahagia dengan segala hal rumah yang sehat, nyaman bebas toxic, mulai dari membuat produk pembersih sendiri, hingga uang yang kami kumpulkan karena hidup jadi lebih ekonomis + minim sampah juga nyaman ditinggali.
Ayo buat perubahan sekarang juga!

Saya cinta dengan apa yang saya lakukan dengan hidup kami termasuk juga menginsirasi wanita lain, keluarga lain untuk hidup sehat, cantik alami dan selaras alam. Masih ingat moto GMS kan? Tidak pernah berubah It’s For Health, Beauty & Sustainability!. Saya berharap kalian akan membuat perubahan untuk melindungi keluargamu. Belajaran ini, adalah hal yang akan paling MUDAH dan MURAH yang bisa kalian temukan dan lakukan step by stepnya dan bisa kalian jadikan sebagai reminder dan tempat kumpulan resep-resep DIY rumah bebas toxic kalian.

Sampai berjumpa di belajaran nanti ya!