Beauty Beyond Comparison

By / 14th February, 2017 / Personal Care / 2 Comments

Embrace, Enjoy & Dive into your Own Natural Inheritance Beauty with gratefulness.

We are all will age gracefully if only we are grateful.

Fly away from comparison as it taint your soul and leave you lifeless

Gather your beautiful soul into enjoyment of your life. Life is short n don’t need to be filled up with comparison. It doesn’t feel so good.

There is beauty in the changing color of chameleon, and in morning dew drops of jasmine flowers. There are diamonds that sparkle in our eyes when we cry and irresistible elegance in a flower scent that can take your breath away. There is grace in the little spaces between the cells of your body, and more style in your smile that could never be placed in some shiny beauty magazine. And yet we have been taught to believe that beauty has something to do with the size of our pores and how white and porcelain smooth like our skin is.

beauty comparison copy (2)

Masyarakat modern mengajarkan dan mendikte kita untuk membandingkan diri sebagai cara superficial/dangkal untuk mencoba memahami diri kita sendiri dan kemudian cara ini menjadi terpatri dan menjadi kebenaran menurut kita, untuk “dipikir kita membantu” bagaimana kita berpikir. When we compare we don’t understand who we are, meski dalam tatanan sosial, misal anak-anak disekolah, dibandingkan dengan temannya dengan tujuan untuk memotivasinya agar bisa menjadi lebih baik, misal dalam pelajarannya, dll.

Apa yang terjadi ketika kita membandingkan diri kita dengan orang lain? Kita nggak akan pernah bisa menang. Kemudian kita menjadi sangat terganggu dan hanya terpatri dengan hal-hal eksternal saja, apalagi dengan bombardir berbagai fashion icon, selebriti, tayangan tv, majalah kecantikan/wanita, iklan, even our idol who then become a model for certain beauty products. Kita jadi bertanya-tanya dan menginginkan hal yang sama, kenapa mereka nggak punya keriput, atau tanda-tanda penuaan. Kulitnya mulus, putih seperti porcelain (tau nggak sih kamu kalau kulitnya terlihat seperti porselain itu karena diberi make up berbahan silikon dan di edit lewat photoshop?). Sangat menyedihkan kalau begini cara kita menilai dan membandingkan diri kita, karena kita tidak akan pernah puas.

Kemudian waktu bergulir, dan merasa hidup menjadi tidak adil buat kita, terutama kaitannya dengan kecantikan dan tubuh kita apalagi kalau membandingkannya dengan segala macam foto dan figur diluaran sana. Taukah kalian kalau misal jaman dulu hingga kini wanita berlomba-lomba untuk operasi plastik, mengkoreksi bibir, alis, mata hingga seluruh tubuh karena terobsesi dengan bentuk wanita tertentu yang di gambarkan via iklan, majalah, tv. Dan seiring keberadaan internet, semakin banyak dan beragam pula foto-foto wanita yang kita lihat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang membuat kita secara sadar maupun tidak sadar menginginkan hal yang tidak ideal untuk kita bahkan membandingkan diri kita. Lebih gilanya lagi, di tengah maraknya pornografi, pun wanita bisa melihat berbagai bentuk daerah kewanitaan, dan di negara maju sudah marak adanya operasi area unik kewanitaan meski mereka-mereka yang memilih untuk melakukan operasi ini untuk “kecantikan ideal” mengetahui bahwa salah satu dampak negatifnya bahwa “our yoni” nggak bisa berfungsi secara normal. Is that what we want when Allah destined us to have this magnificent body and has its function to serve as a woman?

Seiring waktu, fokus kecantikan yang dulu sekedar seputar masalah jerawat saja sekarang merantak ke seluruh tubuh. Belum lagi semua standar kecantikan itu sungguh benar-benar menggelikan dan tidak realistis. Persepsi kecantikan modern sungguh sangat jauh dari kecantikan tubuh kita secara alami dan memutarbalikkan cara kita melihat realita.

Andai saja kita mengerti bagaimana indahnya dan begitu menakjubkannya tubuh kita itu bisa berjalan tanpa campur tangan kita, bisa menjaga dirinya sendiri dan setiap sel di tubuh kita diprogram oleh Allah untuk bisa menjalankan fungsinya untuk selalu membuat tubuh menjadi lebih baik, beregenerasi, mati dan tergantikan selnya, pasti kita akan merasa sangat beruntung, bersyukur dan mencintai diri kita apa adanya.

Coba lihat bentuk tubuh kita para wanita yang tidak sama satu dengan lainnya. Tubuh wanita sudah diprogram untuk berpotensi secara alami bisa mengandung anak manusia di dalam tubuh kita dan melahirkannya, dan payudara kita pun menjadi seperti hidup ketika menyusui bayi-bayi kita.

Buat aku, aku lumayan mengerti dengan tubuhku ini seiring aku tumbuh dan menjadi dewasa kemudian menua. Aku cinta dengan tubuhku ini, karena aku tahu aku akan menghabiskan seluruh sisa hidupku dengan satu-satunya tubuh yang aku miliki, nggak ada pilihan lain, aku harus mencintai tubuh ini, harus belajar untuk cari tahu bagaimana tubuh ini bekerja dan bagaimana tubuh ini bisa menjadi indah dan sehat maksimal sambil mencintainya. Aku pun pernah mengalami kondisi ketika sakit keras, dan melihat tubuh ini sungguh menyedihkan, menjadi sangat lemah, tak berdaya dan kemudian membaik, tubuh berjuang untuk meregenerasi sel, berjuang untuk memberi kesehatan yang terbaik untukku. Allah is Great and He gives us our body to live in and for us to be responsible to take care of it so it can give the best for our life and to love it, not to compare it.

Pastilah selalu ada orang yang punya sesuatu yang lebih dari kita, itu sangat wajar. Tapi bijaknya, kita berfokus saja pada apa yang baik dan tepat untuk tubuh kita. Jika terasa sulit untuk mencintai tubuh kita, bisa juga kita latihan untuk mencintai tubuh ini. Caranya: Pikirkan apa hal yang indah tentang tubuh kita, hal yang harus disyukuri. Misal, untukku nih, aku cinta dengan kulitku yang sehat, yang tidak memberikan masalah.

Kamu bisa menuliskan 8-10 hal yang kamu cintai dari tubuhmu, tapi jangan sampai menulis hal-hal yang nggak benar dan nggak realistis ya, jangan berlebihan, stay to the fact.

Yang aku lihat dari media, sungguh sangat menyedihkan. Kebanyakan dari kita, pasti merasa kita mengerti tentang apa yang disampaikan oleh media, tetapi sebenarnya kita tidak punya pengetahuan untuk membaca atau memahami media. Pun untuk kita-kita yang jarang melihat media, membaca, atau merasa media tidak mempengaruhi kita, secara tidak kita sadari, kitapun terpengaruhi oleh media. Dan semakin lama, pengaruh ini semakin kuat saja. Dan kebanyakan pengaruhnya adalah pengaruh yang negatif.

Andai saja kita semua tahu, bagaimana kelihatannya semua model-model yang ada di media itu sebelum kena photoshop, pasti kita mikir, ngapain juga kita membanding-bandingkan diri kita dengan model. Pada tahu Madonna kan? Dia pun punya kerutan diwajah, tapi pun penggemarnya tetap cinta sama dia. Dan yang paling lucu lagi, supermodel jaman saya remaja dulu “Cindy Crawford” pernah bilang “Seandainya saja aku seperti Cindy Crawford” (maksud dia yang versi di foto!). Tuhh kann.. ngapain juga kita membanding-bandingkan diri..

Coba kita ganti fokus kita dari membandingkan dengan orang lain ke bayangkan apa yang sudah dilakukan tubuh kita untuk diri kita. Kalo kita nih bikin daftar to do (daftar hal yang harus dilakukan) untuk tubuh kita, agar bisa berfungsi dengan normal dan tetap sehat, pasti kita nggak bisa tidur, untuk memastikan setiap sel beregenerasi, jantung untuk tetap berpacu, vitamin terserap oleh tubuh, oksigen dibawah ke seluruh sel dan banyak fungsi detail tubuh lainnya yang begitu saja secara otomatis diciptakan Allah bisa berfungsi tanpa kita harus menginggatkan tubuh kita, tanpa kita harus memantau dan memastikan semuanya bekerja. Our body does what it suppose to do every second of our life and that is a blessing! A blessing that we all must fall in love and continue loving it for the rest of our life.

Pernah nggak kalian bayangkan kalau sebelum tidur kudu mastiin liver beregenerasi, ginjal membersihkan tubuh kita, jantung kudu lebih lambat jalannya, dan jutaan reaksi kimia di tubuh kita tetap berjalan. Bisa-bisa nggak tidur dehh..

Sekarang, yuk kita saling sharing apa yang kita cintai dari tubuh wanita kita ini, apa yang membuat kita merasa bersyukur dan menyayanginya. I would love you to jump in and share with everybody. Tulis sharingnya di comment bawah artikel ini ya..

Aku mulai dulu ya..

Dipagi hari, aku yang kalo malam kadang habis bergadang karena punya anak batita dan masih ngantuk merasa bersyukur bisa bangun kembali dan masih bisa menikmati hidup.

Aku suka merawat kulitku dan memastikan only the purest from nature I use to take care of my skin

Aku suka banget berkebun dan mandi sinar matahari dan kulitku kemudian menjadi lebih gelap dan bercahaya

Aku suka ketika tubuh dan wajahku berkeringat karena bekerja keras (meski ketiakpun basah dan keringat di wajah bercucuran aku tahu tubuhku menjadi lebih sehat)

Aku bersyukur tahu jika ketika aku bahagia, sel ditubuhku pun menjadi bahagia dan aku menjadi lebih sehat

I love that even I didn’t wash my hair for 2 weeks, my husband doesn’t care and same goes if I didn’t take a bath for a week, he doesn’t care either.

I love that I don’t smell bad, that my sweat glands are happy.

Aku sayang dengan kulitku yang menjadi alat komunikasi ke bagian dalam tubuhku. Aku jadi bisa belajar dan tahu apa yang sedang terjadi di kulitku kaitannya dengan apa yang sedang terjadi di dalam tubuhku. Misal jerawat atau bruntusan sedang nonggol, aku tau ada sesuatu yang terjadi di dalam tubuhku

Aku sayang dengan kulitku, meski aku tidak muda lagi, tetapi kulitku masih tetap awesome dan salah besar jika aku berpikir, kulitku harus seperti kulit gadis remaja disepanjang hidupku.

Related image

Untuk teman-teman wanitaku..

Berhentilah untuk melihat dan mengevaluasi setiap mili dari kulit kita dan melihat ke dalam dengan microskop setiap pori-pori di wajah kita. Semoga kita menghargai tubuh dan kulit kita seperti apa adanya, semoga kita mencintai dan mengagumi apa yang kita miliki. Mari melihat cinta yang terpancar dari mata kita dan memutuskan untuk mencintai apa yang kita lihat dari tubuh kita untuk sekarang dan selamanya.

Much Love and Care,

Deasi


2 Comments

  • Peni February 14, 2017 at 9:34 am

    Beautiful words mbak deasi. And i’m struggling in this insecurities, and it’s hard, and it’s real. This, makes me re-thinking.

    So i think I need to restart things, my mind and my heart. To be able to live my real life, in my real skin, and my real body. Afterall, my husband tells me that i am beautiful in every edges 😁 and my kids, too. Thankyou mbk deasi 😍

    Reply

Leave a Comment